Review Korean Drama Wise Prison Life Episode 13

Not allowed to copy and repost these Little Thing's (ndyra.blogspot.com) Posts to other site


Credit: tvN


Review Wise Prison Life Episode 13

Kali ini beda. Episode ganjil lebih memberi feel ketimbang episode genap hahahaha. Efek (SPOILER) ketiadaan Kaist Jung, si paman Dong Cheol kali ya. Dan lebih banyak cerita di episode ini.

Ngomong-ngomong, yongmi sudah tidak mengupload lagi subnya di subscene. Jadi kami yang menonton harus menunggu sub Netflix yang memang baru ada seminggu setelah tayang. Jika ia atau orang yang mengenalnya melihat posting ini, terimakasih saya sampaikan untuk sub indo 11 episode kemarin. Mengurangi penantian menunggu sub Netflix yang lumayan lama meski itu bukan pekerjaan yang sebentar. Timing...translating... 1 setengah jam lagi... saya sih nggak bisa bayangin. Karena itu, saya minta maaf kalau postingan saya membuat tak nyaman. Untuk semua pembaca juga. 

Semua terjemahan yang saya gunakan di episode ganjil (dari 1-11 plus episode 2), credit to yongmi. Thank you so much.

Episode 13 dimulai dengan cerita Han Yang yang malam itu ngungsi ke tempat latihan basebal Jae Hyuk setelah bertengkar dengan Jung Woo. Petugas Paeng membawanya ke sana untuk mencegah terjadi sesuatu yang lebih fatal pada Han Yang๐Ÿ˜… Joon Ho mengatainya pencari perhatian karena kebiasaannya itu. Ia jugas sudah tahu kalau Han Yang suka menempel pada Joon Ho. Bahkan padanya yang seperti biasa, Han Yang juga menggunakan paha Joon Ho yang duduk di sana sebagai bantal. 

Joon Ho lalu bercerita ia tahu anak orang kaya seperti Han Yang memang begitu. Ortu Han Yang yang punya resot iga terkenal itu kan? Ia ke sana kemarin dan bertemu mereka. Ibunya begitu keras tapi Han Yang bisa jadi anak begini. Ia heran haha. Jae Hyuk yang mendengarnya nyeletuk, menyindir Joon Ho yang ke sana pasti dengan pacarnya. Joon Ho tentu enggan bercerita. Apalagi dia  masih dicap playboy oleh Jae Hyuk. Bahkan Jae Hyuk sudah merasa kasihan duluan dengan pacar Joon Ho. Hahahaha kalau aja Jae Hyuk tahu pacar Joon Ho adalah adiknya sendiri, kayaknya udah habis itu Joon Ho >.<


Joon Ho mengalihkan pembicaraan melihat rambut Han Yang yang tiduran di pangkuannya. Ia tunjukkan kutu pada Han Yang dan menyodorkannya ke mulutnya LOOOOOOOL. Dipikir Han Yang apa? Han Yang sebel banget dengan gayanya yang lucu. Mereka lalu mulai saling terbuka. Han Yang jujur berkata mungkin ia menghilang saja ibunya tak akan tahu. Ibunya lebih peduli dengan uang dibanding dirinya, putra Ibu satu-satunya. Jae Hyuk dan Joon Ho tak bisa percaya. Nggak tahu terimakasih sepertinya si Han Yang ini (Han Yang sampai dipukul keduanya dengan keras). Dulu saja mereka harus merengek minta dibelikan gamebot (CMIIW). 

Mmmmm...Jae Hyuk dan Joon Ho hanya tak tahu masa lalu Han Yang lebih sulit dari mereka. Jangankan bisa merengek minta dibelikan. Untuk sarapan dan baju saja, Han Yang cukup terima dengan mie instan karena ibunya selalu bekerja tiap pagi. Bajunya kotor dan ia jarang mandi maka tak jarang ia selalu dihindari yang lain. Ia pun  mengumpamakan buku kecil yang tebal sebagai gamebot. Ia tak pernah punya game semacam itu waktu kecil. 

