Review Korean Drama My Golden Life Episode 12 (Part 1)

I thought this episode will break the rating again, but no. Just back to the highest rating they ever had despite of the surprise they gave last Sunday. 

Ji An start her own investigation. No more Eun Sook, just Ji An being so careful and confuse. Sigh.

Sebelumnya: My Golden Life Episode 11 Part 1 dan Part 2


Credit: KBS

"...berarti mungkin aku bukan Eun Sook" Mata Ji An berkaca-kaca mendengar nama Eun Seok yang justru dipakai Do Kyung untuk menyadarkan lamunannya. Ah, dia masih dipanggil Eun Seok.

Ji An berakhir terdiam sepanjang perjalanan pulang. Nggak ada gunanya ia tanya Do Kyung. Ingatan Do Kyung juga samar. Harusnya bisa terus ingat, tapi karena tak diizinkan menyebut nama Eun Seok sejak adiknya tersebut menghilang, ingatannya seperti menutupi memori mereka dulu. 


Ji An lalu bertanya ke Manager Min bagaimana mereka menemukannya. Manager Min menjawab dengan tes DNA. Ji An tambah bingung tapi dia mengingat perkataan Ibu, bagaimana bisa ia berbohong pada Tuan Choi dan Nyonya No. Ji An menenangkan dirinya lagi. Ingatannya lantas bercampur, seolah ia salah dengar waktu itu. Bukan 1 tahun, tapi 2 tahun ibunya cerita soal operasi kecilnya. 

Sayang, hal ini nggak menghentikan niat Ji An untuk menggali kenangannya. Ia bertanya pada Nyonya No mengenai foto masa kecilnya. Tuan Choi juga menanyakan hal yang sama sebaliknya ke Ji An. Kedua pertanyaan yang sama-sama tak memuaskan jawabannya karena baik keluarganya dan Nyonya No tak memiliki album itu. Ketua No sengaja membuangnya agar bisa melupakan Eun Seok, sedangkan keluarga Ji An yang berpindah-pindah pernah kehilangan album entah di mana. Do Kyung tampak memprihatinkan Ji An.

Ayah sudah mau melepas perban tangannya ketika Ji Soo datang dan menawarkan diri membukakannya. Ayah tersenyum, menanyakan lagi kesediaan Ji Soo. Dan Ji Soo jelas menjawab mantap. Selepas itu, Ayah menggetok gemas Ji Soo. Ibu yang mendengar percakapan mereka di kamar tampak tak begitu senang.  Saya suka waktu Ji Soo bilang, ngapain Ayah memukulnya meski dia sudah bodoh. Kan jadi tambah bodoh pikirnya haha. Beneran ada di skrip ya? Suka banget. Apalagi Eun Soo nyengirnya natural banget.

Ayah rupanya membelikan Ji Soo oven. Ji Soo sangat bahagia dengan hadiah yang kata Ayah tak seberapa itu. Ji Soo sampai memeluk Ayah. Ibu bahkan dari yang dulu tak mengizinkannya memiliki oven karena tak ada tempat di dapur, beralih menyediakan tempat. Ji Soo berterimakasih Ayah telah mendukung mimpinya. Ayah membalas pelukan Ji Soo dengan wajah bersalah(?). Ia mungkin punya rasa nggak tega. Ji Soo bahkan lebih bisa meraih mimpinya segera jika berada di keluarga kandungnya. Andai Ayah tahu, penerus Haesung nggak ada yang kerjanya bikin roti hahahahaha. Ji An aja nggak sekolah seni malah balik ke perusahaan... 

Nyonya No melabrak adiknya sendiri di kantor. Ia mengancam Jin Hee, jika berani memberi bekas luka pada anak-anaknya lagi (membocorkan sebelum waktunya tiba) hanya demi meraih posisi pewaris ayah mereka, ia juga akan menghancurkan adiknya sekeluarga. Jin Hee tentu membantahnya, berkata banyak kemungkinan mengenai siapa pelaku sebenarnya. Namun Nyonya No menunjukkan salah satu kelemahan Jin Hee saat berbohong. Ayah mereka mengajari tentang hal ini agar jangan sampai ketahuan. Skak mat. Artinya gelagat Jin Hee yang berbohong terbaca oleh Nyonya No. Oh teganya keluarga sendiri yang bikin ribut.  

