A Brief of Korean Drama Temperature of Love Episode 29-30

Just tell a little...
"Ketika aku bercerita tentang orang tuaku yang dia katakan hanya, aku tidak lelah." Jung Sun menggendong Hyun Soo di punggungnya. Tidak lelah adalah jawabannya sementara ia tidak menanggapi cerita Hyun Soo... Biasanya seseorang akan membalas dengan menceritakan balik keluarganya atau menanyakan cerita lain. Tapi bagaimana Jung Sun mau cerita tentang orang tuaya yang baru menikah setelah tahu dia akan lahir? Tapi dia sempet cerita bagaimana ibunya mempengaruhinya menjadi seorang chef. Saya masih suka gimana SWnim nyeritain ini. Mengenai bagaimana seorang cewek dewasa di usia pernikahan dan cowok yang lembut dan mengalami masa sulit dulu seperti Jung Sun.

"Jangan menangis sendiri. Menangis sendiri menunjukkan dirimu tak mengizinkanku masuk ke hidupmu. Aku harus tahu betapa sakitnya dirimu sehingga aku bisa mencitaimu lebih lagi."

"Kau tidak tahu betapa berantakannya hidup anak yang keluarganya hancur. Aku akan mengatakan lain kali. Aku tidak biasa berbagi sakitku."

Hm... butuh pengertian dua orang ini.

Saya juga suka bagian Hong Ah cerita dia sempat suka Jung Sun selama 4 tahun lalu tidak sekarang. Ia bisa mengakhirinya karena sadar itu bukan perasaan tulus. Hong Ah menyarankan Jung Woo melakukan hal yang sama juga sebab Jung Woo tidak mau membatalkan kontrak dengan Hyun Soo meski tahu Hyun Soo masih berkencan dengan Jung Sun. Jung Woo bilang tidak mudah menemukan penulis yang bagus. Padahal bukan itu alasan sebenarnya. Ia meneruskan Hong Ah bisa merubah perasaannya karena akhirnya sadar yang dirasakan bukan ketulusan, sementara Jung Woo tidak. Ia tahu yang dirasakannya tak sama dengan Hong Ah. Ia bahkan sampe ke tempat batu dengan bunga kecil yang tumbuh kesukaan Hyun Soo. Mengingat dulu ia menemani Hyun Soo... Aih.

Mencuci rambut karena frustasi...ada yang ngalamin kayak Hyun Soo? Haha. Kyung nyeletuk makanya dia nggak mau pacaran.

"Jung Sun tak terbiasa bersandar pada orang lain tapi berbeda dengan dirimu." Deg. Jung Woo-yaaaaaaaa, you realize it right? I think he will change after this^^ Harapan baru buat karakternya...

Apalagi ibu Jung Sun berkata mungkin kau hanya berpikir cuma ada satu cinta/wanita karena kau muda, tapi selalu ada pendatang baru. Orang-orang baru. Lalu kenapa kau harus terobsesi dengan satu wanita kalau kau kaya? Shoot the right spot! Wkwk tapi firasat saya, Jung Woo nggak mau cewek matre jelas. Nggak ada yang tahu kapan industrinya bangkrut. Dan untuk orang sepertinya, nyari yang setia seperti Hyun Soo bukan urusan mudah...

Bromance masih kelihatan kuat banget. Jung Woo juga nawarin hubungan yang tahan lama dibanding cinta. Jung Sun sangat berterimakasih karena hal itu, tapi ia tidak bisa terima. Sigh. Dua orang ini saling butuh sebenernya. Satunya merasa sendiri karena ditinggal kedua orang tuanya mati, satunya merasa sendiri karena nggak ada yang ngerti dirinya. Kedua orang tuanya bercerai dengan konflik kekerasan rumah tangga. Hanya saja, selama ada Hyun Soo di antara mereka, keduanya akan sama-sama terluka. Jung Woo sudah mulai menghindar dari Hyun Soo dan sebaliknya. Namun tetap nggak aman untuk hati. Jung Sun akan selalu merasa rendah dari Jung Woo. Dan Jung Woo nggak bisa berbuat apa-apa.

Di saat seperti ini ketika ibu Hyun Soo harus dioperasi dan butuh dokter profesional. Jung Sun yang nggak punya kenalan, hanya mampu membuatkan makanan enak dan cantik untuk menghibur orang tersebut. Berbeda dengan Jung Woo. Jung Sun sampai meminta tolong ke ayahnya yang juga dokter (gigi?). Namun sang Ayah yang mendengar kalau Jung Sun melakukannya untuk pacar, ia bilang terlalu muda untuk Jung SUn menikah. Damn! Bener juga. Janga-jangan karena mereka dulu nikahnya cepet jadi bilang gini ke anak. Jangan membantu atau bertindak terlalu jauh katanya kalau tidak ingin menikah. Saya punya firasat Jung Sun dan Hyun Soo butuh perjalanan panjang untuk menikah. Dan masih keingetan sama perkataan Hyun Jin di promo drama kalau drama ini bukan nyeritain bagaimana dua orang berbeda usia cukup jauh menikah. Salah pahamkah saya atau memang pernikahan nggak jadi ending drama?

Sekali lagi, kekuatan drama ini ada di dialognya yang ngalir. Nonton pake jurus skip-skip nggak membantu mengestrak pesan yang mau disampein.

Artikel terkait

Comments