Review Korean Drama My Golden Life Episode 11 (Part 2)

Ji An is so smart and lucky, isnt she?


Promosi Do Kyung sebagai wakil Presdir sudah dipublikasi. Para pegawai bisa melihatnya di papan pengumuman perusahaan. Tuan Choi mendukung anaknya, meski mereka ada di jalan yang berbeda karena berada di bawah pimpinan pamannya. Tuan Choi juga berkata kalau Do Kyung bisa mewujudkan usulan bisnisnya soal bio produk itu jika berhasil. Eh, bukannya waktu itu dilarang ya soalnya ngabisin banyak uang buat mulai usaha baru? Tapi ternyata Tuan Choi mendukung tuh 😊


Sementara di gudang data Ji An ditugaskan seniornya, Ha Jung, untuk membagi data 10 tahun lalu menjadi dua bagian. Ji An cukup mengambil data pemasarannya saja karena tim strategi pemasaran sudah terpecah sekarang, tak seperti dulu.

Tiba-tiba telepon dari Nyonya No masuk. Pertemuan di salah satu galeri itu dengan calon besannya rupanya dimasuki Nyonya Hong, saingannya untuk menikahkan Do Kyung. Nyonya Hong bahkan mengusulkan bertemu dengan putri Nyonya No yang hilang hari itu (ia sudah tahu Ji An sedang dalam masa training, tapi karena Nyonya No bilang Ji An sudah kerja di Haesung, Nonya Hong jadi berkata demikian). Nyonya Son dan Nyona Han, calon besan Nyonya No jelas merasa tersinggung. Mereka akan jadi satu keluarga tapi Nyonya No tak memberitahukan hal tersebut pada mereka dulu. Bagaimana kalau kabar tersebut justru meledak tanpa mereka ketahui.

Kedua besan Nyonya No pun menyetujui kedatangan Ji An ke galeri menemui mereka. Hmmmm, rencana sudah matang, tapi karena ide Nyonya Hong, mereka akan makin bertanya-tanya nanti kalau skenario pertemuan Do Kyung dan Ji An tampil di media. Lalu bagaimana mereka mengatasi kecurigaan yang akan muncul? Segitu ketatnya ya persaingan bisnis nyonya-nyonya konglomerat ini. 

Menerima telepon Nyonya No, Ji An tanggap segera meminta bantuan oppanya. Persis seperti batin Nyonya No hahahahaha. Nyonya No nggak bisa ngomong dong di depan Nyonya-nyonya, minta Ji An telepon Do Kyung dulu. Do Kyung denger cerita Ji An yang masih kerja, berdebu dengan robekan di baju, tak sempat make up cepat bahkan ganti baju, langsung tahu ada yang sudah membongkar rahasia mereka. Do Kyung segera meminta bantuan temannya untuk menyediakan baju di belakang gedungnya, lengkap dengan detail style Ji An untuk dibeli personal shopper (orang-orang yang ditunjuk melakukan pembelia untuk tujuan pribadi atau kelompok?). Do Kyung tak bisa melakukannya karena hal itu bisa menimbulkan kecurigaan yang lebih besar. Strategis sekali!

Untuk make up, Do Kyung sudah memanggilkan juga. Ia menyuruh Ji An cuci muka dulu dan mengantarnya naik van, setelah menyuruh Ji An memberhentikan taksi di depan perusahaan. Ceritanya biar nggak ketahuan. 

Dan yang bikin kagum tuh, Do Kyung sendiri yang milihin pakaian Ji An lengkap dengan aksesorisnya. Meski sepatunya agak kecil sih. Ia pula yang mengatur bagaimana make up Ji An harusnya dibuat. Aih! Too professional...

Mengatasi rasa gugup Ji An, Do Kyung percaya sepenuhnya kalau Ji An hanya perlu mengatakan yang ia ingin katakan. Toh ia sudah menceritakan mengenai Nyonya No dan relasinya yang memang sering bertemu di sana untuk tujuan tertentu. Sebagai semangat perang, Do Kyung tak lupa memberi semangat. Lebih ke mensugesti Ji An . Manis banget. 