Ia tumbuh tanpa punya teman dan menghabiskan banyak waktu sendiri bersama buku. Iya. Akhirnya kita tahu bagaimana Han Yang bisa segenius ini. Ia sendirian sampai setidaknya ia bertemu Ji Won di masa akhir SMP. Ji Won-lah yang mengajaknya bermain pertama kali. Tak memedulikan fakta dirinya sebagai yang terkucilkan di kelas. Sip. Semua beralasan. Kenapa Han Yang jadi begini. Kondisi keluarga...kebaikan Ji Won...

Entah apa yang merasuki Han Yang malam itu bercerita juga mengenai dirinya yang menyukai Ji Won, seorang pria, kepada dua orang di samping kanan kirinya Jae Hyuk dan Joon Ho. Haha. Ketiganya lagi makan es krim bersama jadi terhenti. Shocked. Han Yang menyambung pernyataan mengejutkannya tadi dengan pengakuan lain kalau ia sudah tahu Joon Ho dan Jae Hyuk merupakan teman masa kecil, bukan penggemar dan idolanya. Wkwkwkwk siapalah yang bisa terbohongi seperti itu. Han Yang cuma kaget ternyata pertemanan mereka malah berawal sejak SD. Lama banget hahahaha. 

Jae Hyuk cepat tanggap, berpura-pura ketahuan. Joon Ho ikut-ikutan. Ah, jadi kau sudah tahu? LOL. Saya paling suka Han Yang kalau udah sama Jae Hyuk. Mereka so sweet banget dan klik ๐Ÿ˜† 

Keesokan paginya, Jae Hyuk juga memukul kepala Han Yang dari belakang karena ikut-ikutan teman satu sel lain yang memandangi Ddolman sinis. HAHAHAHA. Kau jangan ikut-ikutan, katanya. Han Yang berhenti menatap. Mereka pagi itu mau membagi stok belanjaan. Jae Hyuk sudah merencanakan ini dan membicarakannya dengan teman satu selnya yang lain. Beginilah caranya untuk membuat Ddolman luluh. Kalau kata Kaist Jung ahjussi mah, dekati temanmu dan lebih dekatilah musuhmu. Jae Hyuk tahu Ddolman akan sulit ditempatkan di sel lain karena sikapnya dan pasti butuh waktu juga bagi Ddolman untuk pindah, jadi dengan menjaganya dekat seperti ini lebih aman sih. Toh dia punya taktik itu.

Jae Hyuk bahkan membelikan Ddolman selimut musim panas. Aiguuuu wkwk. Ddolman udah membungkuk terus aja tiap dikasih sesuatu sama Jae Hyuk. Mulanya Ddolman emang nggak mau diajak kumpul di tengah untuk dibagiin barang (Han Yang bilang Ddolman pasti malu setelah kesan pertamanya yang garang pertama kali, ia berkata Jung Woo dulu juga prangainya kasar kok sepertinya tapi lihat sekarang๐Ÿ˜), namun setelah semuanya meneriakinya karena lama, ia pun menurut dengan takut-takut. Hahahahaha, the new Ddolman-ah is here^^ I like him so much. 

Eh, itu tadi taktik dalam sel ya? Ddolman jadi patuh. berikutnya taktik luar sel biar Ddolman nggak diajain geng buruk lagi. Jae Hyuk sudah minta bantuan teman satu selnya pula soal ini. Jadi mereka pinjam alat dari perkebunan. Bergaya boyband (eh) mereka memasuki lapangan tempat preman berada. Han Yang berusaha berjalan dengan cool dan lurus tapi ia tetap saja jatuh. Haha, ia bahkan sudah memakaikan hansaplast di mukanya biar terlihat seperti badboy yang sering bertengkar. LOL. 

Dengan Ddolman yang berjalan cemas di belakang, ada Min Chul ahjussi di depan samping kiri memperlihatkan tato naga besar di punggungnya. Jae Hyuk melempar-tangkap apel di tangannya dan di sisi paling kanan ada Jung Woo membawa bungkusan kertas coklat besar. Lupa. Ada Kaist Jung yang membawa galon di samping kiri entah apa isinya. 

