(Edited) Review Korean Drama My Golden Life Episode 13 (Part 1)

As usual, odd episode will bring some intense just for being sharpered by the next episode. But as you can see this drama still has its sweetness for each story. I have no problem enjoying this drama. Ji Soo-Ji An is my favorite in this episode. Appa-Ji Ho the second.

Sebelumnya: My Golden Life Episode 12 Part 1 dan Part 2

Credit: KBS

Ji An sangat terkejut. Ia terdiam sebentar sebelum bisa mencerna penuh apa yang sebenarnya terjadi. Ia menangis sejadi-jadinya. Sendunya memenuhi dada. Bagaimana ibunya bisa sampai sejauh ini. Keluarga Haesung (kenapa saya nggak pake nama ini dari dulu LOL) bukan orang sembarangan dan mereka sangat baik padanya. Bagaimana dengannya sekarang? Shin Hye Sun benar-benar akting seperti orang kesakitan. Entah arahan PDnim atau interpretasinya langsung terhadap naskah. Saya nggak nyangka Ji An sesakit ini... 


Untungnya Ibu tak jadi menekan kunci rumahnya dan Ji An mendapat panggilan dari Bos untuk kembali mencari data. Kebayang nggak sih, di tengah situasi ini dia dapet telpon kerja? Ji An-aaaaaaaah๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ ๐Ÿ˜ญ  Ji An berakhir membereskan penemuannya dengan lemah. Sigh.

Ji An terlihat pucat sekembalinya ia ke kantor. Data yang diminta Bos dicarikan Ha Jung dengan mudah ia temukan. Ha Jung-ssi, you!!! Ia membawa kembali sekotak penuh data kantor dan disuruh mengerjakan proposal lagi meski Ji An sebenarnya ingin izin keluar.

Kasihan Ji An. Ia nggak konsentrasi bekerja. Pulang ke rumah saja langkahnya berat. Ia mulai menghindar, baik ke Do Kyung dan keluarganya. Ia sampai berangkat kerja pagi sekali dan enggan makan siang bareng oppanya.

Hari ini pakaian Ayah rapi sekali. Ia sudah menawarkan rencana bisnisnya ke salah satu potential partner tapi ia sendiri lupa bikin kartu nama. Partnernya jadi kurang yakin dan bisa salah paham. Ayah lalu minta kartu namanya di bawah perusahaan Seok Doo.

Ji Soo kembali memanggang roti dengan alat-alatnya dulu yang tak dibuang Ibu dan catatan resep yang ia masih simpan. Ia tidak tahu kalau Bos Kang sedang menangis di toko rotinya setelah tahu wanita yang ia cintai dulu, Noona Hyuk malah bercerai karena kekerasan rumah tangga. Untuk pertama kalinya kita bahkan melihat Bos Kang minum soju.

Roti yang Ji Soo panggang di rumah digunakan untuk sarapan pagi. Diolesi selai, Ayah bilang roti Ji Soo enak. Ibu juga menambahkan rotinya lembut sekali dan penasaran apa yang ditambahkan putrinya. Ji Soo tak menjawab. Rahasia karena ia juga dapat dari hasil observasinya pada roti Bos Kang. Jangan bilang nanti Ji Soo kena marah Bos Kang lebih dahsyat. Apa-apaan ini saya ngaco lagi.๐Ÿ˜‚

Oh ya, di kesempatan itu juga Ji Tae cerita soal Ji An yang bekerja di Marketing kembali, menemuinya. Wajah Ji Soo, Ayah dan Ibu langsung berubah. Kenapa? Kaget Ji An balik ke pekerjaan lamanya? Cemas Ji An kenapa-napa? Saya yang denger itu pertama kali mungkin berpikir Ji An tetap baik-baik saja dengan keluarganya. Di manapun penempatan Ji An di perusahaan.

