Korean Drama I Remember You/Hello Monster – Curcol (Just A Little Piece of SWnim drama)

Sebelumnya: Scriptwriter Kang Eun Kyung

Greget liat Eun Hyuk di Suspicious Partner epsiode 17-18 yang ngingetin sama Min di I Remember You. Kok jadi curiga partner yang suspicious justru si Eun Hyuk bukan Bong Hee haha.

Oke, langsung masuk cerita saja. *Postingan mengandung SPOILER ending drama dan sedikit lupa-lupa ingat jalan ceritanya ups*

Siapa Min? Dia adalah adik Lee Hyun yang terpisah sejak kecil. Mereka berdua saling menyayangi apalagi sepeninggal ibu mereka, Lee Hyun yang rasanya jenius banget membantu ayah mereka mengurusi urusan rumah, termasuk telaten merawat adiknya, Min. Min begitu manja dengan kakaknya, minta ini itu, belepotan sana sini, tapi Lee Hyun tak pernah mengeluh menghadapinya. Melting pokoknya kalau ngeliat mereka. Udah gede pun sama. Meski siapa sangka anak manis seperti Min menjadi pembunuh tanpa jejak/mayat.   


Ayah Lee Hyun dan Min adalah seorang psikiatri kriminal. Ia mencoba memberi terapi psikologi pada seorang pembunuh bernama Lee Joon Young. Seorang pembunuh terkenal tanpa jejak yang justru berakhir di penjara karena bukti yang sangat jelas. Singkat cerita, hidup ayah Lee Hyun dan Min berakhir di tangan Lee Joon Young yang menerobos masuk ke rumah mereka. Pembicaraan Ayah dan Lee Joon Young selama terapi memang menegangkan. Ayah lebih terkesan menghakimi Joon Young dan Joon Young balik mengonfrontasi Ayah. Puncaknya adalah ketika Lee Hyun mengantar tas Ayah yang tertinggal di rumah, ke tempat Joon Young berkonsultasi. Ayah terbakar emosi melihat betapa mudahnya Joon Young memulai percakapan akrab dengan anaknya. Takut anaknya ‘tertulari Joon Young’, ayah mengunci Joon Young di sebuah ruangan.

Iya, Lee Hyun kecil yang jenius mencemaskan Ayah karena ia melihat Joon Young sama jeniusnya dengan puteranya itu. Lee Hyun pun terpisah dengan adiknya, Min. Ia dicekoki Ayah pelajaran yang membuatnya berpikiran normal. Bukan bertanya, mengapa manusia membunuh orang lain? Sigh.

Di hari Ayah terbunuh, Min ternyata kabur dan justru bersembunyi di mobil Lee Joon Young. Lee Hyun jelas tak sanggup mengejar. Kaki kecilnya belum mampu. Ia mengalami trauma dan hampir menghapus sebagian besar ingatannya saat kecil. Beruntung, seorang polisi wanita teman ayahnya mau merawatnya hingga dewasa. Ia kembali ke Korea setelah memperoleh gelar Profesor di Amerika. Seseorang mengiriminya surat undangan. Sebuah email berisi foto TKP pembunuhan yang memiliki lukisan mirip dengan yang digambar Min dulu. Tak perlu pikir panjang, Lee Hyun meladeni undangan pengirim email.

Tanpa diberitahu di mana TKP itu, saking jeniusnya, Lee Hyun sudah bisa tahu lokasinya. Sang pengirim email menyertakan sebuah petunjuk berupa gambar sandi bendera anak pramuka yang rupanya merupakan ordinat lintang dan bujur lokasi. Woah! Hahahaha Cuma bisa melongo mah. Apa-apa.an ini drama...

Sesampainya di lokasi, ternyata ada seorang polisi wanita juga yang mengenalinya. Polwan yang mengaku fansnya dari lama. Lee Hyun cukup lama mengenalinya sebagai seorang yang juga berhubungan dengan Joon Young. Sampai ia bercerita sendiri kalau ayahnya adalah seorang petugas penjara yang membawa Lee Joon Young ke rumah sakit. Yang kemudian dituduh membawa kabur Joon Young yang tak pernah kembali. Ke penjara, atau ke rumah sakit yang akan dituju kala itu.

