Fanfiction : Bo Kyung, Moon's Mirror Who Need Love

Credit Pic : MBAK P @ HIME NO SARANGE
KATA PENGANTAR 
SPOILER ALERT BUAT YANG ANTIS BO KYUNG OR DRAMA TMETS! Dira takut kalian tambah benci ma drama ini -.-
INI BUKAN FANFICTION BUAT LOMBA! ^^ Dira sengaja buat ini tanpa maksud tertentu (baca:mendapat keuntungan dari pihak lain :P) Yap, ini bentuk simpati dira ma karakter Bo Kyung yang nyembunyiin perasaannya. Palagi habis baca sinop MBAK FANNY The Moon Embraces The Sun dan ngeliat ekspresi Kim Min Seo langsung pas nangis (lewat previewnya aja hihi). Sigh, TAPI ternyata lambat laun Bo Kyung tambah keras dan tambah berani untuk melakukan yang hal yang menakutkan, Poor Bo Kyung...
So, ini versi dira :P (ya walau dira bukan fannya Bo Kyung-IT'S STILL FANFICTION ISNT IT? :) 
ps:jika ada kesalahan link plis beritau dira hehe ^^
MAKASIH! love u...
ESPECIALLY THANKS TO MBAK P AND MBAK FANNY FOR THE NICE PICTURE AND POSTING!!! >.<


Masih pagi. Gerimis menjamu bumi. Tidak hanya Lee Hwon yang menatap tetes air yang terbendung telapak tangannya, Sang Permaisuri juga. Ia tiba-tiba berhenti demi menatap gerimis yang nakal mengganggu hatinya.
Credit Pic : MBAK FANNY @ DRAMATIZED
“Yang Mulia.” Dayang Bo Kyung merasa khawatir.
Tampak wajah itu lebih tua dari usianya karena menyimpan lelah. Lelah menimbun perasaan kesal, lelah menimbun perasaan sedih, lelah karena tidak mengeluarkannya atau lebih tepatnya lelah karena tidak membaginya.
Bo Kyung tak menghiraukan. Ia tetap menatap kosong pemandangan di hadapannya, “Apakah kau sedang mengancamku?” matanya menatap nanar, tapi berisi air mata yang tertahan.
Bo Kyung berjalan kembali. Tangan di balik pakaian keagungannya mengeras.
Credit Pic : MBAK FANNY @ DRAMATIZED
Delapan tahun yang lalu, Bo Kyung kecil menangis melihat kebersamaan Lee Hwon dan Yeon Woo. Ya, selalu begitu saat hatinya terluka dulu. Menangis. Bulan terang yang melihatnya hanya bisa diam, melihat cermin yang juga memantulkan sinarnya itu berjalan tegak menjauh. Dia tidak boleh lemah.


Thanks to SiJeeLee
Bo Kyung tetap sama. Dibesarkan dengan ambisi dan kekuatan untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, malam itu masih menangis saat hatinya terluka. Namun kali ini jauh lebih kuat dan jauh lebih menyedihkan. Tak peduli hatinya gersang, itu akan lebih baik daripada tidak mendapatkan apapun.
Ia lalu tersenyum licik, memikirkan rencana lain. Bulan tertutup awan mendung, berharap Bo Kyung memantulkan sinar yang berkilau indah. Seindah dirinya.

Artikel terkait

Comments

Devi Rouli said…
Wahh, Dira Come back Nich ^^
hehe, MAKASIH MBAK DEVI!!! ^^