Review Korean Drama Just Between Lovers/Rain or Shine Episode 2 (+highlight teaser)

Not allowed to copy these Little Thing's (ndyra.blogspot.com) posts to other site. Good attitude is needed to be a good person indeed.

<<Sebelumnya: Just Between Lovers Episode 1


Credit: jtbc

Episode kali ini durasi tetap sama 65 menit tapi dengan full sub dari viki.

Diawali dengan flashback ke saat S Mall rubuh dan menimpa Kang Doo. Miris rasanya melihat ia keruntuhan bangunan yang ayahnya ikut jadi pekerja untuk membangunnya. SWnim cukup tega 😂


Da Reum (Kang Doo remaja) ini lain kali coba main romcom hahahaha. Sering banget liat dia peran begini. Pendiem tapi menghanyutkan 😁
Orang-orang mengucapkan ini untuk memberi kenyamanan. "Ini akan berlalu." Benar. Tak peduli seberapa mengerikannya kejadian itu, semuanya akan berlalu. Tapi masalahnya... kejadian itu selalu datang kembali. 
Moon Soo lagi nggak berminat datang ke lokasi Bio Town. Sementara Kang Doo yang bertugas semalaman, juga telah menghancurkan batu (?) memoriam untuk para korban S Mall dulunya. Pemandangan fajar yang indah itu sungguh kontras dengan dirinya yang berbuat kasar. Dari sana, adegan teaser yang menunjukkan punggung Kang Doo yang gelap berlatar langit jingga terlihat. Ternyata tak sekeren dugaan saya awalnya. Kang Doo ternyata baru saja memancing omongan.

Errrr adegan Joo Won naik mobil bersama Moon Soo selalu terasa aneh buat saya. Mobilnya kayak melaju cepet banget dilihat dari kanan kiri jalan yang mereka lewati.
“Lihat langitnya, eonni! Bukankah hari ini hari yang indah?”
Ini lagi. Miris. Ya...nggak ada yang tahu tentang semua hal.

Beralih ke Kang Doo yang makan di rumah pemilik penginapannya yang punya anak Sang Man. Ia terlihat iri sekali dengan Sang Man yang meski memiliki keterbelakangan mental, tetep disayang banget sama ibunya. Ohhhhh... Lutut Kang Doo bahkan bisa sangat lemas hanya karena ia dilewati truk pengangkut beton (?). Memantik sakit yang ia rasakan dulu terjepit di tengah kegelapan sendiri. Sungguh, mimpi buruk itu sering kembali.

Eh, rumah Moon Soo ini luas ya! Banyak jendela dan ruangannya wkwk. Tentang akting Won Jin Ah. Saya Cuma belum terbiasa aja sama akting marahnya. Hehe mungkin setelah beberapa project kali ya, ia bisa ketemu mimik yang pas.

Pinter loh ketika Kang Doo mengikuti Moon Soo naik bus dan pura-pura tidur di kursi belakang. Jadinya nggak ketahuan oleh Moon Soo saat Moon Soo menoleh mencurigainya.

Oh ya, syuting drama ini dilakukan September kalau nggak salah, pas musim gugur. Sempet aneh sih jadinya liat Kang Doo makan es krim hehe. Mana cuacanya cerah banget. Saya kira mereka suting sejak musim panas.
Aku ingin lanjut meski tidak menyenangkan.
Dari kata-kata Moon Soo, rasanya ia seperti menantang dirinya sekaligus berusaha menyembuhkan traumanya. Sama seperti saat Kang Doo meminta dipekerjakan di sana. Mereka ingin sembuh. Mungkin saja bekerja di sana akan membantu mereka berdamai dengan masa lalu. Dan Joo Won. Sepertinya ia juga ingin memperbaiki apa yang salah dulu. Ia akan mulai dengan yang baru.