Lee Hyun dan wanita ini tersambung takdir. Kedekatan mereka berbuah manis. Tak lama mereka saling menyukai. Lalu di mana kaitannya Min? Dan di mana Joon Young?

Saya tidak pernah menyangka, pengacara yang membela kriminal pertama mereka berdua adalah Min dengan nama yang berbeda. Gelagatnya memang aneh seolah mengetahui sesuatu. Seolah ingin dekat dengan Lee Hyun, tapi kecurigaan itu tidak pernah terungkap. Sampai penonton diperlihatkan apa yang dilukis si pengacara setiap harinya. Gambar yang sama dengan yang dulu dilukis Min saat kecil. Gambar tak wajar yang membuat Ayah mereka curiga, salah satu dari anaknya seorang psikopat.

Aih, waktu kecil Min tak pernah mengaku itu gambarnya sehingga Ayah melempar kecurigaannya pada Lee Hyun. Dan kini ketika Lee Hyun yang tak ingat masa kecilnya mempertanyakan kembali apakah dia monster atau bukan, penonton sudah tahu jawabannya. Bukan. Monster itu mungkin adalah Min.

“Dirimu tergantung orang menyebutmu apa. Bagaimana ayahmu menyebutmu, Hyun-ah?” Joon Young

“Anakku...monster...” T.T

Drama ini tipe saya banget soal misteri plus pesannya. Nggak tahu Suspicious Partner bisa kayak gini juga atau nggak. 

Kedua kakak beradik ini kemudian bertemu setelah petunjuk demi petunjuk mengenai pola pembunuhan tanpa jejak Min dipecahkan Lee Hyun. Min terus terusan membunuh orang yang mengabaikan orang lain. Membuangnya. Lee Hyun sadar, begitulah yang dirasakan Min yang belum ia temukan sampai saat itu. Min merasa tidak disayangi Lee Hyun lagi. Ia membenci kakaknya dan ia menghukum orang lain yang seperti kakaknya.

Memang kasus demi kasus yang mereka tangani bagaikan sudah disodorkan ke Lee Hyun untuk dipecahkan. Seperti mengarahkan Lee Hyun pada potongan puzzle demi puzzle yang harus ia satukan. Sampai Lee Hyun memutar kembali apa yang dikatakan Min setiap bertemu dengannya. “Sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya.” Makjleb! Lee Hyun langsung menelepon adiknya, berusaha mencegahnya membunuh lagi. Sedih banget. Min bukanlah Min yang pernah dikenal Lee Hyun. Adiknya sudah berubah dan ternyata itu karena pengaruh Joon Young yang sangat dekat dengan mereka.

Joon Young sendiri malah bekerja sebagai dokter forensik pemeriksa penyebab pembunuhan jenazah. Berkali-kali bertemu dengan Lee Hyun dan Min sebagai pengacara pelaku-pelaku pembunuhan. Ia tinggal di sebelah rumah Lee Hyun. Ia juga dekat dengan kekasih Lee Hyun. Makanya ketika Min tahu hal ini, ia menatap tajam pria paruh baya yang ia panggil paman itu. Ia sungguh terlalu menyeramkan. Apa yang dia mau dari kakaknya? Apa yang dia mau dari mereka berdua?

Joon Young beralasan hanya ingin dekat dengan kedua kakak adik ini. Bahkan ia memberi informasi pada seseorang yang menyimpan dendam pada ayah Lee Hyun untuk bisa membunuh Min. HA! Meski demikian Lee Hyun baru menyadari kebenaran identitas Joon Young di episode terakhir...hadu...

Mereka tak bisa menghindarkan adu pisau dan aura membunuh. Ketiganya menghilang setelah itu. Meski ya, menjelang ending Lee Hyun dan pacarnya kembali bersatu, Min mengambil keputusan yang tepat sebagai pembunuh, dan Joon Young tampak masih memperhatikan Hyun dari jauh. Awwwww. Heran, bisa-bisanya ada bromance pembunuh sama penangkapnya kayak gini! Keren^^

I Remember You, Joon Young. Hello Monster. Dua judul ini cocok ditujukan buat Joon Young. Setelah sekian lama, Lee Hyun mengingat pria itu. Ia bertemu dengan monster yang dibicarakan ayahnya dulu. Monster yang waktu kecil dikurung dan justru membunuh orang yang mengurungnya. Bisa menjurus ke Min juga sih. Tapi Min sudah mau berubah demi kakaknya agar tak merasa bersalah lagi. 

