Review Korean Drama Wise Prison Life Episode 5

Not allowed to copy these Little Thing (ndyra.blogspot.com) to other site

<<Sebelumnya: Wise Prison Life Episode 4


Credit: tvN

Sampai di episode 5 akhirnya...


Meski drama ini selalu bikin meringis dan terharu, tapi untuk episode ini nggak terlalu dalam feelnya. Tokoh utama kali ini adalah petugas Paeng (yongmi akhirnya mengganti nama petugas Byun di awal episode menjadi Paeng hehe), Soji, Joo Young, dan petugas Lee di pabrik furniture. Dan kita bisa lihat bagaimana masa lalu seorang Kim Min Chul dan bagaimana teman satu sel menganggapnya sebagai keluarga...

Awal episode, penonton diperlihatkan bagaimana ahjussi Go merekatkan kembali mangkuknya  menggunakan isolasi (aiiiiiiiiiih😅😅😅) dan bagaimana ahjussi cadel (saya baru tahu dia cadel setelah ada yang bilang di twitter >.<) Dong Cheol meramu saus gochujang sendiri (pakai saus dan soda? hahahaha). Mereka terasa sekali kekeluargaannya. Lihat saja Han Yang yang selalu nyaman tidur di paha Jae Hyuk dan Jae Hyuk yang nggak merasa begitu terganggu. LOL. Ketika Han Yang dipukuli ia bahkan sudah reflect mengambil semua mangkuk makanannya agar aman dari pertengkaran Dong Cheol dan Han Yang. Padahal sebelumnya dia cuma minggir teratur dari meja makan, sekarang udah pinter nyelamatin makanannya hahahaha.

Sejak keputusan Jae Hyuk yang berhenti bermain baseball, semua menyemangati Jae Hyuk untuk kembali. Bahkan Soji yang mengantar makanan pagi itu. Waktu makan mereka juga menyindir Jae Hyuk yang hanya bisa bermain baseball hihi. Jae Hyuk tak ambil pusing. Ia mendekati Kim Min Chul ahjussi dan Joo Young melihat apa yang mereka pelajari. Mungkin ia pikir bisa melakukan hal lain. Percobaan pertama, ia merakit jam tangan Joo Young setelah ia letakkan gambar sebagai dasar latar belakang jamnya. Sayang nggak berhasil. Ada satu baut yang terlupa sehingga jarum jam tersebut  malah nggak bersatu dan terpencar saat digoyangkan wkwkwk. Jae Hyuk tanggap menawarkan diri membenahi lagi kemudian karena gurunya dalam bidang ini, Dong Cheol ahjussi sudah sibuk bertengkar dengan Han Yang. Gubrak. Jae Hyuk gaya banget deh sebelumnya, ia sampai mengelap keringatnya dengan handuk setelah menyelesaikan pekerjaannya yang cukup membutuhkan konsentrasi itu. 

Oh ya, ada cerita lucu Jae Hyuk yang berkata tahu brownies (Joon Ho cerita dia membuatkan brownies untuk ultah pacarnya dulu). Ketika ditanya apa itu brownies, Jae Hyuk dengan polosnya berkata K-con. Kakao-talk emoticon yang merujuk pada Brownie, si beruang coklat yang jadi salah satu maskot Line. LOOOOOOOOL. Jae Hyuk lucu banget dah! Ia juga nggak mau Joon Ho ketahuan merupakan temannya (mereka nggak mau ada yang memperalat hubungan mereka ini kayaknya), sehingga bilang kalau Joon Ho merupakan penggemar nomor satunya sampai jauh-jauh datang ke penjaranya, saat ditanya petugas Paeng yang mencurigai kedekatan keduanya wkwkwk. 

Keesokan harinya, Jae Hyuk diminta membantu Go ahjussi menjadi asisten untuk lomba pembuatan furniture. Tapi bukannya membantu, Jae Hyuk yang nggak hafal alat-alat perkakas malah tergoda melihat keterampilan keren salah satu peserta (pemeran No Eul di Reply 1988) di sebelahnya yang cepat sekali dalam merakit. Elaaaaah...

