Review Korean Drama My Golden Life Episode 16 (Part 2)

adsense 336x280
Just smile brightly Ji An-ah... you are really beautiful with that smile. Everyone knows it. So does Do Kyung 😎

And thanks to Hyuk too. He's a kind man for Ji An and Ji Soo...

This part mostly about workplace, but the ending is soooooooo sweet >.<




Do Kyung sengaja menghampiri Ji Soo, menemaninya makan di luar karena Bos Kang tak ingin Ji Soo melihatnya menciptakan roti baru. Do Kyung pura-pura pertemuan mereka adalah kebetulan dan ia sedang sendiri juga. Do Kyung melihat Ji Soo menyukai roti (Tuan Choi punya foto Ji Soo kecil yang sedang makan ubi. Apa ada hubungannya?). Ia lalu nyeletuk soal kehidupan Ji Soo yang mungkin keras menurutnya. Keluarganya miskin, pekerjaannya sulit. Wkwkwk you really dont know anything, oppa. Ji Soo membantah. Ia justru merasa bersalah pada Ji An. Ia tak memberi keluarganya sesen uang pun, sedangkan Ji An bahkan memberi keluarganya gajinya dan memberi Ji Soo serta Ji Ho uang saku. Ketika dibully saat sekolah pun, Ji An sendiri yang bahkan memberi pelajaran pada orang yang membullynya.   


Mulai dari sini Ji An terus yang diceritakan. Meski kesannya tetap bermaksud mengenal Ji Soo, tapi ujungnya selalu Ji An. Benar-benar di luar dugaan saya haha. Do Kyung bermaksud mengajak Ji Soo ke resto makanan penutup (seperti kafe gitu?), namun Ji Soo malah mengajaknya ke minimarket. Do Kyung bilang Ji Soo nggak ada bedanya seperti Ji An. Ji Soo setuju. Mereka sangat dekat sampai punya kebiasaan yang sama.  

Btw kenapa Ji Soo manggil Ji An eonni. Dia kan bukan eonninya sebab Eun Seok lahir bulan Maret. Kayaknya Do Kyung keceplosan deh. Maksudnya Eun Seok di sini itu Ji Soo bukan Ji An. Ji Soo yang menganggap Ji An adalah Eun Seok jelas jadi tahu Ji An benar eonninya. Ia lebih tua, lahir duluan dari dirinya yang ultah bulan Mei. Tidak seperti anggapan Ji An selama ini kalau mereka anak kembar, beda semenit aja. Tuh kan, ngeliat ID aja jelas kelihatan mereka bukan anak kembar tapi kakak-adik. Bagaimana Ibu bisa ngotot mereka anak kembar nggak identik? 

Ji Soo cerita lagi kalau Ji An memang beda. Ji Ho dan dirinya sama sekali sangat rileks dan nggak suka belajar. Namun Ji An pintar dan ambisius. Ji An sampai mendaftarkan dirinya diam-diam ke perkuliahan diploma agar Ji Soo tetap mendapat gelar untuk bisa bertahan di negeri ini. Mereka sampai bertengkar hebat dulu. Tapi yah, dia memang kakak yang hebat. Ji Soo minta maaf sudah menyulitkan adik Do Kyung tersebut. 

Mendengarnya Do Kyung meminta Ji Soo memanggilnya oppa pula. Ji Soo mengiyakan. Do Kyung oppa Ji An berarti oppanya juga. Do Kyung tersenyum. Ji Soo di matanya ceria sekali. Ia hanya terdiam menghela nafas saat Ji Soo meminta balik Do Kyung untuk bersikap baik pada Ji An. Ji An  terlihat lebih buruk setelah pindah daripada sebelumnya. Do Kyung bergumam, Ji An memang tak beruntung. 

Saya kurang suka sama baju Eun Soo terlebih di episode ini waktu makan siang. Padu padannya sih. Rasanya bajunya kependekan dengan jeans yang menutupi proporsi badannya yang cukup besar (beda dengan Ji An yang memang kecil. Atau emang kebesaran?). Ngga terlihat ramping dari belakang. Saya jadi nggak sabar lihat dia berubah pakai dress wkwk.

Hyuk sempat berpapasan dengan Do Kyung seselesainya dari menemani Ji An ke paman perajin kayu untuk properti acara ultah perusahaan. Do Kyung pas habis nganter Ji Soo ceritanya. Keduanya bertemu nggak sengaja aja sewot. Saling tanya kenapa bisa di sana tanpa ada yang mau menjawab. Sampe mikir, bisa-bisa Ji Soo nggak diizinin suka sama Hyuk nanti LOL. 

Di depan toko roti Bos Kang, Hyuk melihat meja make up hadiah Ji Soo belum dirakit juga. Ia berinisiatif merakitnya sendiri. Hahahaha Hyuk kayaknya tahu Ji Soo sengaja nggak mau dibantu olehnya sampai berbohong bisa merakit sendiri. Ia menghela nafas, mulai memasangnya dengan cekatan. Ji Soo yang melihatnya terkejut. Hyuk sadar nggak sih, sudah kesekian kali ia membuat Ji Soo terpana? Hyuk beralasan mau hujan soalnya. Kayu itu nggak boleh kena hujan 😊 

Yap. Meja make up tersebut sudah diletakkan di kamar Ji Ho dan Soo Ah setelah Ayah dan Ji Ho membersihkan dan bahkan menempel wallpaper dindingnya. Awwww cantiknya dengan warna merah jambu.

