Romantic Doctor Teacher Kim Episode 1

Okay, i said before that i knew it will happen right? Haha the tension of this swnim can be seen at first minute, but the sweet can follow later. To balancing the tone of drama :P Kang Eun Kyung SWnim u did it! PDnim u too! And the cast, i cant missed them...also dont forget the production team.

Jadi apa yang kita dapet di episode pertama ini? Atau tim produksi menamainya seperti buku. Buku harian dokter? Chapter 1.

Tanpa pake sub. Saya coba ngeshare dikit. Saya nggak tahu puji jadi nyinop ini atau nggak. Kalau iya, bisa deh besok atau lusa ngintip ke blognya. Sekarang lagi sibuk bikin sinop drama satunya. Be alert ya karena saya bakal nulis campur komen. 


Scene pertama dimulai dengan narasi Dong Joo beranjak remaja memasuki ruang IGD sambil mengacau dengan tongkat baseballnya. Kita tahu lewat flashback kalau ini ada kaitannya dengan kematian ayahnya ketika ia remaja. Instrumen yang dipake buat scene ini aja udah dalem. Seperti biasa deh drama swnim ini (mian, karena drama PDnim belum saya tonton semua). Selanjut-selanjutnya pun demikian. Nyenengin deh

Sang Ayah meninggal di tempat yang sama. Dong Joo sempat menarik-narik dokter di sana untuk menyelamatkan ayahnya, namun sayang ayah tercinta tak berhasil diselamatkan. Maka jelas saja ketika seorang dokter lain tersenyum sumringah di depan sebuah keluarga mengabarkan kabar baik, ia merasa tersakiti. Ia meraung pada dokter itu. Chan Young-ah, pemeran Dong Joo kecil mungkin akan lebih baik di waktu yang akan datang. Suaranya terdengar dihabiskan untuk scene ini. Saya yang nggak tega hehe.

Untungnya seorang dokter datang menghentikan amukan Dong Joo dengan aksi yang heroik hihihi. Saya suka semua arahan sutradara di drama ini. Pengambilan gambarnya juga bagus mulai awal.

Dokter ini membius Dong Joo untuk kemudian dia obati lukanya yang timbul akibat terkena lontaran pecahan kaca maupun barang yang ia pukul. Dong Joo awalnya tidak tertarik dengan dokter tersebut, tapi kata-kata dokter itu pada akhirnya membuatnya menoleh dan mencoba melihat siapa yang merawatnya. Eaaaaa nggak seru dong kalo diliatin full wajahnya. Cuma siapa lagi kalau bukan Kim Sa-bu kita. Dibikin misterius pokoknya Teacher Kim di sini. Lupa-lupa ingat kayaknya dia meminta Dong Joo membalas dendam dengan kemampuannya. Dan begitulah akhirnya Dong Joo menjdi intern-alias mahasiswa magang di RS yang sama pula. Ada seorang dokter yang masih perhatian padanya rupanya, meski RS itu memiliki banyak orang yang menghiraukannya. 

Mungkin karena masih sebal itulah, dia bekerja magang lebih fokus sama urusan dan prinsipnya sendiri di sana. Disuruh sama seniornya nggak mau. 

Sepertinya ada bencana di sebuah lokasi konstruksi. Banyak pasien dibawa masuk ke IGD. Senior -senior yang tadinya kesal banget sama Dong Joo, mendengar kabar itu beralih kembali bekerja. Satu lagi yang saya suka: kelihatan tanggap. Tapi mungkin saya ya yang nggak biasa mereka teriak-teriak di sana. Kalau saya jadi pasien mungkin brebeg dengernya. Cuma mau gimana lagi, kalau nggak denger atau salah denger karena terlalu pelan tambah berabe. 

Sementara Seo Jung tengah mengatasi salah satu pasien, Dong Joo menginterupsi mengabarkan kondisi pasien lain yang sepertinya juga sama seriusnya. Oke, belum sampai selesai menangani pasien tadi, seorang pasien yang tertusuk linggis masuk ke IGD. Frozen. Saya juga LOL. Merinding sih, tapi ini udah saya liat sebelumnya di DOTS. Masih mending.

Linggis itu terjaga agar tidak tercabut sebelum dokter benar-benar siap melakukan tindakan. Karena itu mereka dibantu petugas 119. Seo Jung menelepon sunbae yang kita ketahui kemudian adalah tunangannya-yang tengah sibuk mengoperasi- untuk dimintai saran. Mendengar kondisi pasien, yang bantu operasi ikut terdiam haha. Mendadak frozen juga, padahal di depan mereka ada pasien. 

Singkat cerita, mereka masih sudah akan melakukan tindakan saat seseorang tanpa sengaja menyenggol petugas 119 yang memegangi linggis itu hingga linggis itu meluncur jatuh, membuat lubang dengan darah mengucur deras. Seo Jung terdiam. Shocked. Ia bahkan bergetar ketika menjawab perintah sunbaenya. Wuih, eneng shj ya...