Saya suka seorang kakak seperti Kang Doo yang perhatian dengan adiknya. Mengambil surat penagihan pinjaman dan membantunya memasak. Ia juga menyarankan Jae Young untuk menyewa tempat yang lebih dekat dengan rumah sakit tempatnya magang. Jangan-jangan itu rumah mereka ya? Rumah yang ditinggali Jae Young sebenarnya sudah dibeli orang lain, tapi Jae Young membayar uang sewanya untuk ia beli niatnya. Sepertinya Jae Young masih betah di sana (ia tahu ibunya yang menangis saat menjual rumah itu), bahkan memasak sendiri untuk peringatan kematian ibunya.

Saya juga suka dengan Moon Soo yang berusaha tersenyum dan ceria menghadapi ibunya di rumah seberapa lelahnya dirinya. Good ddal.

Plus Joo Won yang ngajak ngobrol Moon Soo selama di lift untuk mengalihkan ketakutannya. Sweet gesture. Eyyyy jangan bilang ia sudah tahu Moon Soo dan Kang Doo salah satu korban kejadian lampau? Ia bisa menebak dengan benar Kang Doo yang menghancurkan batu memoriam tersebut dan memberinya pekerjaan mengawasi para pekerja. Ia pun dengan terus terang menceritakan bagaimana dulu, seseorang yang berkata akan baik-baik saja dan tak ikut dalam pembenahan mall, malah tak pernah ada di lokasi. Terlihat tak berani.

Cute saat Moon Soo membandingkan penampilannya dan Yoon Ji yang bak langit dan bumi. Kuku kotor, benang pakaian yang terjulur, celana yang kotor? Apalah ia dibandingkan seorang wanita anggun, cantik, nan pintar di depannya.
Kau terlihat baik-baik saja di luar, tapi kau tak normal.
Bagaimana aku hidup tanpa menggila? Di dunia gila ini?
Romantis nih Kang Doo sama halmeoni duduk di ayunan bersampingan.
Karena tak akan ada lagi masalah. Sekarang ibumu dan aku tak punya alasan bertengkar dan kita tak punya masalah lagi, aku ingin mengakhirinya.
Ternyata ada juga alasan bercerai begini...

Pindah topik. Udah pada tahu kan ya, kalau Ayah tuh nggak jawab pertanyaan Kang Doo soal siapa cewek yang menyelamatkannya setelah digebukin para kawan bos tempo hari, karena apa? Iya. Karena Kang Doo terlihat bukan orang baik, sementara Moon Soo yang menyelamatkannya adalah putrinya sendiri. Siapa yang mau mengenalkan putrinya dengan orang macam Kang Doo >.<

Entah sejak kapan Moon Soo tuh baiiiiiiiiiiiiiiiik banget sama orang. Kang Doo ditolongin. Orang nggak dikenal ditolongin. Padahal nggak mudah sebenarnya ngurusin orang lain begitu. Sendirian pula.

Saya penasaran nih sebenarnya apa hubungan Kang Doo dengan pemilik club ya? Kok mau banget dimintain ini itu. Ngeliat si cewek di samping Ceo ternyata baik-baik saja wajahnya dan dipanggil sebagai adiknya Joon Ho olehnya, saya kira si CEO udah tahu kalau Joon Ho berbohong (padahal yang bohong Bos club). Makanya perbuatannya dibales begitu. CMIIW.
Cinta tak selalu berakhir di pernikahan.
Ehem! Cinta second lead seringnya mah.
Kita tahu semua itu bohong, tapi kenapa para wanita selalu suka tokoh pria dalam komik atau drama? Karena yang seperti mereka tak ada di sini.
Seperti menginginkan yang sempurna yang cuma ada di hayalan...

Aiiiiiiiiiiiiih, akhirnya dapet sesuatu dari akhir episode 2 ini! Kang Doo menatap lekat Moon Soo dengan lebih dekat. Sebuah flashback muncul setelah ia mengatakan, percaya pada seorang di sampingku saat bahaya? Yang kau pedulikan ketika mendekati kematian adalah dirimu sendiri.

Kang Doo bisa jadi yang berteriak meminta pertolongan. Tapi yang diselamatkan lebih dulu adalah Moon Soo, sementara ia malah terperangkap lebih lama dengan luka di kakinya. Akankah kakinya tidak terlalu parah jika ia diselamatkan lebih cepat? Infeksi mungkin?

