Review Highlight Teaser Korean Drama Nothing to Lose/Judge vs Judge (Partial Sub)


Highlight teaser ini muncul bertepatan dengan konferensi pers drama di hari Senin lalu kalau nggak salah. Teasernya padahal bagus. Teaser berdurasi 9:47 menit ini diawali dengan mengambil setting kantor hakim Lee (kantor hakim Sa beda soalnya. Saya juga nggak tahu kenapa dari dekorasi beda. Satunya dominan embok, satunya dominan kayu untuk dindingnya). Ada 2 meja di sana. 

Cahaya bergerak dari satu sisi ke sisi yang lain. Kamera menyorot ke salah satu meja dengan tabung tempat alat tulis dekat layar komputer dan keyboard. Cahaya makin terang meneranginya: Ipan Sapan. 


Kamera lalu menyorot tumpukan dokumen dan lemari yang terbuka. Jubah hakim diambil dari sana dan terlihatlah foto hakim Lee (Park Eun Bin). Diperlihatkan ada semacam ijazah? Atas penghargaan yang terpigura rapi di atas meja pojok dekat tirai. Jam kubus digital digital di meja Lee-sa, tepat di sebelah id-nya menunjukkan jam 22:00 (jam tayang drama ini). Ada pula sebuah foto hakim Sa (yeon Woo Jin). Eh.

Tapi kenapa foto jaksa Do (Dong Ha) malah ditampilkan di dalam dokumen kasus? Sementara foto Jin Se Ra (Na Hae Ryung BESTIE) ada di papan note kecil sebelah komputer, foto Do Jin Myung (Lee Deok Hwa) dan Yoo Myung Hee (Kim Hae Seok) ada di rak buku. 

Masuk ke teaser cerita. Dibacakan dakwaan atas kakak kandung (?) Jung Joo, Choi Kyung Ho, sepertinya atas kasus pemerk**aan dan pembunuhan seorang gadis pelajar. Jung Joo kesal sekali pada kakaknya setelah persidangan berakhir. Ia memukul-mukul kakaknya sambil menangis. Sepertinya sejak itu Jung Joo berganti marga menjadi Lee.

Ia yang masih di persidangan di hadapan hakim Yoo saat itu, mengungkapkan kesedihannya. Ia sampai mengambil dokumen kasus kakaknya dan meremas halaman depannya. Meski demikian, hakim Yoo malah mengenakan jubahnya untuk Jung Joo. Jung Joo bercermin di kamar mandi. Ia seolah bertekad benar-benar menjadi hakim. 

Sepuluh tahun kemudian, ia yang sudah menjadi hakim diperlihatkan tengah buru-buru sampai menginjak permen karet. Sementara ia teralihkan dan mengambil tisu dari tasnya, seorang pencuri bermotor cepat meraihnya. Jung Joo mengejar dan melemparkan sepatu yang tertempel permen karet itu ke arah pencuri. Hakim Sa yang berada tak jauh dari sana celingukan. "Dokumen kasus?" Hehe, ia melihat Jung Joo frustasi di sana dan mengejar pelaku dengan mobilnya.

Berhasil. Pelaku yang ia halangi tak sanggup mengendalikan motor yang tiba-tiba dihadang mobilnya dan berakhir jatuh. Pencuri mengancam hakim Sa dengan pisau tapi entah apa yang membuatnya lalu lari. Hakim Sa tak memiarkannya begitu saja dan melempar helm milik pencuri ke arahnya. Kena kali ini.

Beralih ke sebuah persidangan. Jung Joo terlihat mencoret-coret kertas. Pria berusia 20 tahunan mencuri tasnya. Ia kemudian terdistraksi dengan alasan pelaku di persidangan yang bilang, ia hanya mengajari anak-anak yang diperk**anya pelajaran seks saja. Tersulutlah emosi ortu anak-anak itu dan Jung Joo pula. Ia meremas botol air minum di dekatnya dan melemparnya ke terdakwa. Terdakwa memujinya seksi jika begitu. Setuju sih, tapi punya firasat buruk di sini. Nggak terlihat profesional sekali hakim Lee. Sudah berapa tahun dia jadi hakim? Jung Joo benar-benar terpancing dan malah melepas jubahnya, naik podium bahkan. Ia marah dan berniat menghajar terdakwa. Berkata-kata kasar tak berhenti padany meski sudah berusaha dihentikan rekannya yang lain.

