Sinopsis JMovie Taiyou no Uta Part 2


Sinopsis Taiyou no Uta Part 2


“Namaku Amane Kaoru.”
Kouji heran ada gadis yang menabraknya dan tiba-tiba memerkenalkan diri. 


“Umurku 16 tahun. Hidup dengan orang tuaku. Musik adalah hobiku. Aku agak temperamental. Aku tidak punya pacar.” Kaoru berbicara sambil melangkah maju perlahan. Kouji ngesot mundur deh. “Aku selalu melihatmu. Aku belum punya pacar.” Kaoru meyakinkan.
Kouji berpikir sejenak. “Ah, aku tahu. Tunggu.”
“Aku tidak punya pacar.” Kata kaoru lagi.
“Bukan, bukan. Tunggu sebentar....”
Kaoru seolah tak menghiraukan dan melanjutkan berkata terpatah-patah sambil mengatur nafasnya, “Binatang favoritku cheetah. Kalo makanan, aku suka pisang dan... musisi favoritku....terlalu banyak, harus dari mana ya aku memulainya?”

Misaki yang ternyata juga berlari menyusul Kaoru langsung menghentikan perkataan Kaoru. “Maaf, kami permisi.” Misaki menarik Kaoru pergi.

“Nani?” Kaoru tidak terima.
“Apanya yang apa?”
Kaoru membentak Misaki dan melepaskan tangannya dari pegangan Misaki, “Jangan menghalangiku!”
“Apa? Menghalangimu? Aku hanya mengeluarkanmu dari masalah.” jelas Misaki.
Kini giliran Kaoru yang heran. Namun Misaki dengan sabar berkata bahwa Kaoru dalam kebingungan tadi sambil sesekali tertawa kecil, “Apa maksudmu ‘Aku suka pisang’? Itu benar-benar ketidak-ahlianmu.”
“Diam!”
“Kamu tidak pernah berbicara dengan laki-laki sejak SD kan?” Kaoru mengangguk. “Lalu, bagaimna dengan laki-laki itu?”

Di tempat biasa (pemberhentian bus), tiga serangkai bercanda bersama. Kaoru memandangi mereka. Misaki juga ikutan kali ini.
“Mungkin dia juga bersekolah di sekolah yang sama denganku. Oh, sayang aku tidak tahu itu.” Misaki meringis menopang dagunya di samping jendela.
“Itu karena kamu sering membolos sekolah idiot!”
“Haha, kau berpikir begitu?” Misaki tertawa. “Seperti yang aku bilang, kau tidak tau apapun tentangnya?”
“Ya, itu karena aku hanya melihatnya dari sini.”
“Aku tahu.”
“Orang seperti apa dia? Apakah dia orang yang pandai berselancar?” Kaoru bertanya pada dirinya sendiri. You’ll know :)
“Kalau begitu pakailah pakaian yang digantung itu!”
Kaoru tentu saja menolaknya, “Tidak! Jika dia melihatku dengan pakaian seperti itu, dia akan membenciku!”
“Oke, itu tidak bisa menolong kalau begitu. Ini akan membutuhkan waktu lama, tapi aku akan pergi ke sekolah untuk mencari tahu.” Misaki menawarkan diri membantu.
“Benarkah?”


Ikut ke sekolah ma Misaki yuk! Hehe, pintu sebuah kelas terbuka perlahan. Ada kamera yang muncul dari luar. Tentu saja pemilik kamera itu adalah Misaki. Dia tengah merekam kegiatan (atau seseorang?) di kelas itu :D



Di sebuah rumah sakit, Ibu tampak duduk menunggu.
“Maaf menunggu!” Dokter datang. Ibu memberi salam. “Jika dia tidak mau datang sendiri, aku tidak dapat menunjukkan pemeriksaan kesehatannya.” Kata dokter dengan tersenyum.
“Maafkan aku. Dia tidak datang bukan karena apa-apa.”
“Seperti biasa, apakah dia masih sangat membenci rumah sakit?”
“Sepertinya tempat yang paling dia benci sedunia.”
Dokter tertawa mendengarnya, “Apakah begitu? Jadi, bagaimana keadaannya?”
Ibu bercerita, “Dia masih tampak sehat. Tidak ada perubahan.”
“Ya, itu bagus. Kondisinya belum memburuk bukan?”
“Tentang umur yang kau katakan itu(umur untuk “bersiap-siap”), dia sudah melewatinya dokter.”
“Ya, aku tahu. Kalau begitu maafkan aku tentang hal itu. Ya, aku akan melanjutkan untuk menentukan perawatannya.”
“Mmm, dokter, tentang itu...”
“Saya minta maaf, tapi itu masih belum sembuh.
“Baiklah.” Ibu mengerti.
“Seperti yang kau tahu, orang yang terkena XP sangat sedikit, tak peduli untuk apa sakit ini. Terpapar oleh sinar UV, efek yang disebabkan oleh pelemahan pasien seiring dengan bertambahnya usia adalah lebih menakutkan.”