Hmmm episode selanjutnya, Yoo Jin tampak peduli dengan Moon Soo. Merasa Joo Won terlalu dekat dengan Moon Soo?

Drama ini selain punya alur lambat (SWnim menang untuk naskah drama spesial di KBS dulu. Kelihatan banget stylenya yang minta kesabaran penonton haha), sinematografi juga tampak berusaha begitu diutamakan. Ini juga sih yang bikin kesan lambatnya terasa. Sering ngeshoot individu dan latar cahaya atau landscapenya. Jadi bagus memang tapi nggak semua orang juga suka diliatin itu terus.

Ah...dan drama ini nunjukin luka korban lewat Kang Doo dan Moon Soo, berbeda dengan luka Joo Won sebagai anak insinyur yang membangun Mall. Joo Won lebih terlihat tegar karena dia sudah melalui waktu orang-orang mengejeknya. Sedangkan Kang Doo dan Moon Soo lebih terlihat tak terima dan kesal. Apik.

***

Nyambung ke highlight teaser ya karena nanti malam udah masuk episode 3 yang mungkin udah ditunjukin di teaser juga (selain preview). Menurut saya highlight teasernya nggak kalah ciamik. Dibuka dengan ditulisnya nama tim drama ini yang sudah terkenal, seperti Yoo Bo Ra sebagai penulis drama sukses Secret Love dan Kim Jin Won sebagai sutradara drama populer Innocent Man aka No Such Thing as Nice Guy.

Angin yang disebut kedua pemain utama dalam teaser...apakah itu? Pertanda buruk?

Ada adegan Kang Doo melemparkan sesuatu ke laut. Ini belum ada kan? Ada pula Kang Doo yang mengecek truk yang masuk. Ia mengenalkan diri pada supir truk. Hihi.

Bagian Moon Soo yang dalam bak mandi sauna melihat kakinya yang memar sudah ada di teaser episode 3 jadi mungkin nanti akan tayang. Ia menenggelamkan diri di bak itu entah memang karena kepikiran waktu ia jatuh menimpa Kang Doo atau bukan.

Kang Doo dan Moon Soo makan cemilan bersama di pojangmacha sampai mabuk. Pakain mereka beda sama di preview nanti malam.

Adegan lain, ada Moon Soo yang tersenyum setelah dibilangin Kang Doo apa tuh? Ia juga tersenyum saat Kang Doo memintanya tersenyum di depan kamera ponsel. Sepertinya mau foto profil untuk sesuatu. Dikirim ke Ibu? Ckck maniiiiiiiiiiis banget semanis senyum Kang Doo juga yang menjepretnya^^ Ayah sampai heran siapa yang bikin Moon Soo kayak gitu hehe.

Kayaknya sepenginapan pada ngerti deh Kang Doo suka ma cewek. Halmeoni kepo, bos club juga. Mereka (Moon Soo bersama eonni penulis webtoon dan Joo Won?) pun bahkan punya acara makan-makan di rooftop penginapan. Ada apa nih?

Kang Doo bikin masalah lagi? Punggungnya ditempeli koyo sama halmeoni...

Paling nyesek adalah adegan saat ibu yang melihat bibir Moon Soo dipoles lipstik oleh ahjumma, malah dimarahi ibu dan ibu berusaha menghapusnya. Kata ibu Moon Soo tidak boleh. Eommaaaaaa T.T

Flashback ada lagi menunjukkan saat konferensi pers kejadian mall. Joo Won menatap sedih (memelas?) pada Yoon Ji yang menatap ke arahnya. Siap-siap nyesek...Kang Doo menangis. Berhubungan dengan Moon Soo yang tak mengingat masa lalu karena trauma?

Semuanya nggak lebih bikin penasaran kenapa Kang Doo dan Moon Soo masih saling tak melepas pandangan walau Moon Soo sudah naik bus. Nafas kang Doo juga terlihat terengah. Apa ini saat Moon Soo sudah ingat? Lalu apa yang membuat Kang Doo seperti habis terburu-buru?

Selanjutnya: Description of Other Characters, Just Between Lovers/Rain or Shine Episode 3

Artikel terkait

Comments