Review Korean Drama My Golden Life Episode 13 (Part 2)

The (average) rating of this episode same as last Saturday episode. Around 27,4% increased a bit 0,2%.

This part is so heartbreaking...


Credit: KBS

Ayah cerita ke Ji Ho kalau dia sudah membujuk Ji Tae untuk menikah saja, tapi kakaknya itu bilang tak mau. Padahal Ayah sudah menawarkan kamarnya dengan Ji Ho dipakai mereka berdua. Biar Ayah yang akan mencarikan dan membayar sewa kamar Ji Ho. Ji Ho terlihat terharu. Nggak tahu dah itu terharu apa efek cahaya aja πŸ˜‚ Karena itu, bisakah Ji Tae membujuk kakaknya? Katakan tak apa hyungnya itu memakai kamarnya dan sebagainya. Ji Ho tidak yakin hyungnya mendengarnya, tapi ia berkata punya kemampuan misterius untuk menggerakkan hati orang. Haha, if you know what are you talking about, Ji Ho-ya.

Ayah tersenyum senang. Ia lanjut berkata ia pastikan agar Ji Ho tak perlu bekerja untuk membaiyai kuliahnya. DEG. Ekspresi Hyun Soo saya suka bangeeeeeeeeeeeeeeet. Ji Ho diam menatap ayahnya, seperti tahu hal itu sulit sekali. Ayah langsung meralat ucapannya, merasakan hal yang sama dengan Ji Ho. Intinya ia akan terus berusaha jadi jangan sampai Ji Ho menyerah dengan mimpinya.

Ji Ho kembali bersikap ceria. Tak akan pernah. Ia sangat mengagumi dirinya. Bagaimana bisa ia menyerah. Dont worry, be happy. Ji Ho menarik kedua sudut bibirnya untuk memperlihatkan senyumnya yang paling cerah. Dan kembali melembut parasnya ketika Ayah berpaling ke arah lain, ingin tambah soju. Sigh....yang nonton ngerasain sama kayak saya nggak sih? Bagus banget scene ini. Ditambah efek bgmnya yang seolah judulnya rising hope, dream well...sweet sekali. Kayaknya bgm baru deh😊


Dari semua scene Ayah sama anak-anaknya saya paling suka sama scenenya dengan Ji Ho. Entah bagaimana ada karakter ini di keluarga Seo. Penghangat beneran. Dia maknae paling beda sendiri. Kita tahu kita nggak bisa masukin si ceria Ji Soo yang super jarang mikirin keuangan keluarga. Karena itu kehadiran Ji Ho yang selalu menghibur yang lain meski dengan topengnya ini bikin trenyuh. Dia sangat dewasa meski banyak yang nggak sadar. Pemikirannya sudah jauh tapi sangat optimis. 

Saya jadi ingat ketika dia motoin rumah-rumah bagus di komplek keluarga Haesung dan memberi rumah itu rangking. Jika benar itu untuk keluarga mereka nanti di masa depan...jika benar Ji Ho ingin memberikannya untuk orang tuanya...betapa meltingnya episode itu nanti hahahahaha. Walau saya sama mbak Dian (Kdramastory) masih sangat khawatir mengenai cara mencapai mimpinya itu yang entah bagaimana. 

Soo Ah beneran sakit. Dan saya justru dejavu sama drama SP hahahaha. Gimana nggak, habis putus, Bong Hee juga sakit gini. Trus jadi membaik lagi hubungannya. Sama kayak Ji Tae dan Soo Ah. Ji Tae yang ngeliat Soo Ah sakit dan malah keluar sendiri memanggil taksi, akhirnya tahu hanya ia yang Soo Ah punya. Ji Tae pun bilang kalau dia sangat ingin hidup dengan Soo Ah, dia sayang Soo Ah. Soo Ah yang jatuh di pelukannya lalu ia bawa ke rumah sakit untuk diinfus. Fiuh untung bukan kenapa-kenapa.

Beralih ke Ji An yang pulang ke rumah dengan membawa tamu, pemilik Mirae Foundation yang diminta adik Nyonya No Myung Hae untuk membocorkan rahasia mengenai Eun Seok yang sudah ditemukan di acara tempo hari. Nyonya Jin So Mi ini sudah berdiri sangat lama di gerbang pintu rumah menunggu diizinkan masuk. Tapi begitu masuk dan bahkan berlutut, ia malah tak mendapat maaf dari Nyonya No. Nyonya No sengaja menghentikan donasinya untuk organisasi tersebut sebagai hukuman. Sama saja Nyonya No melumpuhkannya. Dan percuma minta maaf. Beraninya ia mendukung usaha rivalnya untuk meminta mendatangkan Eun Seok (sebelum benar-benar siap diperkenalkan) ke sana? Harusnya ia sadar apa yang dilakukannya jika menantangnya. Tak akan ada yang berubah. Nyonya No sampai memegang kunci terakhir Nyonya Jin jika masih melawan. Putranya yang punya posisi di perusahaan Haesung.

