My Daughter Seo Young Episode 34 - 40: Understanding

Credit Image: KBS, Dramacrazy.Net

Understanding
Woo Jae - Seo Young - Ayah

Langsung ke masalah…
Spoiler Ending Episode 34
Seon Woo melihat Sang Woo dan Ayah masuk ke kediaman mereka dan melihat papan nama keluarga itu : Lee Sam Jae…
Spoiler Ending Episode 35
Seo Young menahan Seon Woo untuk tidak mengatakan rahasianya pada keluarga Woo Jae sebentar saja. Seo Young tidak akan lama menyembunyikannya.
Spoiler Ending Episode 36
Seo Young memantapkan hati meninggalkan rumah Woo Jae setelah rahasianya terbongkar. Ia bahkan tidak meminta maaf atau izin terlebih dulu pada mertuanya. Ia terlalu terkejut Woo Jae tahu semuanya.

Spoiler Ending Episode 37
Seo Young baru mengetahui kalau Yu Man Ho yang menyelamatkan suaminya adalah Ayah.
Spoiler Ending Episode 38
Ayah menemui Seo Young setelah tahu tempatnya pindah.
Spoiler Ending Episode 39
Setelah Ayah menemui Seo Young, kini dia ingin menemui Woo Jae untuk mengatakan, “Apakah anda pernah berpikir untuk bunuh diri? Apakah anda juga pernah meminta seseorang untuk menyelamatkan anda?”
Episode 40
Rekaps terakhir saya tentang Woo Jae yang ditutup dengan cerita mengharukan dari Ayah.
“Aku mengambil uang sekolah anakku dan berjudi. Aku membiarkan istriku mati saat dia sedang dioperasi. Aku melarikan karena berhutang dan pergi ke Jeju. Aku menambah hutang lagi di Jeju. Aku pikir, aku mampu melunasinya dengan $10.000 dari tabungan putriku” Ayah melanjutkan kembali ceritanya setelah sempat disela Woo Jae. “Itu belum semua. Aku membuat putriku yang meraih rangking teratas di kelas 12, keluar dari sekolah. Dan aku pula yang membuatnya mengantar makanan cina.”
Benar, Seo Young pernah mengatakannya. Ia pintar mengendarai motor karena pernah belajar untuk mengantarkan makanan cina setelah drop out dari sekolah.
“Uang yang dihasilkannya dari mengantar makanan adalah untuk adiknya. Ia membuat Sang Woo masuk ke sekolah kedokteran.”
Ayah yang setelah Krisis Finansial Asia sampai 3 tahun lalu selalu ditipu partner bisnisnya jadi bangkrut beberapa kali. Namun Ayah malah pinjam rentenir untuk mengatasi masalah keuangannya.
Tiga tahun lalu di musim panas, Ayah bekerja di klub malam dewasa sebagai pelayan yang melayani wanita separuh baya. Ia menari sehingga mereka memberinya tip. Sementara itu, Seo Young justru tinggal di sauna. Dia dikeluarkan karena tidak membayar spp dan melewatkan rekreasi sekolah.
Beruntungnya Seo Young mampu membiayai kuliahnya sendiri. Bahkan saat Ayah membuat masalah lagi, dia akan menggunakan biaya pendaftaran (guna menutupi hutang Ayah) dan cuti kuliah satu semester.
“Anak-anak yang lain akan meninggalkanku sejak lama. Namun gadis keras kepala itu, entah aku lupa di musim dingin kapan. Dia membawakan $4200 yang merupakan tabungannya untuk membiayai kuliah. Dia mengatakan padaku agar melunasi hutang dan menyelamatkannya. Dia berkata bahwa dia tidak mampu lagi (terus-terusan seperti ini) dan memintaku menolongnya. Dia memintaku sadar. Tetapi aku ke Jeju dan berjudi.”
Woo Jae sudah meneteskan air mata tidak lama setelah Ayah memberi jeda. Tangannya mengeras. Seo Young selama ini mengalami hal-hal sulit yang tidak terbayangkan olehnya.
“Jika dia tidak melarikan diri dariku, aku mungkin sudah mengambil semua uangnya. Dia mungkin sudah seperti ingin mati.”
Ayah mengerti karena Woo Jae terbiasa hidup berkecukupan, dia hanya melihat berdasarkan standarnya saja (yang biasa dia lihat, yang biasa terjadi). Jadi Ayah perlu menceritakan ini (agar Woo Jae melihat dari sisi lain). Ayah tidak bermaksud memohon apapun sebab dia sadar dia tidak pantas melakukannya. Hanya saja dia tidak ingin Woo Jae salah paham  tentang Seo Young karena dirinya. Uri Seo Young always be loved by Ayah.
Ayah pamit duluan.
Di jalan, Woo Jae mereview kepingan memori tentang Seo Young. 
Sejak melihat kaki Seo Young saat mengendarai motor yang dibalut hansaplast :P karena memakai sepatu yang kekecilan sebagai konsekuensi syuting. 
Menuduh Seo Young mencuri motornya dengan sengaja. 
Seo Young yang tidak punya selembar uangpun di dompetnya.
Seo Young yang melempari mobilnya dengan tas dan menolak uang ganti rugi pakaian yang kotor.
Wajah Seo Young yang selalu dingin. 
Punggung Seo Young yang lelah.
 

“Aku pernah menyuruhnya berhenti menjadi tutor, namun dia menjawab bahwa setidaknya dia bisa makan 3x sehari.”
Seo Young yang menolak ke US bersama Woo Jae dengan alasan ingin tetap menjadi tutor dan mendapatkan uang.
Seo Young yang berbohong bahwa dia tidak punya Ayah.
Bagaimana Woo Jae tetap bersikeras mempertahankan Seo Young sehingga Seo Young didesak dengan pertanyaan esensial itu.
Woo Jae pun tidak jadi pulang. Sedih…
Tangisnya semakin menjadi ketika dia mengingat Seo Young yang sudah pernah memperingatkannya bahwa dirinya sekarang bukanlah dirinya yang sebenarnya. Bahwa jika Woo Jae menemukan bagian lain darinya, Seo Young ingin Woo Jae mengerti bahwa dia hanya tidak punya pilihan lain.
 Karena alasan Seo Young menikahinya adalah ingin bahagia TT.TT
Sikapnya yang tidak terima dengan perbuatan Seo Young tergambar jelas di otaknya. Bagaimana bisa dia tega melakukan itu tanpa tahu apapun?
“Aku ingin putriku memiliki seorang kakak laki-laki yang bisa diandalkan sepertimu, Woo Jae-ssi. Putri yang paling bungsu dan satu-satunya…aku ingin dia tumbuh dengan dimanja.”
Seo Young tidak ingin putrinya seperti dirinya. Anak perempuan sulung yang mengambil tanggung jawab sebagai pencari nafkah.
Air mata Woo Jae belum mengering…
Kelanjutannya? Baca di kutudrama ya!^^ Support mbak dee untuk menuliskan endingnya karena saya tidak berniat memberikan spoiler hehe. See you good readers :D

Comments