My Daughter Seo Young - "Ahjussi" Episode 15 - 24

*Credit Image: KBS

"Ahjussi"
Woo Jae dan Ayah Mertua


A present from me and a beautiful drama, “My Daughter Seo Young”
 
Sebelumnya, Ayah mendapat tawaran menjadi petugas parkir di suatu perusahaan, tetapi Ayah tidak pernah tahu siapa pemiliknya dan mengapa orang itu berbaik hati menawarinya.
Episode 15

Pagi itu,  Ayah datang berniat menyerahkan CVnya. Namun siapa nyana, dia malah disuruh berganti seragam untuk langsung bekerja. Ayah mengembangkan senyum, setidaknya sampai Woo Jae menyapanya. Mata Ayah sontak terbelalak, seragamnya tidak kuat lagi dia pegang. Jadi yang merekrutnya adalah menantunya sendiri? 

Ayah tahu ini tidak bisa terjadi, ia berkeras untuk pergi sementara Woo Jae berusaha menahan. Woo Jae meminta maaf jika Ayah tidak suka diberi pekerjaan olehnya secara sembunyi-sembunyi. Dan ia akhirnya mengenalkan diri sebagai Wakil Presdir Winnners, Kang Woo Jae. Sebenarnya dia sudah tau, Woo Jae-shi…
“Aku tidak peduli siapa kau. Aku hanya tidak ingin memberi hutang pada orang lain.” Kata Ayah gigih menolak.
Woo Jae tidak menyerah, ia mengaku karena dirinyalah Ayah kehilangan pekerjaan. Ayah menganggap hal yang dilakukannya adalah hal biasa, semua orang yang melihat Woo Jae hendak ditabrak pasti akan menyelamatkannya. Demikian halnya dengan Woo Jae. Dia tidak ingin berutang budi pada orang lain itu wajar kan? Haha, Woo Jae – Ayah : 1-0
Ayah langsung diberi pengarahan bagaimana menaikkan atau menurunkan palang di pintu masuk. Tinggal pencet tombol tit tit^^
And u know what, Ayah?. Di perusahaan lain mereka punya 2 shift, tapi di perusahaan ini perputarannya 2 orang per shift setiap 3 jam sekali. Itu karena Wakil Presdir aka Woo Jae bilang kalau berada di box yang kecil terlalu lama tidak baik bagi punggung.^^ 
Kepala bagian kemudian bertanya tentang CV Ayah. Sayang, Ayah mengaku ia lupa…

But actually
Ayah hanya tidak ingin ada yang terbongkar.
Sekembalinya Ayah dari kejutan itu, Ayah meluapkan kekesalannya pada Pak Yu. Mengapa dia mengatakan bahwa itu adalah perusahaan juniornya, mengapa ia bohong padanya. Pak Yu tentu bingung, bukankah Ayah senang karena seharusnya ia mendapat pekerjaan?
“Bagaimana aku bisa bekerja di sana? Karena kau tidak mengatakan padaku, jadi aku menulis namamu dalam CVku…” aih, anak dan ayah sama saja. Begitulah Seo Young menutupi kebohongan yang dimulainya T.T
 
Ayah menempel fotonya di atas kertas cv Pak Yu, ia memikirkan masa depan Sang Woo dan Mi Kyung. Btw, saya agak kurang mengerti apa maksudnya credit rating. Credit rating Ayah diblack-listed karena perusahaannya bangkrut. Ayah hanya mengatakan ini sebagai alasan ia menggunakan nama Pak Yu.
Episode 16
Woo Jae datang ke small box Ayah untuk sekedar menanyai keadaannya. Ayah canggung, ia tidak ingin Woo Jae kembali menengoknya lagi dan membuat orang lain berpikir dia bisa bekerja karena koneksi.
“Saya datang ke sini bahkan ketika bukan shift anda.” elak Woo Jae. Bagiku, karyawanku juga termasuk orang-orang yang bekerja di luar gedung. Orang yang bekerja di tempat yang tidak terlihat justru mempunyai pengaruh yang lebih besar.” Entahlah, but I always like his words. 
 