Woah. Ji An ngeri membeku di sana. Melihat langsung bagaimana sang  Nyonya membalas perlakuan orang lain yang jahat padanya sungguh di luar dugaan. Pakai kata-kata selamanya nggak bakal dapet kerja pula. Ji An kembali pucat. Ia kayaknya mau jujur deh bilang dia bukan Eun Seok, tapi semuanya mendadak sangat menakutkan.

Seo Hyun tambah meyakinkan kalau begitulah keluarga No. Semua pegawai sengaja diberi gaji yang lebih tinggi dari pegawai biasa agar tak pernah membocorkan apapun rahasia keluarga. Jadi, maklum saja perbuatan Nyonya Jin yang mengatakan mengenai diketemukannya Eun Seok yang hilang sangat tak termaafkan.

Lagi-lagi saya bertanya, ada ya yang kayak gini di sana? Apa dengan cara ini juga mereka bisa memblok banyak gosip dan perbuatan buruk mereka? Saya belum bilang sebelumnya, tapi sejak Ji An tahu dirinya bukan Eun Seok, My Golden Life berubah menjadi genre horor. BGM kalau sudah scenenya Ji An, sperti scene ini begitu mencekam LOL. Kan saya nggak nonton buat beginian. Kembaliin Ji An yang dulu T.T 

Ayah dan Ji An bermimpi buruk. Ternyata yang saya ceritakan di spoiler tentang Ji An yang mengatakan pada Ayah dan Ibu kalau ia sudah tahu kebenarannya cuma mimpi semata. Hukuman yang dilihat di mimpinya di mana Ji Tae sampai mengundurkan diri, Ayah dan Ibu berlutut semalaman, serta ia yang hendak dilucuti pakaiannya, begitu terasa nyata sehingga membuat mereka berdua tak berani kembali tidur dan memilih keluar rumah. Tujuan mereka berdua sama: taman. Entah sama atau tidak mimpi mereka berdua. Sepotong atau utuh. Haha kesannya ngomongin mimpi While You Were Sleeping. Ji An kasihan euy, dia sampai nggak sadar tidur di lantai πŸ˜•

Malam itu, Ji An mampir sebentar ke kantornya. Ia membuka agendanya, mengubah deadline pekerjaan seminggu lebih awal, Dari tanggal 29 ke 23 sebagai penyelesaian akhir persiapan acara, dan menuliskan nama Ha Jung. Minggu depan nih berarti. Apa Ji An mau mengundurkan diri?

Aih, apa bisa? Acaranya jadi besar sekali karena mau digunakan sebagai bahan promosi ke Eropa. Ji An memukul-mukul dadanya memikirkan situasi yang semakin rumit. Ia sudah berada di pinggir atap gedung lho. Tampak sangat kecil dibanding gedung-gedung pencakar langit yang kokoh di sekelilingnya.

Untunglah ia nggak ambil keputusan ceroboh. Ia memilih minum bir kaleng kesukaannya, sebelum Do Kyung mengagetkannya dan membawanya ke rumah. Ji An sangat takut akan ada sesuatu yang terjadi. Namun tidak. Hanya ia yang ditawari sekolah seni ke AS sebelum dikenalkan sebagai Choi Eun Seok...

Bersambung ke My Golden Life Episode 14

Do Kyung si oppa superman. Dimainkan Park Shi Hoo, saya nggak bisa ngelepasin dia dari imej Seo Byeon yang juga bak superman di Prosecutor Princess, dramanya SWnim pula. Perannya Park Shi Hoo di drama SWnim memang selalu baik hati. Sama kayak peran Lee Sang Yoon yang selalu adorable dan Kim So Yeon yang selalu cerdas tapi ngegemesin(?). (pengecualian untuk Bae Soo Bin^^)

Di My Golden Life, Do Kyung seperti bisa tahu masalah Ji An hanya dengan sekali lihat. Entah ini jodoh atau gimana wkwk. Dia dengan inisiatif sendiri juga menjelaskan ke Ji An dengan maksud membuatnya mengerti tentang kehidupan keluarga mereka yang tidak biasa: keluarga konglomerat. Harapannya agar Ji An tak merasa begitu tertekan dan stress sendiri.

Tapi sayang Do Kyung sudah ditentuin jodohnya. Sampai sekarang saya nggak bisa mikir cara mereka bersatu kalau masalah keluarga aja ruwet abis. Jangankan itu, Do Kyung suka sama Ji An dan sebaliknya aja nggak tahu kapan timingnya. Hhhhh penonton bisanya nunggu... 

Di pihak lain Ayah meyakinkan Ibu untuk tak menerima tawaran dari Haesung untuk buka bisnis. Ayah berkata Ibu akan menyesal nantinya. Ia akan berusaha berbisnis lagi kok untuk bisa mengembalikan Ji Soo dan menerima Ji An lagi. Ia tak mau Ji An kembali dengan kondisi mereka yang sama saja. Namun Ibu terlanjur kecewa dengan Ayah. Ibu tidak bisa lagi mempercayai Ayah setelah sebelumnya Ayah berbohong soal ekerjaannya sebagai buruh yang sedikit sekali bayarannya. Masalah satu ini kapan selesainya? Ji An nggak bisa mendam lama mengenai kenyataan yang sudah ia ketahui.

Artikel terkait

Comments