Saya baru tahu kemudian kalau yang berada di balik karton raksasa punya Jung Woo adalah gergaji mesin besar dan yang dibawa kaist Jung adalah galon gasoline. Hahahahaha. Keduanya jelas nggak menakutkan bagi preman, bahkan bos preman sudah siap dengan pisaunya sebelum akhirnya dibungkam Jae Hyuk dengan lemparan apelnya yang super cepat. STRIKE!!!

Meski begitu Kaist Jung ahjussi tetap saja kesal dengan Jung Woo. Harusnya gasoline dulu yang keluar baru gergaji mesin bersuara mengerikannya Jung Woo. Urutannya keliru jadi nggak nakutin deh. Padahal mah, siapa yang tahu itu isinya gasoline kalau bukan kaist Jung sendiri yang bilang. Tak berapa lama, petugas Paeng pun ke sana dan menyuruh mereka mengembalikan punya taman ke tempatnya. Wkwkwkwkwk. 

Kejadian lucu berikutnya di lapangan latihan baseball. Lemparan Jae Hyuk entah kenapa jadi emosional, cepat tak terhenti. Untungnya masih bisa ditangkap oleh Ddolman yang tak kenal takut dengan kecepatan bola Jae Hyuk (membuat Joon Ho kagum. Jae Hyuk benar-benar tepat memilih orang. Siapa yang tahu Ddolman emang pernah main baseball?). Kayaknya Jae Hyuk juga terpengaruh sama telepon-tak-diangkat Ji Ho beberapa hari ini. Padahal kan dia kangen banget. Joon Ho jadi menyuruh Ddolman berbalik saja karena dia tahu Jae Hyuk akan mengeluarkan ponselnya kemudian. Berusaha menghubungi Ji Ho lagi. 

Benar. Jae Hyuk tanpa peduli dengan keberadaan Ddolman di sana, mengeluarkan ponselnya (seharusnya sembunyi-sembunyi karena tindakan ini kan dilarang sebenernya). Walhasil Joon Ho harus berusaha keras mencegah Jae Hyuk menggunakannya di sana. Ribut sekali mereka berlarian ke sana kemari. Ddolman yang nggak bisa lihat apa-apa sudah menunjukkan wajah bingung. Bisa jadi  ia berpikiran aneh-aneh tentang mereka ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„ 

Ddolman sudah terbiasa melayani orang lain. Ia sudah siap dengan handuk untuk diberikan pada Jae Hyuk sekeluarnya Jae Hyuk dari kamar mandi. Jae Hyuk lalu menyuruh Ddolman berhenti saja. Lakukan apa yang Ddolman sukai. Ddolman nggak mengerti dan tetap menawarkan handuk tersebut untuk Jae Hyuk haha. Jae Hyuk menyerah, berkata kalau memang tak ada yang mau Ddolman lakukan, pijat saja Min Chul ahjussi. Wkwkwkwkwk. Min Chul ahjussi ketiban untung.

Kaist Jung membandingkan Ddolman dengan Han Yang. Ddolman mah nggak tahu apa yang ia suka setelah ia menghabiskan hidupnya dengan melakukan permintaan orang lain. Sementara Han Yang selalu melakukan apa yang ia suka. Termasuk mencari perhatian (pukulan dari) Jung Woo, rekan seusianya haha. Han Yang sudah di depan rak Jung Woo, sepertinya mau mengambil sesuatu dari sana. Sampai Kaist Jung menawari mie racikannya yang super lezat ๐Ÿ˜Š Han Yang mengurungkan niat. Ia yang tadinya mengajak Jung Woo berkelahi, berkata Jung Woo terselamatkan oleh mie. LOL. Cepat sekali Han Yang ngesot meluncur ke Kaist Jung. Haha mie Kaist Jung emang beda. Nggak tahu sebenernya apa efek soda dan serbuk teh yang ia gunakan untuk saus mie itu.

Han Yang mengakui keterampilan Kaist Jung dan memperkenalkan bakatnya pada Ddolman sebagai rekan mereka yang baru. Meski berandal, kau bisa mengandalkannya. Haha Han Yang cari gara-gara dengan Kaist Jung kali ini dan seperti biasa Jae Hyuk menahannya. Hihi, tapi Jae Hyuk menggoda Kaist Jung juga kali ini. Ia berkata ia tak mengerti ucapan Kaist Jung (karena kecadelannya๐Ÿ˜Ž). LOL. Mau dipotong juga apa lidah Jae Hyuk? Gemes ya liat mereka gini. Kayak anak kecil. 