Seo Jung memilih mengambil resiko dengan membedah bagian lain, bermaksud menghentikan pendarahan yang menurunkan kesadaran pasien lebih jauh. Setelah berhasil, Seo Jung membawanya ke ruang operasi. Fiuh...matanya itu lega banget sampai mau nangis. Jadi ikutan terharu kan belum belum apa-apa. Ia tampak lega pula mendengar pujian sunbaenya yang membalas permintaan maafnya. Ah...cara ini yang ia gunakan untuk melatih Dong Joo yang keras kepala. Seorang dokter memarahi Seo Jung dan menyebut-nyebut nama Dong Joo soalnya.

Dan tampaklah kehidupan magang Dong Joo yang sulit. Dipukul-pukuli pasien yang premanlah, ceweklah, nggak sadarlah. Dan lain-lain pokoknya sampe kesel si Dong Joo berasa dipermainkan senior. 

Aksi lain kemudian dilakukan Seo Jung. Walaupun sudah sekarat dan merasa tidak mungkin, lagi-lagi Seo Jung mengambil resiko menanganinya. Ia tidak tega melihat keluarga pasien melihatnya berusaha sebatas ini. Dong Joo yang tampaknya sudah mulai luluh dengan perhatian sunbaenya itu pun mendampinginya tanpa banyak kata. Baik sekali^^

Seo Jung makin membuat Dong Joo tersentuh dengan perkataannya pada pasien yang berhasil ia selamatkan. Ditambah lagi, Seo Jung harus menerima teguran dari seniornya karena tindakannya yang beresiko atau kurang tepat. Oke, saya terharu lagi. 

Seo Jung yang menangis berikutnya dihampiri Dong Joo dan yah...romansa terjadi. Dong Joo hendak pulang mensejajari Seo Jung yang sedang menunggu jemputan tunangannya Tanpa tedeng aling-aling menyatakan perasaan sukanya. Ia sudah kagum sejak awal melihat Seo Jung. Membalas ini, tentu Seo Jung mengatainya gila dan mengatakan statusnya yang sudah punya pacar. Dokter lagi. 

Seo Jung dan si pacar lalu pulang di tengah hujan. Dalam mobil, Seo Jung dilamar, dipasanginya jemari Seo Jung dengan cincin berlian. Tapi Seo Jung meminta maaf. Awwwww, apa ada kaitannya dengan Dong Joo?

Seo Jung dibawa ke rumah sakit. lah bukannya Dong Joo mau pulang, kok udah rapi aja di IGD lagi. Suka euy sama perhatiannya Dong Joo >< Tapi brondong nih ._. Pacarnya tampak baik-baik saja tapi Seo Jung bersikeras agar Dong Joo melihat pacarnya. Seo Jung tahu pacarnya mengalami kondisi yang lebih parah dari yang tampak. Namun sebelum sempat, Dong Joo harus melihat pacar Seo Jung dengan seorang suster membicarakan rahasia entah apa. Bagaimana Dong Joo tak kesal. Ia meninggalkan pacar Seo Jung yang malah oleng dan meninggal tak berapa lama. 

Seo Jung yang menganggap ini kesalahannya memilih hiking di hutan dengan tangan masih diperban. Ia tidak melihat kepala RS yang entah apa hubungannya dengan dia, memandangi para dokter mengantar sang pacar menuju tempat terakhirnya. Siapa sih bapak ini wkwkwkwk. 

Akhir episode Seo Jung terjatuh. Kakinya kram tidak bisa berdiri. Sampai malam ia memandangi langit, eh malah teringat pengakuannya Dong Joo. Gila :P

Dengan instrumen negeri dongeng, nuansa ajaib kemudian muncul tatkala seseorang menemukannya tergeletak di sana. Usai memeriksa bagian mana yang sakit dari Seo Jung, ia menggendong Seo Jung. Beda dengan Dong Joo kecil, Seo Jung sempat melihat penyelamatnya kali ini hihih. teacher Kim di episode 2. Jreng jreng jreng...

Tak dipungkiri, costarnya eneng bikin melting lagi hahahahaha. Dasar! Eneng juga tuh chemistrynya main. Shipper baru tak terelakkan ;) Cuma ini drama emang seperti dipadatin. Semuanya terasa cepat. Biasa sih SWnim bikin drama agak panjang, jadi maklum kalau cuma 20 episode jadi gitu deh.

Episode 2, OTP kita ketemu lagi kok udah di Ddoldam. Dan seperti di teaserlah waktu Dong Joo operasi di depan kepala RS. Kayaknya ada apa-apa dengan kepindahan tugasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Daughter Seo Young - "Ahjussi" Episode 15 - 24

My Daughter Seo Young - Jealous Episode 15

Spesial Spoiler Ending My Daughter Seo Young Episode 16 - 30