Video tindakan tak karuannya terekam dan viral. Sungguh memusingkan hakim kepala. Ia makin kaget saat tahu Jung Joo keceplosan bicara ia kehilangan dokumen kasusnya karena tasnya dicuri. Hakim kepala tak bisa menelan air yang hendak ia minum. Tersembur saking terkejutnya. Adegan teaser 3 di mana hakim Lee terbentur pintu yang dibuka hakim Sa terjadi. Hakim Lee rupanya masuk ke ruangan petinggi dan diberi perintah untuk menangani kasus Jang Soon Bok dengan baik. Jang Soon Bok adalah terdakwa pembunuh, Ibu dari seorang putra berketerbelakangan mental.

Lalu kenapa dia mengatakan bahwa dia tidak membunuh suaminya di pengadilan? Bahkan sampai membuka baju terdakwanya. Ia mengaku tidak pernah membunuh. Beberapa saat kemudian, ada tulisan darah di podium hakim dan ia dengan tangan diperban dilarikan ke rumah sakit. Tinggalah hakim Sa dan jaksa Do terdiam memandangi tulisan itu. 

Jaksa Do lalu menghampiri hakim Lee yang melepas stres dengan minum bir kaleng dari mesin otomatis di halaman kantor pengadilan. Jaksa Do bilang mereka bisa jadi pasangan karena sama-sama terkenal keras kepala. Awwwwww...feed bad to you Dong Ha-ya๐Ÿ˜•

Ia seolah tahu masalah hakim Lee dan mengajaknya ke kantor hakim Sa. Di sana hakim Sa menemukan dokumen kasusnya dan berterimakasih. Jaksa Do tersenyum ceraaaaaaaaaaaah sekali melihat hakim Lee senang bukan main. Duh.

Hakim Lee bertanya kenapa hakim Sa sebelumnya tak bilang padanya. Hakim Sa mengelak, dia sudah mau bilang waktu melihat hakim Lee yang terbentur itu. Tapi hakim Lee yang salah paham hakim Sa mau mengatakan sesuatu yang berkaitan dengan kekacauannya tempo hari, akhirnya berkata tidak usah. Ya udah. Nggak jadi deh hakim Sa cerita. 

Hakim Lee nggak mau kalah mengungkit benjola. kepalanya akibat terbentur pintu yang dibuka hakim Sa. Tidak seperti aku saja yang membuat kesalahan. Lihat benjolan ini, katanya. Padahal mah sepatu Jung Joo yang tertempel permen karet itu juga terlempar ke hakim Sa. "Tidak lebih buruk dari permen karet." LOL

Hakim Sa menasihatinya untuk nggak ngamuk lagi di persidangan. Dari sana hakim Lee bertaruh akan menjadi wanitanya jika ia mengulang hal yang sama. (Kalau di drama, jaksa Do udah kaget. Ha?! Wkwkwkwkwk cemburu mode on)

Hakim Sa menanyai keadaan terdakwa Jang Soon Bok. Ia rupanya masih berada di RS dengan putranya memanggil-manggilnya dari luar. 

Jaksa Do dan hakim Lee sama-sama melihat podium bertulisan darah dari Jang Soon Bok. "Kau tahu kalau hakim itu adalah ayah hakim Sa?" (yang memutus perkara terdakwa Jang). Di rumah, hakim Sa pas membicarakan kasus tersebut bersama. Hakim Sa bertanya bagaimana ayahnya memutuskan hukuman demikian? Hampir 10 tahun sudah terdakwa Jang dipenjara.

Hakim Sa Jung Do, ayah hakim Sa, sedang bermain baduk bersama ayah jaksa Do. Ia bilang tak perlu mengkhawatirkan kasus Jang Soon Bok?