Begitupun Ayah, “Bagaimana seorang muda sepertinya bisa penuh pemikiran.” Cz he is your son-in-law wkwkwkwk
Episode 17
 
Ayah khawatir tentang gosip yang beredar bahwa Seo Young yang merupakan yatim piatu pastilah mengalami kesulitan berada di rumah mertuanya. Ayah terus memikirkannya dalam perjalanan pulang sampai ia bertemu Woo Jae yang katanya sedang stress dan ingin curcol. Eh? Mereka duduk bersama di kedai Soju. 
“Ahjussi, aku ingin mendengar tentang kehidupanmu.” O.ow, gelagat Ayah yang sering menolak kebaikan dirinya membuatnya penasaran.
Epidode 18
 “Ketika aku mengingat tentang hidupku, aku merasa sangat sedih dan malu.” Kata Ayah singkat.
Bukan jawaban yang diharapkan Woo Jae memang, namun ia tahu ahjussi di depannya akan menjawab demikian, sama seperti istrinya. Dagdigdug, Ayah terkejut. Dan cepat memberikan nasihat, agar Woo Jae mengerti perasaan putrinya hehe. Tenang Ayah, Woo Jae bilang dia akan menunggu Seo Young berbicara sendiri. Benar-benar perkataan yang dipegang teguh.
Pembicaraan mereka berlanjut sampai malam. Woo Jae yang sudah mabuk, dipesankan jasa supir oleh Ayah. 

Ayah sendiri pulang dengan senyum ketika bertemu dengan Mr. Yu. Dia tidak lupa mengingatkan agar Mr. Yu menyimpan rahasianya yang telah mendapat pekerjaan.
Episode 22
Ayah tertangkap basah sedang memandangi Seo Young yang datang ke kantor untuk mengucapkan terima kasih. Sudah bisa ditebak, Ayah akan menolaknya. Apalagi mendengar bahwa Seo Young sudah sering datang untuk bertemu dengannya. Ia semakin cemas dan langsung pulang. 
Di rumah saat ia melihat foto sang istri, ia seolah dapat berdialog dengannya. Woo Jae memang keras kepala, jika Ayah mendadak keluar dari tempat iatu, ia pasti mencarinya lagi.
 
Ayah meminta izin untuk tidak bekerja keesokan harinya. Ia mengaku sakit padahal sebenarnya ingin mencari pekerjaan lain. Di tempatnya bekerja dulu sudah tidak ada lagi lowongan pekerjaan. Di beberapa tempat lain juga sama. Ayah mendesah.
 
Woo Jae berniat menyapa Ayah di “kotak kecilnya”.
“Dia tidak masuk kerja karena demam.”
 
Tidak kehilangan akal, kekhawatirannya membuatnya menelpon sekretaris Kim untuk mengantarkan sesuatu. Aigo aigo, sekretaris itu mengirimkannya ke rumah Pak Yu! 
 
Mendengar laporan dari si sekretaris kalau istri Pak Yu yang menerima bingkisan darinya, Woo Jae jadi heran.
Ayah semakin menyesal saat mendengar tentang berita ini. Ia menyuruh Pak Yu untuk menutup mulutnya. Jangan sampai istrinya juga menyebarkan tentangnya. Ayah beralasan kalau dia tidak ingin masuk penjara karena menggunakan nama Pak Yu. Dan jika ada yang datang lagi, Pak Yu harus bilang kalau Ayah sudah pindah. Ia akan memutuskan hubungan dengan perusahaan itu…
Hari berlalu lagi, kali ini Woo Jae berhasil menemui Ayah dan berbincang dengannya. Ia bertanya tentang istri Ayah.
“Seberapa banyak menurutmu, seseorang dapat mengenal orang lain?” Ayah memulai petuahnya. “Apakah dengan menemuinya setiap hari, kau mengenalnya? Jika kau memiliki hubungan darah, kau akan mengetahui semua tentangnya? Apakah menikah berarti kau mengetahui semua tentang orang lain?” Ayah berkata kalau ada yang tidak ingin diceritakannya. Ayah membuatnya senormal mungkin sehingga Woo Jae mengerti dan tidak mendesaknya…
Episode 23

