Review Oh Hae Young Again/Another Oh Hae Young Episode 5

<<Episode 4

Benar-benar memasuki babak baru. Beda banget dibanding keempat episode sebelumnya. Intensnya mulai kerasa, sedihnya balik lagi. Hhhh kemarin sempat mau stop spoiler ini. Oh Hae Young Again udah ibarat orang lain buat saya, saya nggak ngira aja sih. Udah di luar perkiraan. Tapi ya sudah sekalian komentar.


Dorongan Big Hug atau Fly Hug-nya Hae Young timbul karena dia Hae Young. Wanita yang sudah waktunya menikah, malah diputus sehari sebelum nikah dan justru ketemu cowok se-charm Do Kyung. Jadi saya maklum lah. Nggak nyangkanya, ya kejadian memalukan itu. Oke lewat. Bisa dibaca di sinopsis saja. Seenggaknya dengan kejadian memalukan itu, Do Kyung bisa ketawa dan keduanya tambah dekat. Seperti di preview, mereka bisa naik mobil bareng karena Do Kyung bersedia ngasih tumpangan. That’s sweet scene. Seperti biasa tim produksi emang pinter ngasih efek. Masih musim semi pula. Tinggal nunggu daun menguning buat ngasih ending yang agak-agak melo. Emmm semoga nggak sih.

Sudah saya duga. Waktu ippeun ikut lomba maraton dan mendapat dukungan dari Hae Young, semangat ippeun awalnya udah menurun. Ia merasa mendapat semangat baru ketika suara Hae Young terdengar. Aih, gitu ya hidup. Kalo udah rejeki ya nggak ke mana. Meski hal itu kecil kayak semangat. Dia akan datang dari manapun walau dari orang yang nggak terlalu deket. Akan datang di saat yang tepat. Halah.

Intinya dengan semangat itu ippeun kembali. Ke tempat eonni Do Kyung berada pula. Ia bahkan berani menelepon Do Kyung, mengajaknya makan malam. Tidak diangkat Do Kyung, ia menelepon tempat kerja. Meminta tolong menitipkan pesan untuk ketemuan makan malam di restoran steak dengan nama Oh Hae Young. Jadilah saat  Do Kyung tiba di kantor dan melihat sms Hae Young yang mau ditraktir di tempat mahal dengan makan daging, jadi ngira memo yang tertempel di meja kerjanya adalah dari orang yang sama. Padahal tidak.

Begitulah mereka bertiga bertemu di tempat yang sama. Oh Hae Young, Do Kyung, dan ippeun. Duh sampai bingung mendeskripsikannya. Do Kyung awalnya nggak melihat ippeun. Sedangkan ippeun dari awal Do Kyung turun mobil sudah memperhatikannya. Hae Young yang menyapa Do Kyung jelas kaget begitu ippeun malah memanggil Do Kyung dengan sebutan Oppa. Do Kyung dan Hae Young sontak terdiam. Ippeun sendiri tak percaya. Do Kyung bisa kenal Hae Young??? Singkatnya Do Kyung lalu mengajak Hae Young pergi setelah membentak ippeun dengan kesal. Plus memukul kaca mobil. Nah, di scene ini ada yang ganjil. Saya ngiranya Do Kyung memukul kaca sebelah supir, ternyata bukan. Hehe, kelihatannya gitu soalnya...

Malam semakin larut. Mereka berdua minum-minum. Begitu Hae Young sadar ippeun adalah orang yang dulu meninggalkannya di hari pernikahan, Hae Young menyindir Do Kyung yang tidak berkomentar apa-apa saat ia curhat tentang ippeun. Gitu ya, Do Kyung pasti seneng banget punya pacar yang lebih awsome dari dirinya. Do Kyung bahkan menarik tangannya di restoran tadi. Apa supaya ippeun cemburu?

