Review Korean Drama My Golden Life Episode 7 (Part 2)

adsense 336x280
Do Kyung is such a sweet oppa. Really. I like Park Shi Hoo in this character so much. Caring oppa. Charming.

By the way, idk eomma seems different with Ji Soo now. She doesnt want Ji Soo to show her kindness toward her family? It will make her feel guilty maybe.  


Ji Tae datang membawakan semacam vitamin untuk orang tuanya. Tapi karena Ayah sudah kembali ke Daejeon, Ji Soo sampai mau membawakannya langsung. Dan seketika Ibu melarangnya keras. Biar Ayah mereka punya waktu sendiri sejenak. Ji Soo pun patuh dan membukakan ibu satu bungkus untuk segera Ibu minum. Ji Soo-yaaaaaa😭

Ji An diberitahu Seo Hyun untuk sarapan jam 7 besok. Itu jam makan kedua orang tua dan oppa sebelum berangkat kerja. Seo Hyun cerita, dia biasanya diajak juga, tergantung jam kuliahnya cocok atau tidak. Ngomong-ngomong dia bilang gitu, nyamperin ke kamarnya Ji An bukan semata inisiatif pribadinya. Ia diminta Manager Min. Aw, adik barunya yang satu ini juga jujur banget. Seo Hyun juga berkata, penasaran kenapa Ji An bisa luwes mengobrol dengannya dan tidak demikian dengan oppanya. Padahal oppanya sampai memberikan hadiah yang susah didapat bahkan olehnya sekalipun.

Mendengarnya Ji An tak ragu memberikan hadiah Do Kyung untuk Seo Hyun. Ia beralasan tak menyukai designnya. O.ow. Itu tetap hadiah, Ji An. 

Malam tiba, Ji Soo yang biasa bersama kakaknya meraba rak tempat Ji An menaruh buku pengetahuan untuk pencarian kerjanya. Tak ada buku itu lagi di sana. Tapi Ji An masih menyisakan satu kreasi tangan yang sepertinya ia buat untuk Ji Soo. Ji Soo kesal Ji An tak membawanya sekalian.

Ji An sendiri terlihat susah tidur di tempat barunya. Ia melihat ke arah luar jendela tapi tak ua membuatnya tersenyum. Ji An terbangun oleh alarm hp esoknya. Disambut hangat sapaan Do Kyung, Ji An tak membalas ramah. Masih canggung. Ia pun tak terbiasa makan sayur dan ikan hambar. Tentu, semuanya disiapkan oleh salah satu koki Blue House (rumah kepresidenan)  khusus untuk memenuhi gizi mereka. Sepertinya tanpa penyedap. Hehe.

Di sini Seo Hyun diminta Nyonya No menjelaskan apa yang mereka makan untuk sarapan. Apa yang terkandung di dalamnya. Pinter banget deh. Anaknya bakal pinter tuh nanti. Sementara anak lain tahunya cuma makan. Karena makanan enak hari ini saja mendapatkannya susah payah. 

Oke. Sampai di misi menghabiskan cek 30.000 dollar dari Nyonya No. Misi semua orang yang masuk keluarga No kayaknya. Tuan Choi teringat dengan dirinya dulu saat pertama kali menginjak rumah Nyonya No. Hmmmm.

Ji An masih suka barang obral. Sayangnya dia nggak bisa dapet kembalian dengan cek sebesar itu. Setelah ia selesai dengan membeli beberapa barangnya, ia pun membeli barang untuk semua anggota keluarga lamanya. Begitulah ia menghabiskan uangnya. 

Namun niatan baiknya tak tersampaikan ke Ji Soo. Ji Soo tak tergugah. Untuk apa, sementara Ji An membiarkan Ayah yang mengejar mobilnya pingsan di jalan. Ji An terpukul tahu fakta tersebut. Ia ingin mengobrol lagi dengan adiknya itu, tapi Do Kyung menelepon berkata akan membantunya (dengan belanjaannya). Nyonya No menyuruhnya.

Do Kyung lalu tak sengaja mendengar suara Ji Soo yang berteriak ke kakaknya. Ia bisa segera tahu Ji An sudah di rumah lamanya dan Ji An tak mau cerita, malah beralasan. Do Kyung kemudian bilang akan menemui Ji An nanti. Ia memberi waktu Ji An untuk kembali ke mall.

Ji Soo kesal, Ji An bahkan tidak bisa memberitahu mereka (keluarga barunya) kalau dia pulang ke rumah lama. Saya sependapat. Di episode ini kesannya Ji An nggak jujur banget. Menyembunyikan banyak hal. Eh, dia nggak cerita sejak awal sih soal pembayaran hutangnya ke Do Kyung. Memang nggak semua hal bisa diceritain juga, tapi ini nanti efeknya merumitkan tali. Jadi salah paham semua.

Oh ya, kontak Ji An di ponsel ibu: anak perempuan tertua. Apa memang dia nggak ngasih nama Ji An?