Ji An akhirnya tampil pede di depan relasi Nyonya No dengan sangat natural. Siapa yang tahu Ji An memang ingin masuk sekolah seni sehingga bisa tahu banyak terkait hal ini. Ia bisa membaur sehingga sangat mengejutkan Nyonya No dan Nyonya Hong. 

Tak lama dari Ji An yang masuk ke medan perangnya, Do Kyung menyusul. Ia membuat alasan kalau Ketua No ingin makan malam dengan Ji An, jadi ia menjemput adiknya itu. Relasi Nyonya No yang lain jadi merasa nggak enak. Nyonya No lalu mengambil kesempatan ini untuk sekalian memperkenalkan Do Kyung yang sudah mendapat promosi sebagai wakil presdir. Ia juga sempatkan memeluk Ji An, menumpahkan rasa bangganya. Sering-sering gini aja Nyonya No. Lucu juga waktu Nyonya No sampai bergurau bertanya apakah Ji An memakai sepatu Cinderella sehingga bisa berubah sekejap.

Do Kyung tersenyum terus sepanjang perjalanan pulang. Ji An merasa sangat senang terlepas dari situasi menegangkan tadi. Ia minta dibelikan bir kaleng kesukaannya di tempat favoritnya setelah Do Kyung memuji usahanya. Awwww, kalau hubungan kakak-adek ini berubah, saya mungkin bakal sulit ngelepasnya. Atau mereka akan terus jadi kakak-adek? 

Saat santai, Do Kyung yang melihat luka jahit Ji An di jari kelingking kakinya jadi penasaran. Ji An tak bercerita karena malu. Mereka lalu mengobrol soal seni dan mimpi. Ji An kasihan dengan Do Kyung yang sampai tak bisa bermimpi walau itu menurut Ji An membuat bahagia. Masa depan Do Kyung sudah ditentukan sih. Do Kyung saja seperti baru sadar. Namun mereka tak lama membahasnya. Harus cepat pulang. Nyonya No kan mau pulang juga dan ketemu mereka di rumah.

And this is it. Ji An terhenyak. Ia ingat sekali bagaimana Ibu sangat detail menceritakan luka jahitannya akibat menginjak tutup soda saat berusia 1 tahun. Padahal Eun Sook dikabarkan hilang saat berusia 3 tahun. Artinya ia sudah tinggal bersama Ibu sebelum ia hilang? We know whats Ji An thinking: dia mungkin...

Bersambung ke My Golden Life Episode 12

Oke. Saya lupa kalau di sini Ji An nggak tahu soal kebohongan ibunya haha. Beda sama My Daughter Seo Young di mana Seo Young sangat sadar dia berbohong. Jadi yang tahu dulu harus Ji An. Dan saya nggak pernah mikir gimana saat dia menemukan fakta ini sendiri. Sedihnyaaaaaaaa😭😭😭 

Yang saya pikir cuma Ji Soo aja selama ini, tapi ternyata Ji An juga bakal terluka banget. Di satu sisi dia sayang sekali sama adiknya, Ji Soo dan nggak mungkin mendam ini lama kalau memang benar. Di sisi lain, ibunya lho yang bilang dan artinya Ibu berbohong. Bagaimana kalau sampai ketahuan? Apa yang akan terjadi pada ibunya? T.T Saya nggak tahu dia juga akan sedih karena pisah dengan kemewahan dan keluarga baru yang ia dapat atau tidak. Tapi yang jelas sekarang ia kalut. Udah kacau pikirannya. Mulai episode ini saya nggak tega lihat Ji An. 

Episode minggu depan adalah saat Ji An mulai investigasinya. Menanyai kakaknya, mencari di internet dan sampai datang ke rumah mencari fotonya. Ji An-ah... Saya nggak tega. Good for you SWnim karena sudah membongkarnya di episode ini. Saya kira bakal lama berputar-putar di masalah ini tanpa ada kemajuan. Mana musiknya dapet banget di ending tuh. Bingungnya 😲

Btw ngomongin Nyonya Hong terus sejak episode awal, jangan-jangan anaknya nanti beneran tampil dan saingan sama Do Kyung. 

Artikel terkait

Comments