Do Kyung, Wakil Presdir kita yang baru datang ke kantor Ji An. Ia mengadakan rapat untuk membahas proposal Ji An. Di sana, ia menyinggung soal proposal Ji An yang dipakai dengan nama Ha Jung. Ia penasaran, apa Bos Lee memang biasa memaksakan bawahannya seperti Ha Jung  untuk melakukannya? NGENA! Ji An pernah cerita nggak sih soal ini? Do Kyung meminta Bos Lee minta maaf ke Ji An sebab sudah menggunakan proposal Ji An dan mengatanamakan orang lain. Ha Jung juga disuruh minta maaf, melakukan hal tak jujur juga, meski dengan perintah bosnya.

Mereka berdua pun minta maaf pada Ji An lengkap dengan instruksi Do Kyung: tatapan mata dan ketulusan. Hihihi, Ji An sebenernya sudah ditanya Do Kyung sebelum berangkat kerja pagi itu, mau Do Kyung apakan Bos Lee dan Ha Jung yang telah berbuat demikian. Tapi Ji An menjawab tak perlu melakukan apa-apa. Ya siapa yang nggak terkejut kalau kemudian Do Kyung malah membuat keduanya malu. Ji An aja nggak tega. 

Mendengarnya Do Kyung cuma nyeletuk, mengapa Ji An begitu lembut? Bagaimana bisa ia jadi bagian keluarga Haesung? LOL. Naskah bagian ini bener banget. Jadi tahu dong, kenapa Ji Soo bisa keras kepala banget soal mimpinya sementara Ji An iya iya aja mau ditempatin di manapun asal bisa kerja? Keluarga Haesung emang deh. Bisa dihubungin juga tentang sikap Ji Soo yang mual di dekat pasien giginya. Terbiasa mewah kayaknya Ji Soo dari kecil.  

Ji An sampai diberi kupon Chuseok oleh Bos Lee meski Chuseok sudah lewat. Masing-masing pegawai mendapat 1 dan Bos Lee sepertinya mau buka lembaran baru lagi sama Ji An. Ia tak ingin Ji An membuatkan kopi untuknya. Hmmmmm bukan karena Ji An diperlakukan baik banget sama Do Kyung kan? Sama aja atuh kalau pamrih. Semoga tulus deh. 

Beralih ke Seo Hyun. Dia tuh nungguin supir Min ceritanya yang pergi nyuci mobil. Tapi kurang 5 menit lagi sebelum jam janjian, dia mau keluar gerbang aja. Masa sih segitu nggak sabarannya? Apa ada kaitannya dengan berdegupnya jantung lebih cepat tiap deket supir Min setelah insiden hampir-disiram? 

Seo Hyun pun jatuh terduduk melihat Ji Ho di seberang pintu gerbang yang mencoba mengintip ke dalam. Ji Ho tahu itu rumah baru Ji An. Ia nggak bisa meminta Ji An keluar juga dari depan gerbang. Walhasil Ji Ho memberanikan diri membuka gerbang tak terkunci ini dan terkaget mendapati Seo Hyun melakukan hal yang sama. Seo Hyun kesal dan mengatai Ji Ho mengendap seperti tikus. Hahahaha Ji Ho balas balik mengoloknya. Seo Hyun kan juga kayak ngeliatin apa gitu, buka gerbang rumah sendiri pelan-pelan. Ji Ho beralasan kalau mau diperlakukan baik ya harus berlaku baik. 👍 

Tak lama supir Min datang dan langsung diminta Seo Hyun menghubungi polisi untuk lapor usaha perampokan. Ji Ho nggak bisa percaya. Putri terhormat di depannya bisa berkata kasar dan mau melaporkannya dengan tuduhan seperti itu tanpa bertanya? Ji Ho tak mau disuruh mendekat oleh supir Min untuk diberi pelajaran. Ji Ho malah mengangkat kakinya, mengarahkan pada supir Min seolah akan menendangnya. Meski Ji Ho melakukannya hanya untuk menghalangi niat supir Min saja.   