Berganti hari, Bos Kang (saya salah dengar di awal episode. Bos Kang nggak suka Ji Soo memanggilnya bos, jadi ia menggantinya dengan Tuan Roti? Bang wangjanim? Haha pelajaran Korea saya rendah banget) memanggang roti sangat sedikit. Katanya ia manggang roti nggak untuk menyenangkan orang lain. Mengenai Noona yang ingin melakukan pembayaran dengan mengirimkannya ke rekeningnya, ia jelas menolak. Kasih saja tunai ke Ji Soo. Alasannya: ia sangat butuh uang tunai selain dari pelanggannya. Wkwkwkwkwk Bos Kang ada aja...

Ji An akhirnya makan siang di luar. Ia sudah akan masuk restoran mahal sebelum sadar, kartu kredit dari Nyonya No hanya untuk darurat saja. Ji An setelah sekian lama kembali makan kimbap segitiga yang biasa ia beli saat jadi pegawai kontrak. Dengan laptop di depannya, ia berniat memakan kimbap itu. Sayang, bayangan Ibu yang memintanya menutup mulut dan meminta Ji An meminta keluarga Haesung untuk disekolahkan ke luar negeri menghentikannya. Ji An selalu berpikiran seperti ini. Seperti saya, bayangin apa yang akan terjadi selanjutnya ๐Ÿ˜€

Dan ta-da. Ji Soo mengiriminya foto selfie dengan roti buatannya. Awwwww, Ji Soo-ya. Bagaimana eonni tega sama kamu, dek? Ji An menengadah menahan air matanya. Ia balas dengan hasil editan foto Ji Soo tadi dengan roti koki dan pujian. Lah ini kenapa ngetik sambil berkaca-kaca yang bikin review hahahaha. Stop you both. Ji Soo kemudian menelepon kakaknya. Ji An balas memuji langsung. Ji Soo cerita Ayah juga makan rotinya. Ji An jadi tahu cerita Ayah yang tangannya terluka dan keluar dari pekerjaannya. Ji An makin merasa bersalah mengingat bagaimana ia bersikeras di depan ayahnya untuk memberi pengertian ia mau pindah ke keluarga Haesung. Air matanya walhasil menetes juga. Ji An seperti memutuskan sesuatu setelahnya.

Beralih ke Ji Ho sebentar. Ia sedang istirahat makan siang seperti biasa dengan rekannya di toko sepatu. Di sana Ji Ho ditanya sudah punya tabungan berapa. Ji Ho memberi hitung-hitungan kasar. Banyak. Tak disangka. Tapi rekannya tersebut berkata, ia tetap akan kuliah kalau jadi Ji Ho. Orang-orang tak akan menganggapnya jika tanpa gelar. Dikatai begitu Ji Ho nggak mau kalah, ia sangat optimis sampai bisa merekrut sarjana untuk bekerja di bawahnya nanti. HA. Tinggalkan dulu masalah ini. Ayah menelpon ingin mengajaknya makan. Ia tunggu di depan akademi  HAHA. Ayah nggak bercanda kan? Ji Ho lagi kerja nih.

Iya. Ji Ho juga nggak bercanda. Ia niat banget ketemu Ayah dengan baju pelajar muncul dari akademi. Gubrak banget dah liat dia. Bisa pas timingnya sama kedatangan Ayah.

Seperti yang saya katakan di spoiler, mereka makan bersama sambil membicarakan tentang kamar Ji Tae dan Ji Ho yang akan dialihfungsikan sebagai kamar Ji Tae dan istri nanti. Dasar keluarga Choi ya, kebiasaannya sama banget. Ji Ho cuma minta makan dakgalbi, semacam nasi goreng ayam sayur bumbu pedas (mian untuk salah tafsir sebelumnya) untuk makan malam setelah setahun nggak pernah Ayah traktir seperti saat ini. Ia nyeletuk kalau Ji An pasti sepertinya juga. Ia kemudian mengatakan kalau Ayah saja yang dicekoki pemikiran bahwa semua makanan mahal itu enak. Padahal mah semua makanan itu harus dirasakan dengan lidah, bukan dinilai dari harga. Kemudian dia juga bilang kalau dia nggak bisa makan enak karena Ayah belum mengatakan apa yang mau dikatakan. Nah lho, Ayah banget ini. Masih ingat waktu Ayah diajak makan bareng Ibu buat ngomongin kepindahan Ji An? Hubungan darah keluarga Choi digambarin begini oleh SWnim.