Mereka berdua terkenal tanpa jejak, tanpa mayat karena selalu memiliki kurir yang membuang mayatnya ke laut. Lalu kenapa Joon Young bisa tertangkap?

Ada satu lagi ingatan yang secara otomatis dilupakan Lee Hyun dan ingin diingatkan kembali oleh Min. Min yang waktu itu masih membenci kakaknya, berusaha mengingatkan sang kakak mengenai kejadian masa lalu yang mengerikan. Lee Hyun kecil sengaja menarik pelatuk psitol milik ayahnya saat seorang perampok datang dan membunuh ibunya. Kejadian yang entah bagaimana berpengaruh terhadap kepribadian psikopat Min. “Kakak hebat!” ujarnya kagum. 

Demikianlah bagaimana ayah Lee Hyun dan Min memfitnah Joon Young. Ia tentu tak ingin anaknya yang masih kecil dituduh pembunuh. Sementara Lee Hyun yang mengetahui fakta itu sungguh menyalahkan diri sendiri. Ia merasa bertanggung jawab terhadap keadaan adiknya. Kakak yang pintar memasak dan membersihkan rumah ini bahkan sampai sakit. Namun begitu bangun, ia segera menawarkan diri membuatkan adiknya makanan L Hyun-aaaaaaaah. Seo In Guk jadi keren banget kan... Paling suka dia di sini. 

Naskahnya juga keren euy, setiap episode drama ini digambarkan seperti sepotong puzzle yang jika disatuin semua naskah mulai episode 1-16 akan membentuk gambar yang jadi kode lukisan Min. Dua mata yang saling menempel.

Drama ini nggak perlu romantisme OTP. Cukup kebersamaan Hyun dan Min sudah cukup bikin penonton gemas. Tapi jangan salah, setiap perhatian kecil yang ditujukan Hyun untuk sang pacar juga bisa bikin penonton melting. Hihihi pokoknya lead male di sini dapet banget. Tanpa unsur cute yang disajikan di Suspicious Partner. Drama SWnim setelah drama ini.

Btw drama ini juga punya tim detektif dengan satu ketua tim yang merupakan anak kepala polisi. Dia polos dan suka sama pacarnya Hyun hehe. jadi tahulah gimana nasibnya. 

Dari judulnya udah ngeri lah mau nonton. Apalagi mereka deket banget sama pembunuh. Nggak tahulah kapan Joon Young yang nadi aortanya nggak terasa itu bisa membunuh mereka. Dia jelas-jelas nggak mau mengungkap identitasnya sampai dia sendiri butuh. Pssssst dia menggunakan keistemawaannya ini untuk bisa kabur dari penjara. Dikirain sudah mati, padahal nggak.

OSTnya mendukung banget pula. Sedih...sedih untuk Min, anak polos yang jadi orang lain, Hyun, dan mereka semua yang pernah mengalami hal yang menyedihkan...

Mmmm dari sini mungkin bisa ditebak-tebak sih bagaimana cerita Suspicious Partner. Mungkin nggak jauh, atau mungkin malah bertolak belakang LOL Soalnya I Remember You fokus banget karakternya. Cuma ada keluarga Hyun dan Min, tim polisi termasuk pacar Hyun, ibu angkat Hyun, dan Joon Young plus teman dekatnya. Yang lain adalah korban dan pelaku yang pernah diabaikan seperti Joon Young. Beda sama Suspicious Partner yang sudah kayak keluarga besar banget hehe.

Eun Hyuk yang sayang Ji Wook seperti Min pada kakaknya. Yoo Jung yang menjalin persahabatan dengan Ji Wook, Ayah Bong Hee yang mungkin pernah masuk penjara, kepala jaksa yang tahu masa lalu ayah Ji Wook, Chan Ho dan Hyun Sook yang entah bagaimana hubungannya bisa saling membantu untuk sebuah pembunuhan tanpa jejak. 

SWnim sudah melebarkan karakter dramanya sedemikian rupa :D Akan bagaimana akhirnya?

Selanjutnya: Scriptwriter Lee Kyung Hee

Artikel terkait

Comments