Hakim Yoo kini bukanlah hakim lagi. Malam itu, ia mengajak hakim Lee mengujungi terdakwa Jang dir rumah sakit dan mengatakan sesuatu. Ia memegang pundak hakim Lee. 

Entah keesokan harinya atau bukan, pemberitaan terkait penyanderaan hakim Lee tersiarkan. hakim Lee sedang terancam pisau di lehernya oeh terdakwa yang waktu itu ia maki. Mereka hanya berdua di ruang sidang. Hakim Lee terduduk dengan marah tapi tak mampu berbuat apapun saat terdakwa merobek jubahnya. 

Untung adegan beralih ke jaksa Do yang mencekik terdakwa Jang. Ecie, balasan untuk Jung Joo? Tapi kenapa dia bilang tidak ingin melakukannyakarena wanita? Terputus nih percakapannya.

Di penjara, kakak Jung Joo terlihat mengancam terdakwa. Ia berlari menendang terdakwa yang  sempat menyandera adiknya itu. "Jangan pernah menyentuhnya atau kau akan mati!" Mmmmm bisa ya seorang yang keluarganya punya catatan kriminal  jdi hakim? Atau kalau udah ganti marga, aman?

Kamera bergantian menyorot masing-masing karakter. Termasuk hakim Lee yang bertanya ke hakim Sa bagaimana bisa mendapat selembar kertas entah apa isinya. Juga terdakwa Kim yang berkata, ini menyenangkan, pada jaksa Do yang juga tersenyum geli. 

Do Jin Myung bermonolog di kantornya yang gelap, ragu Jung Joo bisa mengatasinya. Jung Joo ini salah satu murid kesayangan istrinya kayaknya. Istrinya adalah hakim Yoo.

Adegan teaser 3, di mana Hakim Sa seperti memeriksa denyut nadi hakim Lee di lehernya. Keduanya lalu keluar gedung pengadilan dan hakim Lee berbicara sampai lidahnya tergigit. Ia memukul hakim Sa dengan keras untuk kemudian merasa bersalah. Haha. Seprtinya bahas janji hakim Lee waktu itu kalau dia akan benar-benar menjadi wanitanya. Animnidaaaaaaa, bantah hakim Lee sambil memukul^^

Hakim Lee kayaknya dapet mahasiswa magang. Trio 2 cowok satu cewek, mereka membuat jargon lucu sambil mengepalkan tangannya ke udara. Terus malu deh karena rasanya kekanakan๐Ÿ˜‚

Se Ra baru datang dan langung ke kantor hakim Sa. Ia mengatakan sesuatu ke kamera dengan sangat yakin. 

Malam tiba. Sebelum itu hakim Lee sempat terlihat menguping di luar kantor hakim Sa? Padahal hakim Sa ada di luar LOL. Kepergok.

Mereka berdua berjalan menuju sebuah perpustakaan. Adegan teaser 3 ending finally menutup highlight teaser pula...diiringi lagu OST yang romantis. 

Yah...nggak jadi kayaknya ngikutin drama ini, meski suka banget sama karakter jaksa Do. Saya masih penasaran gimana ceritanya hakim Yoo dan Jin Myung, kedua orang tua jaksa Do. Jaksa Do nggak mau diungkit punya Ayah dewan, tapi dia bangga sama ibunya yang masih disegani di kantor pengadilan. Apa kedua orang tuanya sudah cerai? Dan apa yang membuat seorang hakim Yoo yang terkenal dan hampir menjadi Mahkamah Agung berakhir menjadi psikolog kriminal saja? Apa ada hubungannya dengan masalah suaminya?

Hal yang belum terungkap pula adalah marga Jung Joo. Apakah dia diadopsi? Ibunya yang sekarang hanya bekerja sebagai cleaning service dan ayahnya nggak ada. Jaksa Do dan hakim Sa dulunya tak terpisahkan pula tapi jadi dingin nggak tahu mulai kapan dan kenapa.

Artikel terkait

Comments