Beralih ke tempat Ayah bekerja. Meski Ayah menghilang selama seharian kemarin (saat dia meminta Ji An tetap tinggal dan jangan pindah), bosnya masih percaya sama Ayah. Ia memaklumi Ayah karena mereka sudah bekerja sama lama. Meski demikian, Ayah juga memiliki keinginan untuk meningkatkan perekenomiannya lebih lagi. Ia berbincang dengan suami Hee Ja soal bisnis lain. Bisnis yang katanya membuatnya sukses di Vietnam. Bisnis yang membuatnya bisa membuat keluarga baru di sana. Eaaaaaa. Ayah marah. Tapi mereka udah beda prinsip. Percuma Ayah ngomong.  

Do Kyung melihat Ji An kembali ke mall dengan menitipkan belanjaannya untuk keluarga lamanya ke supir Myung. Supir Myung kayaknya ngeliat Do Kyung juga. Do Kyung gemes sama adiknya ini. Dasar bodoh, sampai menitipkan barang itu ke orang lain agar tidak diketahui. 

Ji An akhirnya diajak Do Kyung pulang bareng. Do Kyung nggak lupa menawari makan malam. Ji An masih kaku sama Do Kyung dan males menanggapi pembicaraannya. Tidak perlu bersikap seperti oppa untuknya. Mereka memang nggak nyaman satu sama lain. Do Kyung hanya bisa mendesah. Mereka berdua ini belum bisa klik. Do Kyung mungkin sudah tahu Ji An walau nggak semuanya. Tapi karena Ji An nggak bisa ngomong terus terang, Do Kyung bakal susah ngertiin dia dan nggak bisa nyari solusi yang bikin Ji An enak. Muter deh tuh siklus, makanya mereka sering berdebat. Kebanyakan berakhir dengan Do Kyung yang ngasih wejangan ke Ji An dan Ji An jadi kesal. 

Sekembalinya Ji An dari belanja, Nyonya No mengecek struk belanjanya. Nyonya No seketika tahu belanjaannya yang tak ia bawa pulang, ia berikan ke keluarga lamanya. Do Kyung yang tahu kenyataanya, heran kenapa Ji An tak memberitahu soal penolakan keluarganya. Ia semakin gemas dengan Ji An yang memberikan hadiahnya untuk Seo Hyun dan telepon diam-diam dengan seorang pria yang mengungkit masalah uang malam-malam. Ia lantas berkata pada Ji An untuk keluar dari rumahnya.


Faktanya, yang menelepon malam itu adalah Hyuk yang sangat ingin tahu soal asal muasal hutang Ji An yang katanya sudah terbayar. Bagaimana bisa Ji An mendapat uang sebanyak itu kalau bukan dari pinjaman atau pekerjaan yang beresiko. Ia terganggu sekali dengan itu, makanya ia harus tahu malam ini. Ji An jelas tidak mau memberitahunya. Ia meminta mereka ngobrol besok pagi.

Saya lupa memberitahu sebelumnya soal aturan keluarga No. Jadi pertama, pelajaran dari Seo Hyun adalah tidak berbicara saat mulutnya penuh makanan. Juga dari Tuan Choi, tak perlu mengambl alat makan yang jatuh.Tidak mengatakan terimakasih pada pembantu mereka. Kata yang tepat adalah 'kerja bagus' atau 'kalian sudah bekerja dengan baik'. Sebabnya mereka dibayar sesuai dengan yang harus mereka kerjakan. Bukanlah hal yang datang dari inisiatif mereka sendiri untuk menolong orang lain. Maka tak tepat penggunaan terimakasih untuk mereka. Ah...dan uang itu dihabiskan untuk keinginan orang yang punya. Bukan untuk orang lain maksudnya? Saya kurang paham yang ini. 

The last dari Do Kyung. Katanya harus dapat pengakuan untuk bisa menikmati semuanya. Walau dari keluarga sendiri. Ini sih kerasa banget dari awal episode 1. Do Kyung memang digituin di perusahaan. Harus kerja keras biar dapet pengakuan ayah dan anggota keluarga lain. Apalagi rekan bisnis mereka. 

Di episode berikutnya akan ada perselisihan hebat Soo Ah dan Ji Tae yang secara nggak sengaja dilihat Ayah. Saya sudah menduganya tapi tetep nggak nyangka secepat ini. Sepertinya Soo Ah kerja di pengurusan pajak? Keren banget ya. Apa penghasilannya lebih tinggi dari Ji Tae?

Terus ada perkembangan Bos Kang dan Noonanya Hyuk. Haha bukan Ji Soo dan Hyuk, malah Ji An dan Hyuk yang sepertinya bakal lebih deket. Kedekatan yang diperhatikan Do Kyung dari jauh karena disuruh Nyonya No untuk menyelidiki pacar Ji An. Nyonya No curiga Ji An minta uang sebanyak itu untuk pacarnya. Padahal kan buat bayar hutang ke Do Kyung. Hhhhh persoalan ini kalau nggak diomongin sama Ji An langsung nggak bakal terungkap dan berputar terus.

"Ji Soo, apakah kau bahagia?"

"Aku tidak pernah tak bahagia seumur hidupku. Tapi sekarang aku tak bahagia, eomma."

Episode berikutnya bakal lebih menggelitik. Ji Soo menemukan sebuah foto dan terkejut. Foto siapa?
adsense 336x280

0 Response to "Review Korean Drama My Golden Life Episode 7 (Part 2)"

Post a Comment

I talked about my thought the most because I dont know the other's mind^^ You can share your own here.

thank you very much for your comment. :)
Hope you can come back!!!