Ayah lupa mencuci jaketnya, jadi di hari yang dingin itu ia mengenakan jaket lain yang kayaknya lebih tipis. Hhhh...
Woo Jae melihat Ayah yang hendak berangkat kerja. Ia tidak tega membiarkan Ayah mertuanya berjalan di tengah hawa yang cukup dingin. 
“Ahjussi, ayo masuk.” Tetapi kita sudah tahu jawaban Ayah. Ia melenggang pergi.
 
Ayah mendengar pembicaraan rekannya bahwa kemungkinan Ayah bisa masuk karena koneksi dengan Wakil Presdir. Namun, kedua orang tersebut tidak sengaja membicarakan ini tepat di belakangnya hahaha kok jadi lucu ya?
Dan tanpa Ayah ketahui foto Seo Young terjatuh!
Sepulangnya dari sana, Ayah bergegas ke Pak Yu untuk bilang kalau dia mau pindah dan butuh rumah atau kontrakan dan 
 
langsung mohon pamit ke Woo Jae keesokan harinya. Ayah sungguh bergerak cepat…
Secepat Woo Jae yang akhirnya tahu ada hubungan antara ahjussi yang menyelamatkannya dengan Seo Young. Karena foto Seo Young yang terjatuh di loker Ayah kini ada di tangannya.
Episode 24

Woo Jae yang terlanjur penasaran akhirnya mulai menyelidiki Ayah. Sebelumnya, ia menelepon Seo Young, mungkin untuk memastikan sesuatu. Tetapi si istri sedang ada trial persidangan.
Lalu Ayah sendiri di mana setelah membuat Woo Jae mencarinya? Dia langsung pulang naik bis dan mampir ke tempat pemilik restaurant yang baru saja meneleponnya. Yap, Ayah dapat tawaran pekerjaan delivery…
 Woo Jae sampai di rumah Pak Yu. Ia menanyakan tentang Ayah.
“Dia tinggal di sana tapi sudah pindah. Tadi malam aku melihatnya berkemas dan bahkan aku mengucapkan bye bye padanya.”
Bagaimana mungkin, tadi pagi saja mereka masih ketemuan kok? Ckckck kedua orang ini kalo mau ngomong janjian dulu deh -.-

Woo Jae ingat dulu dia pernah berniat ke rumah Ayah setelah mendapat perawatan. Alamat yang diberikan suster masih jelas,
“Itu rooftop kami. Bukan Yu Man Ho yang tinggal di sana tapi Lee Sam Jae. Dia tidak pindah. Dia tinggal bersama putranya dan jika kau menambahkan putrinya yang juga pernah tinggal, berarti mereka sudah 4 tahun.”
 28-3 Buam
 Tidak terbayang bagaimana perasaan Woo Jae. Merasa terhianati?
Sayangnya, ia tidak cukup mampu untuk meledak saat Seo Young meneleponnya.

Semakin diam saat tahu Ayah mertuanya yang memang tidak meninggal. Melihat tanggal kelahiran Ayah yang sama ketika dia melakukan peringatan kematian. Kertas pembuktian itu jatuh…

Comments

  1. kenapa ceritanya dipisah2? jadi bingung ini gimana ceritanya,, awalnya mana, akhirnya mana? coba kalau tiap episode dibuat 1 artikel aja,,

    ReplyDelete

Post a Comment

thank you very much for your comment. :)
Hope you can come back!!!