Bersambung ke My Golden Life Episode 13 Part 2

Woah, SWnim bahas sarjana dan nggak. Saya tertarik soal isu ini di Korsel (kelihatan banget kan saya nggak nonton drama sebelah hehe). Saya ingin tahu bagaimana SWnim akan membuat ending usaha Ji Ho nanti. Tetiba ingat judul drama ini setelah sekian lama diburamkan sama masalah anakku bukan anakku. Semoga bener deh nggambarin masa emas dan bisa related banyak orang.

Ngomong-ngomong, yang punya masa sulit nggak cuma Ji An. Ayah sama Ibu sekarang kayak nggak pernah tulus seneng di depan Ji Soo. Rasanya ada aja yang ngganjal di balik senyum mereka. Berakhir cepet dong masalah ini wkwk. Saya sampai kebawaa sensi sama Ji Tae yang dingin ke Ji Soo, bilang Ji Soo bisa jadi koki nanti kalau bekerja keras. Dia selalu dingin sih sama adiknya yang lain, tapi perasaan saya aja atau Ji Tae seperti punya naluri hahahaha. Padahal Ji Soo kan cute.

Saya suka SWnim selalu menempatkan teman untuk setiap karakter. Untuk Ji An saya masih ngarep sama Ha Jung. Masih ngarep Ha Jung berubah dan mau jadi teman bicaranya. Semua hubungan pertemanan kadang bisa berawal dari teman yang buruk, kan? Dan sebaliknya. SWnim punya My Daughter Seo Young dan Two Weeks buktinya. Plus 49 Days untuk contoh kebalikannya.

Selain itu, ada Gi Tae untuk Do Kyung, Bos Kang untuk Ji Soo (ahahaha yang ini bisa berubah nanti). Seo Hyun dan supirnya, Ayah dan Seok Doo, Ibu dan Hee Ja, serta sementara Hyuk dan Noona. Rasanya adem, hidup seperti adil sekali. Mereka nggak pernah sendiri. Eh, kecuali pasangan ortu keluarga Haesung hehe.

*curcol. Nulis review ini sering kedistraksi yang lain. Apalagi kalau TOL udah tayang dan bias ada acara wkwkwkwk.

Artikel terkait

Comments

  1. Semangat ya.. drama ini bgus ternyata.. biar udah nonton aku msih suka bca review.. soalnya kdng2 g paham ato yg dtonton g da transletenya hahaha.. semangat..
    Iya jisoo kasihan lho sbnernya. Keknya d kluarganya selain ayah n jian yg lain kya g gthu sayang ma jisoo.. iya g sih? Tp jisoo tetep senyum n ceria ajj ya jd g gthu kntara.. ato mreka bgthu krn kehidupan yg sulit ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, saya juga ga nyangka drama ini lumayan. nggak ada bias soalnya di sini, jadi kalau ceritanya ga bagus kayaknya ga sampe sejauh ini deh.
      makasih...makasih...sampe dikasih semangat haha. seneng sih kalau ada temen ngobrolin ini.
      tentang ji soo, di awal hee ja aja sampe notice kan ibu kayak khawatir banget sama ji soo. berarti dia emang sayang. ji ho usil begitu perhatian, tahu banget kebiasaan ji soo. kalau ji tae sih yang gatau. dan jangan lupa bos kang juga trundere type hahahaha
      sampe heran, nih anak ceria dapet dari mana. keluarga seo waktu kaya mah ceria semua, sekarang ga kelihatan kecuali dia. trus keluarga haesung ga ada yang sehyper dia, ni anak niru siapa :P

      Delete

Post a Comment

thank you very much for your comment. :)
Hope you can come back!!!