Esok hari Do Kyung kembali membantu Ji An menghindar dari Ketua No yang ingin bermalam dengan Ji An. Ia bahkan sudah memesan tempat untuk seminar dadakan. Sudah ia persiapkan kemungkinan ini. Heol. Do Kyung orang macam apa? Ji An juga tak percaya Do Kyung sangat perhitungan. 

Tak hanya itu, demi menghalangi Kakek tak bertemu Ji An setelah seminar, ia juga membuat alasan mobilnya rusak sehingga tak bisa datang tepat waktu dengan jadwal keberangkatan pesawat Ketua No. Yang tak masuk rencananya adalah kehadiran Bibinya di Yangpyeong bersama Ketua No yang menguslkan untuk menjemput Do Kyung dengan supirnya. Do Kyung langsung menelepon Ji An untuk ia ajak pulang bersama. 

Do Kyung mengusulkan untuk menyabotase mobil sebab menurutnya Ketua No (plus bibinya) jangan sampai mendapati mereka berbohong. Akan berat resikonya. Tapi ia menyalahkan diri sendiri yang  tak mengatakan masalah ban, justru mengatakan mobilnya rusak. Padahal kan Do Kyung tak tahu soal mobil. Ji An lantas mencari caranya di internet. Ia pernah menonton film yang menunjukkan caranya 'merusak' mobil. Haha, di Two Weeks ada juga yang begini. Belajar dari film untuk menyamar jadi orang lain, atau bersembunyi di mobil pengangkut pasir. 

Singkat cerita, Ji An memberi tahu apa yang perlu Do Kyung lakukan. Menaikkan bagian depan mobil sedikit dan menahannya dengan gundukan tanah yang sudah diberi kayu sebagai jalan mobil. Ia akan coba mengutak-utik kabelnya.

Cukup lama Ji An melakukannya sampai membuat Do Kyung cemas dan memutuskan hendak menyuap supir bibinya saja supaya tutup mulut saja. Tapi Ji An kemudian tersenyum cerah sambil memegang potongan kabel yang berhasil ia putus. Senyum yang menyilaukan Do Kyung mungkin? Kenapa senyum yang juga sempat tersungging di bibirnya, justru lenyap seketika? Ia menyadari sesuatu?

Sementara di tempat lain bibi Do Kyung tidak jadi mengirimkan supirnya karena jalan macet akibat kecelakaan. Ketua No juga memutuskan pergi tanpa menunggu Do Kyung dan Ji An. Istrinya mengungkit soal jadwal keberangkatan pesawat mereka yang sangat mepet. Usaha Ji An sia-sia dong. Gimana mereka bisa pulang kalau supir Bibi nggak jadi dateng? Nggak tahu harus ketawa atau nangis ini...


Oke. Jadi bibi Do Kyung ke Yangpyeong, tempat Ketua No, menurut Nyonya No untuk mengatakan pada ayah mereka kalau bukan dia yang membongkar tentang Eun Seok. Tuan Choi sampai tak habis pikir. Keluarga mereka sebegitunya ya. Sama saudara sendiri bahkan. Tuan Choi sebelunya sedih saat melihat kotak hadiahnya untuk Ji An malah tersimpan di lemari bersama dengan surat ajakan kencannya. Seolah tak dihiraukan karena prioritas Ji An menyelesaikan pekerjaannya.

Nggak tahu Tuan Choi kalau Ji An juga nggak tega nyimpen itu. Dia kan bukan Eun Seok, putrinya. Ia tak pantas mendapat perlakuan manis Tuan Choi.

Hhhhh...Tuan Choi sampai tak sadar pohon di depan perusahaannya sudah sangat besar. Tak terasa 20 tahun ia pindah ke Haesung. Pagi itu, ia memilih menikmati siang dengan berjalan kaki. Apakah ia lebih bahagia begitu? Rindu berjalan-jalan? 

Preview episode berikutnya beneran nggak nyangka sudah dipublikasikan bersama dengan episode ini. Tapi nggak tahu lagi kalau besok ada versi lain yang dikasih. Ji An terjebak di tempat seperti hutan. Ia dan Do Kyung sepertinya memang berusaha mencari seniman pencelup kain dengan warna alami, Jung Kang Soo yang tinggal di pedalaman. Namun sampai malam Ji An sendirian di sana, sedangkan Do Kyung di tempat lain. Untungnya mereka kemudian bertemu...

Eh, tapi kenapa Ji Soo bilang mau keluar dari toko roti? Bos Kang shock sampe membuka kaca mata hitam yang sengaja ia kenakan untuk bertemu Noona. LOL. 

adsense 336x280

0 Response to "Review Korean Drama My Golden Life Episode 16 (Part 2)"

Post a Comment

I talked about my thought the most because I dont know the other's mind^^ You can share your own here.

thank you very much for your comment. :)
Hope you can come back!!!