Do Kyung jelas marah tapi tetap meminta maaf. Dia beneran nggak suka Hae Young yang suka ngomong panjang tentang ippeun. Do Kyung melenggang pergi meninggalkan Hae Young berjalan pulang sendiri. Hey, tapi bukannya tidur, Hae Young malah menunggu Do Kyung pulang sampai jam setengah 3 pagi. Suara tawa bonekanya tidak menghiburnya sama sekali. Ia menelepon Do Kyung memintanya pulang.

Dan ta-da. Saat ia melihat keluar, Do Kyung sudah pulang diantar supir karena mabuk. Dengan berusaha keras ia membopong Do Kyung dengan mata yang sedikit terbuka ke tempat tidurnya. Tahu kan rak buku yang membatasi kamar itu? Hae Young mendorongnya sekuat tenaga agar dia bisa membukakan kamar Do Kyung. Keesokan harinya Hae Young bahkan membuatkan sup pengar. Mereka berdua ngomongin rencana pembalasan dendam dengan pura-pura punya hubungan tapi ditolak mentah-mentah oleh Do Kyung. Dia tidak ingin berurusan dengan Hae Young lagi dan memalukan diri sendiri. Tapi dasarnya Hae Young seneng banget. Juga secara kebetulan mereka berdua beneran ketemu dan membuat scene manis di depan ippeun.

Oh ya, kok jadi kepanjangan nih postingannya? Saya ringkas aja mulai dari sini. Udah mau selese kok.

Mau komen tentang Do Kyung. Saya suka Do Kyung yang keren nggak mau nerima film yang isinya cuma ‘seni’. Iya, seni yang yang aneh maksudnya. Nggak mungkin dia nggak suka kalau bagus. Tapi ibunya malah kerja sama dengan sutradara yang membuat seni itu. Gimana dia nggak sinis waktu dikenalin sama sutradaranya? Hanya saja, demi rekannya yang membutuhkan uang, tak apalah dia terima semua kerjaan meski itu hanya seni sekalipun. Ah, Do Kyung-ah...tumben pula pake kemeja. Lebih keren deh walau kaos yang biasanya ditambahin coat itu bagus juga^^

Lupa, lupa. Scenenya Young Ji alias Anna udah nggak ada nih? Kok nggak keliatan. Hoon juga kebagian dikit banget sama Jin Sang? Biasanya Do Kyung juga curhat sama Jin Sang. Mulai deh dunia milik pemeran utama. Ngarep lebih.  

Nggak ada komen lagi deh kayaknya tentang Hae Young sama Do Kyung. Keliatan sekali Hae Young suka sama Do Kyung. Ia bilang bahkan itu sejak pertama ketemu. Ketemu tabrakan itu. Emang deh paling berkesan kalo ketemu dengan kecelakaan? Nggak tahu aja Hae Young kalau sebelum ketemu itu Do Kyung sudah melihatnya duluan di penglihatannya. Wanita yang bahkan dikenalinya saat berjalan di keramaian.

Ialah Hae Young, wanita yang takut ia sukai setelah ia mengobati luka yang ia berikan. Bahasanya aigo -.-

Jadi di episode ini, Hae Young belum tahu Do Kyung suka ngerekam suara di kamarnya saat ia pergi. Makanya ia meluapkan kesedihannya dengan terang-terangan. Sedih karena nggak mau sendirian...

Demikianlah Do Kyung sepertinya belum balik lagi ke rumah sampai ia melihat Hae Young melempari kacanya dengan wajah marah. Penglihatan yang mungkin akan terjadi nanti atau besok.

Mengenai ippeun. Saya belum tahu kenapa dia tiba-tiba berteriak. Detail gugupnya waktu tahu Hae Young mengenal Do Kyung dan kakinya yang disorot bikin curiga. Masih ada beberapa episode untuk mengetahuinya.


Btw ada OST baru dari Roy Kim nih?^^

>>Episode 5,6,7

Comments