Ayah tengah duduk di lobi rumah sakit saat dokter menjelaskan hal itu pada Ibu. Ia melihat seorang gadis dengan kursi roda melewatinya. Gadis itu jelas sakit. Kepalanya tertunduk, tangannya tertekuk kaku menyedihkan. Ayah menengadah, menghela nafas menahan sedih mungkin.


Lain tempat, lain cerita. Misaki sedang memperlihatkan hasil rekamannya pada Kaoru di kamar. Ia duduk di kasur sambil membaca buku, sementara Kaoru menontonnya dengan tersenyum.
“Namanya Fujishiro Kouji.” Misaki bercerita.
Kaoru mengulangnya, “Fujishiro Kouji.” Eh yang dilihat malah garuk-garuk kepala gak jelas karena diserang kantuk :D “Dia mengantuk.” kata Kaoru.
“Tidak.” Misaki malah nyeletuk. “Ia seperti sangat bodoh.”
Kaoru lalu melihat para siswa keluar dari kelas, “Ah, itu lebih baik dari yang kupikirkan.” Iya kasihan neng yui gak pernah ke sekolah, jadi seneng aja ngeliat mereka bisa terlihat seneng banget di video itu L
“Oya, ngomong-ngomong ini adalah pertama kalinya kau melihat SMA kan?” tanya Misaki.
“Semua terlihat senang.”
“Hah?” Misaki heran dengan pernyataan Kaoru itu. “Tidak ada artinya pergi ke tempat itu.” Tapi Kaoru tetap kagum, tetap tersenyum mendengarnya.

Misaki pun kini duduk di sebelah Kaoru, kembali bercerita, “Oh, tiga laki-laki itu. Mereka selalu terlihat bersama.” Mereka melihat Kouji bersama dengan 2 orang temannya berbincang di lorong sekolah. “Orang yang di sana itu, temannya nomor 1 namanya Onishi Yuuta. Dan yang satunya itu, temannya nomor 2 Satou Haruo.”
Kaoru mengangguk mengerti, tak melepas pandangannya dari layar tv kecil tempat memutar video. Ia melihat Kouji masuk ke toilet. “Aku pikir, dia mencuci tangannya.”

“Ya, sepertinya memang begitu.” Kouji memang tampak menebas-nebaskan tangannya. Dan seperti punya ide, Kouji lalu mengacak-ngacak rambut temannya yang baru lewat di depan toilet dengan tangan yang basah.
Kaoru tertawa, “Mengerikan!” Kouji dan 2 temannya bercanda ria. TARA! THE END untuk hari ini kak Yui! ^^” “Ya, ini baru kesan  secara umum.” Kata Misaki seolah bangga dengan liputannya. “Mmm, dia seperti idiot yang kasar.”


Malam harinya, Kaoru berjalan membawa gitar, sambil melihat handycam. Di sana, Kouji sedang berjalan di tengah hujan dengan payung trasnparan :P Senyum menghias wajah Kaoru, menambah manis wajahnya, bahkan saat ia duduk di tempat pemberhentian bus yang biasa. Kaoru menonton Kouji yang habis minum di tempat yang sama seperti tempatnya sekarang dan dia JUGA minum keke- Kaoru selesai menonton. 



Ia memandang bulan yang anggun berdiri di atas sana. Kemudian mengambil gitar, memetiknya. Dan nyanyi... TOKYO!!! Download Tokyo mp3 AIH SUKAAAAAAAAAAAAAA



Tapi itu terhenti ketika seorang laki-laki dengan skuter berhenti di hadapannya. YEAH, ITU KOUJI! Kaoru terdiam bin terpaku menatapnya.
Bersambung… Next : Sinopsis Taiyou no Uta Part 3

Comments

  1. YUIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII chan, goodby days :P, wahhh keren dira buat sinop :)

    ReplyDelete

Post a Comment

thank you very much for your comment. :)
Hope you can come back!!!