Cerita saya tambah panjang ya? Hahahaha, ini masih separuh perjalanan padahal. Jadi kita beralih ke makan siang di taman. Ceritanya Ddolman ikut surat-suratan dengan tahanan wanita di penjara lain. Diajak Kaist Jung. Mereka bercerita akan dapat kunjungan dari wanita yang menulis surat itu. Jae Hyuk sebelumnya udah ngasih katsu (? ayam filet dibalur tepung) ke Han Yang (AWWWWW) karena nggak nafsu makan, Ji Ho belum bisa datang, jadi narik kembali katsunya begitu tahu peraturan larangan kunjungan dicabut. WKWKWKWK. Han Yang yang nggak terima dengan Jae Hyuk yang begini, langsung menggigit lengan Jae Hyuk. Tapi jelas kalahlah Han Yang, Jae Hyuk lebih kuat darinya. Han Yang terjungkal ke belakang dengan mudah. 

Namun ia cepat kembali duduk dengan gerakan meniru ular lengkap dengan suara mendesis dan lidah bergerak-geraknya saat mendengar isi surat Ddolman dan Kaist Jung sama. HAHAHAHAHA. Ada yang bermain ular-ularan di sini kata Han Yang. Yang sudah nonton pasti ketawa banget dah. Lucunya si Han Yaaaaaaaaaaang! Mereka kemudian melihat bersama isi surat Ddolman dan Kaist Jung. Benar saja, dengan sekali lihat Han Yang tahu itu ditulis oleh orang yang sama. Salah satu surat ditulis menggunakan tangan kanan, dan satunya tangan kiri. Gubrak ya hihi. Narapidana lho padahal ini. Dan Ddolman keukeuh meminta Kaist Jung mundur. 

Percakapan mereka terhenti karena ada kunjungan untuk Yoo Han Yang dan Yoo Jung Woo. Petugas sampai mengira mereka saudara hihihi. Emang. 

Sayangnya, Han Yang dengan kunjungan itu jadi pemurung setelah sebelumnya menangis di hadapan Ayah. Ayah yang mendengar Han Yang mengeluh soal Ibu yang hanya mementingkan uang, mengatakan soal Ibu yang sengaja melaporkan anaknya sendiri. Ibu ingin Han yang berubah. Ibu juga menangis malam itu karena sedih sudah menjebloskan anak sendiri ke tempat seperti penjara. ๐Ÿ˜ข

Han Yang sama Jae Hyuk beneran so sweet. Kepala Han Yang ditepuk-tepuk Jae Hyuk pelan setelah melihatnya menggigil. Ia juga menggendong Han Yang (gaya princess) ke tempat tidur (di episode ini Ddolman yang udah dipanggil nama asli, Dong Ho oleh Jae Hyuk, sigap sekali nyiapin keperluan satu sel. Sampai rajin menyikat kamar mandi :). Lucunya Han Yang sempet nggak mau ngelepasin rangkulan ke lehernya Jae Hyuk hahahahaha. Jung Woo juga suatu malam sampai memberikan Ddolman bantal yang sempat tersingkir dari atas kepalanya. Aw. Ini sel 2B6 tambah manis sekaligus menyakitkan menjelang ending.

Ada kisah lain di sini. Tak disangka, Min Chul ahjussi ternyata pernah menikah. Dan hubungan Jung Woo dengan sang kakak yang terpaut jauh perbedaan usianya, tak begitu akrab dulu sebelum Jung Woo masuk penjara. Ultah apalagi usia Jung Woo saja tak ia ingat. Sewaktu perpisahan masuk kamp wamil pun canggung sekali keduanya untuk sekedar berjabat tangan. Padahal biasanya saudara akan memeluk erat. Namun kini, semua berubah. Termasuk untuk Kaist Jung yang mulanya berkata tak rindu sama sekali pada putranya yang sudah putus dengannya.