Ji Ho menunjukkan foto-foto rumah yang ia foto di lingkungan rumah Seo Hyun sebagai bukti ia yang memang suka menjepret gambar rumah. Ji Ho pun terlepas. Adik Ji An ini bergumam, mengasihani kakaknya yang harus punya adik seperti Seo Hyun. LOL. Seo Hyun masuk ke rumah cuma buat ganti baju walau bajunya nggak kelihatan kotor sama sekali setelah jatuh.


Ji Ho penuh ekspresi dan gerakan waktu berdebat dengan Seo Hyun. Lucu banget ngeliatnya. Dia pantomim atau apa? Seo Hyun juga jadi ngeluarin banyak ekspresi. Saya terhibur sama mereka nih. Tapi nggak tahu apa bakal ada yang kedua. Pertemuan hari ini beneran nggak sengaja dan mereka juga nggak satu kampus. Ji Ho juga nggak tahu apa masih kerja di klub tempat Seo Hyun biasa melepas stres. Kalau dihitung-hitung pertemuan mereka 1 kali setiap 6 episode. Dua kali selama 12 episode. Jadi bisa diitung sendirilah kesempatannya. Semakin besar atau kecil baru nanti terjawab.   

Saya dan mbak Dian masih penasaran sama kerjaan-kerjaan Ji Ho, bagaimana di deskripsis karakter bisa digambarkan bersedia melakukan semuanya demi uang. Dia juga punya ambisi bisnis sendiri. Ditambah dengannya yang di episode ini diliatin moto-moto rumah mewah, malah bikin tambah kepo. Ji Ho-ya, tetep jadi anak baik ya nak! Saya punya firasat nggak enak kalau lihat di My Daughter Seo Young, si maknae Sung Jae aja punya masalah. 

Dugaan saya mengenai Ji Soo dan Hyuk yang ketemu di rumah ternyata meleset hehe. Bener kalau Ji Soo tahu Hyuk ke rumahnya, tapi dia tidak bertemu dengan Hyuk. Entah kapan Ji Soo mengetahui fakta Hyuk yang menyukai Ji An, eonninya. Jadi inget Temperature of Love...di drama itu tinggal Jung Sun yang belum tahu siapa wanita yang ditaksir hyungnya, Jung Woo. 

Oh ya, sebenernya udah nebak sih kalau rahasia kelahiran tuh biasanya mulai ketahuan saat ngomongin tanda lahir dan donor darah. Jika hanya kebiasaan atau ingatan masa lalu biasanya nggak digubris. Ji An pernah keceplosan bilang nggak ingat, tapi suaranya kecil dan nggak digubris. Akhirnya keluarga Nyonya No nggak tahu sampai sekarang. 

Ketika di episode lalu nonton tanpa sub dan ngeliat Ji An ngeliat lukanya, saya bergumam, bener kan? Hahahaha. Meski ya, nggak menduga bisa kesampean di episode 11. Episode ini juga cuma versi panjang dari episode lalu di mana Ji An baru sadar di ending episode. 

Tuan Choi bener-bener sayang sama Ji An. Ia mengungkit Nyonya No yang hanya mementingkan harga diri saja di depan relasinya. Bagaimana kalau Ji An tak menelepon Do Kyung dan tampil di sana dengan pakaian berdebunya. Begini terus ya Tuan Choi? Sekali-kali saya mau lihat dia jalan-jalan sama Ji An aja.

Artikel terkait

Comments

  1. Oiya, krn dira nyebut-nyebut soal donor darah sempat terpikir mungkin nanti Ji An kecelakaan dan butuh donor darah. Di situlah keluarga No tahu kalo Ji An bukan anak mereka...
    Kalo Ji An tahu dari bekas luka di kakinya, mungkin Ji Soo nanti tahu dari tanda lahir yang seharusnya dia punya tapu ga punya di tangannya...
    Seru klo udh tebak-tebakan gini walaupun belum tentu bener... :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha iya mbak. padahal predictable ya, tapi tetep seru aja nebak-nebak meski nggak tahu bener salahnya

      Delete

Post a Comment

I talked about my thought the most because I dont know the other's mind^^ You can share your own here.

thank you very much for your comment. :)
Hope you can come back!!!