Review Korean Drama My Golden Life Episode 7 (Part 1)

Romance begin. Haha its not like yesterday we didnt, but because we go on another level with this episode. Do Kyung-Ji An...Ji Tae-Soo Ah. And urri Ji Soo, can you get closer with those guy?^^

Rating only go up 1% from last Saturday. Here we are: 26%.

Sebelumnya: My Golden Life Episode 6 Part 1 dan Part 2

Ji Soo langsung pulang saat mendengar ayahnya pingsan di jalan. Ia diberitahu Ji Ho ketika Ji Soo menelepon adiknya itu. Ji Tae sempat heran kenapa ayahnya sampai segitunya seolah berat sekali melepas Ji An. Ibu beralasan ada yang tidak anak-anaknya tahu. Ia semakin gemes melihat Ji Soo sampai ke kamar Ayah, mengatakan pada ayahnya kalau dia adalah putri kandung Ayah, jadi ia yang akan merawat Ayah. Rasanya udah campur aduk. Bingung. Ini kenapa anak orang malah sayang banget sama orang lain. Siapapun yang ngeliat mungkin bawaannya nggak tega. Bisa-bisa saya skip  juga urusan keluarga ini wkwkwkwk berat banget buat diceritain. Tapi nggak enak kalau tiba-tiba tamat LOL. Akhirnya tetep lanjut nonton.


Ji Soo ditemenin Ji Tae balik ke tempat kerjanya. Ia berusaha menenangkan Ji Soo yang masih nggak suka sama keputusan Ji An. Telepon masuk dari Soo Ah pun ia hiraukan. Ji Tae bilang akan menelepon nanti dan memutusnya sebelum Soo Ah mengatakan maksud ia menelepon. Soo Ah sebenarnya tak jauh darinya, ia seperti hendak memberi sebuah kotak kecil. Tapi begitu mendapat perlakuan demikian, Soo Ah tampak berubah. Apalagi ia melihat Ji Tae memegang pundak adiknya. Memberi pengertian. Soo Ah memutuskan akan kencan buta, mengikuti ajakan kakaknya besok. Ji Tae ini manis banget aih. Masa megang tangan adiknya aja saya yang dapet dugeun-dugeunnya 😅

Sementara Do Kyung kaget bukan main setelah tahu kenyataan (dari Manager Min) Eun Sook yang hilang itu Ji An. Haha. Ji An nggak bisa percaya juga. Mereka sudah melewati perdebatan panjang dan menyakitkan terus sekarang harus satu rumah? Jadi keluarga apa lagi. Ugh. Endingnya: kaku. Ji An keceplosan bicara formal ke Ji An. Ji An pun belum bisa menganggap Do Kyung oppanya. Padahal manis banget mah Do Kyung nyelipin kotak kalung di buket bunganya. Pas adegan ini jujur pingin ketawa, Do Kyung seperti ngasih hadiah untuk pacarnya. Itu edisi terbatas loh, Seo Hyun aja ikut p.o tapi nggak dapet. 

Manager Min tanya ke Do Kyung soal masalahnya dengan Ji An sampai bisa semarah itu ke adiknya. Manager Min ingin ia memahami kondisi Ji An sebelum datang ke rumah mereka. Do Kyung yang diberi tahu begitu entah kenapa balik membela diri. Dia maklum kok karena itu bukan salah Ji An tapi orang yang menculiknya. Dan soal masalahnya dan Ji An, bukan hal penting untuk Manager Min. Intinya dia nggak mau cerita. Oke, jadi Do Kyung marah bukan karena nggak suka Ji An, tapi nggak suka sama penculik yang akhirnya bikin Ji An kayak sekarang? Lewat. Saya juga agak ill feel sama Do Kyung yang bilang kalau Manager Min sudah mengkhawatirkan macam-macam karena sudah berumur. Manager Min menggerutu setelah meninggalkan Do Kyung. Anak yang secara nggak langsung dia gedein malah gitu. Baru kali ini kelihatan Manager Min jujur banget. Dia mah nggak bisa begini di depan atasannya^^ Suka deh. 

Btw baru tahu itu pena berukir yang mau dikasih Tuan Choi ke Ji An memang ia siapin untuk anak-anaknya. Seo Hyun sudah bisa nebak, appanya bakal ngasih itu ke Ji An. Hadiah masuk univ. So sweet of Mr. Choi. Tuan Choi bahkan tahu bagaimana mereka perlu mendidik Ji An pean-pelan soal sopan santun keluarga mereka. Tuan Choi kan berasal dari luar juga, dia pernah diperlakukan sama dengan Ji An sekarang. Termasuk nghabisin uang yang telah ditentukan jumlahnya oleh Nyonya No. Nyonya No ingin menunjukkan kelas Ji An berbeda dengan sebelumnya. HA. 

Tapi Do Kyung dan Seo Hyun belum boleh tahu soal masa lalu Ji An. Dan apa rencana keluarganya untuk Ji An. Soal masa lalu menurut Nyonya No itu nggak penting. Soal rencana berikutnya nunggu kakek mereka yang  datang dan cerita sendiri. Ji An tegang dan menjatuhkan alat makannya setelah pembicaraan berat itu. Do Kyung memanfaatkan kesempatan ini untuk mengalungkan hadiahnya. Dan Nyonya No jadi ingin Ji An dimake-over biar penampilannya sesuai dengan kalung itu. Agar sesuai pula dengan keluarga mereka.

Di tempat lain Ayah sudah pergi dengan alas kaki yang tidak sepasang dan muntah-muntah karena kurang sehat. Ia meninggalkan rumah kelihatannya dengan memendam marah pada istrinya yang bahkan menandatangani kepemilikan salah satu cabang bisnis kecil milik Haesung tanpa mengatakan apapun padanya. Ayah seolah tak berdaya untuk keluarganya. Ia tak lagi semuda dulu, tak sekaya dulu di cermin. Ayah menangis. Ayah...

Bos Kang aja nggak berminat jadi kaya dan menjual rotinya untuk kafe lain yang lebih besar. Ia masih belum berkeluarga sih, belum tahu banyak orang di luar sana seneng banget kalau dapet penawaran untuk lebih berkembang. Hari itu saja rotinya terjual lebih cepat. Benar-benar laris. Atau Bos Kang kecapekan ya bikin roti sendiri? Dia kan nggak ngasih resep rotinya ke orang lain. 

Di episode ini cute banget ngeliat Ji Soo masih bicara seakan-akan Ji An ada di sampingnya. Roti yang ia rencanakan untuk diberikan pada Ayah malah ia gunakan untuk tester kakak Hyuk. Biar dia bisa ke sana sering-sering, nawarin roti?


Screentime Ji Ho masih sedikit di sini. Tapi karena Ji An sudah tinggal bersama Seo Hyun, screentime Seo Hyun jelas bertambah. Porsi yang lain masih sama seperti sebelumnya. Cuma Hyuk berasa berkurang banget. Kebanyakan adegan di rumah Ji An yang baru soalnya. 

Di forumsoompi banyak yang mengeluarkan ueng-neg kekurang sukaannya soal karakter dan drama ini. Saya termasuk yang nggak puas sih. Tapi masih cocok dibuat hiburan. Masih nunggu perkembangan karakter lain dan bagaimana penyatuan konfliknya. 

Nggak banyak detail dan komentar, review lebih sedikit😊

Artikel terkait

Comments