Ngomong-ngomong surat berikutnya dari si wanita pasangan kencan Ddolman dan Kaist Jung lalu datang. Ia memutuskan untuk menilai saat mereka bertemu lagi nanti. Kaist Jung lucu nyeletuk, apa dia sedang syuting Produce 101? Wkwkwkwk kebalik atuh, Pak. Dirimu mah yang syuting minta dipilih nih. Jadilah lagu Pick Me-nya IOI diputar hahahahaha. Antara Ddolman yang botak dan Kaist Jung yang berambut putih. Kaist Jung minta ke Soji cologne dan hair-pome ke Min Chul ahjussi. Sementara Ddolman sengaja pakai krim biar kepalanya mengkilap dan memilih beanie, tudung kepala biar keliatan bagus. Tapi kok kayak biksu ya? Wkwkwkwk tok tok tok tok...bunyi kentongan kuil dipukul jadi bgm ^^ Ddolman juga menyetrika bajunya sampai licin, lurus banget garis celananya dengan botol air panas (?).

Petugas Paeng datang membawa pengumuman kunjungan. Jae Hyuk yang dipanggil namanya langsung berdiri. Hehe, petugas Paeng nggoda nih, dia cuma mengeraskan suaranya mencari nama Jae Hyuk di daftar. Ternyata nama Jae Hyuk nggak ada. Han Yang menepuk-nepuk pundak Jae Hyuk saat Jae Hyuk kembali duduk dan memberi pahanya sebagai bantal kembali. Hihi. 

Kaist Jung yang dapat kunjungan. Dan orang yang berkunjung adalah istrinya, ibu dari anaknya Gun Woo yang telah lama ia tinggalkan karena memilih wanita yang lebih kaya. Istrinya memberitakan Gun Woo yang hampir mati, terlalu lama menanti donor hati untuk penyakitnya yang parah. Kaist Jung tersentak. Sementara ia bersenang-senang, istri dan anaknya justru berjuang mati-matian demi hidup. Kaist Jung ahjussi singkat cerita akhirnya bisa mentranplantasikan hatinya bagi sang anak. Mereka sebenarnya tak direncanakan menggunakan lift yang sama, namun takdir seolah berkata lain.

Lift yang semula akan digunakan Kaist Jung ke tempat operasi malah selalu penuh, sehingga Kaist Jung menggunakan lift yang sama dengan yang digunakan puteranya. Entah bagaimana, meski tak saling melempar muka satu sama lain, hanya terbaring berdampingan sambil menatap langit lift di atas mereka, keduanya sudah saling tahu. "Ayah, bukan?"

Kaist Jung jelas membantah. Gun Woo salah orang. Tapi setelah Gun Woo keluar terlebih dahulu, ia menangis meneriakkan nama Gun Woo. Iya, ini Ayah. TT.TT Sesudah operasi, Kaist Jung juga bersikeras melihat puteranya walau Ibu sudah bilang Gun Woo tak mau menemuinya yang seorang narapidana. Kaist Jung memberontak. Sakit sekali rupanya tak dihiraukan anak seperti itu meski hatinya sudah ia berikan. Seperti kata Min Chul ahjussi dan Han yang pada Jae Hyuk, harusnya kau memperlakukannya dengan baik saat kau bersama pacarmu dulu. Kau menyesalinya sekarang setelah berpisah dengannya. 

Iya. Kaist Jung menyesal. Tapi ia tetap tak bisa apa-apa. Ia rela dengan perlakuan Gun Woo. Dan penonton juga rela melihat Kaist Jung pergi setelah episode ini huhuuuuuuuuuu. Ia dipindahkan ke penjara lain! (Kaist Jung sebelumnya udah bilang, selama hidup mereka harus mengumpulkan banyak bintang, maksudnya pengalaman kali ya? Ia kayak sudah sering pindah/keluar masuk penjara. Dan lihat sekarang. Ia dipindahkan lagi. Sigh)

Catatan: saya membuat review tanpa menonton kembali videonya, jadi hanya berdasarkan ingatan dan sesekali melihat transkrip. Bisa jadi tak berurutan dan terlewat.

Selanjutnya: Wise Prison Life Episode 14

Artikel terkait

Comments