Lalu tibalah hari ulang tahun Jae Hyuk. Saya terharu dengan Soji yang menyanyikan lagu ultah lengkap dengan topi segitiganya. Lalu ada sup rumput laut dan kue tiramisu khusus dari petugas Paeng untuk Jae Hyuk. Orang-orang penjara pun sudah mempersiapkan acara istimewa, bahkan kepala membuatkan lapangan latihan baseball untuk Jae Hyuk, namun hari itu berita kematian korban serangan Jae Hyuk meninggal tersiar di media. Entah bagaimana status Jae Hyuk kemudian (saya belum nonton episode 6). Yang jelas, hari itu Jae Hyuk meledak di pesta ultahnya sendiri. Ia sudah mengatakan menyerah. Dulu saat ia mengalami kecelakaan dan harus mengoperasi bahunya, juga perutnya yang terkena kanker, ia menjalaninya sendiri sampai ingin mati rasanya. Muntah setiap hari efek kemoterapi...rehabilitasi yang ahrus ia jalankan rutin selama 3 tahun untuk bahunya...ia lakukan karena ia terdorong... Ia tak punya mimpi mungkin waktu itu bisa jadi pemain sebesar ini. Yang ia lakukan hanya baseball karena hanya itu yang ia tahu. Jae Hyuk mengeluarkan uneg-unegnya. dengan lantang. Mengatakan apa yang tidak orang-orang tahu tentang dirinya yang merasa malang dengan kehidupannya termasuk dipenjara bersama orang-orang jahat. (Saya mungkin belum cerita kalau Jae Hyuk dipenjara karena menyerang seorang pria yang membuat adiknya berteriak, diduga  percobaan perbuatan tidak menyenangkan?)

Saya baru tahu drama ini akan begini jadinya. Seorang pemain baseball terkenal yang sebenarnya hanya orang biasa (dan polooooooooos banget) berakhir di penjara dan bertemu dengan orang-orang tak terduga. Drama ini punya sesuatu yang disampaikan lewat para karakter narapidana di tiap episodenya. 

Di episode ini ada cerita mengenai Joo Young yang ditampilkan licik. Bisa dikoreksi kalau saya mungkin salah pengertian. Ia sudah dibantu petugas Paeng mendapat izin bekerja di luar. Tapi di sana malah ada insiden hilangnya dompet salah satu pekerja. Asisten petugas Paeng dan bos di sana jelas mencurigai Joo Young yang sempat meminta izin terpisah dari para pekerja untuk buang air. Tapi sang pemilik dompet malah mengutarakan kemungkinan kalau Joo Young tak bersalah, tak perlu digeledah sampai ia sendiri menemukan dompetnya nanti. Joo Young lepas dari dugaan dan malah mendapat perlakukan baik dari rekannya, pemilik dompet. Ia diberi minum soju meski tak boleh...

Beberapa saat, layar menampilkan tempat sampah yang bergoyang setelah Joo young melewatinya usai buang air kedua kali. Apa yang Joo Young buang? Dompet yang telah ia ambil isinya? Entah.

Adegan berikutnya adalah penggeledahan kamar. Jae Hyuk sudah diberitahu Joon Ho dan Soji juga memberitahu semua penghuni penjara (nggak tahu Soji ini terlalu baik atau gimana haha). Bagian lucu di sini adalah Han yang yang menyimpan banyak obat. Ia nggak bisa membuangnya tapi nggak tahu lagi mau ditaruh di mana. Dong Cheol ahjussi bergerak cepat membuangnya ke toilet setelah waktunya mepet dan berakhir digigit Han Yang lama sekali. LOL. Nggak tahu apa, Han Yang minta obat itu sampai dibawa ke dokter penjara dan sampai dihukum disatuin dengan orang nggak waras pula hahahahaha. 

Penggeledahan berakhir dengan tertangkapnya Joo Young yang memodifikasi jamnya. Petugas Na yang ikut menggeledah tahu persis kalau melakukannya butuh pisau dan alat-alat lain. Ia kemudian bermaksud menghukum Joo Young. Petugas Paeng sempat akan mengambil alih tapi lagi-lagi kena marah petugas Na. Eh, lha kok Joo Young yang diinterogasi malah mengaku jam hasil modifikasi itu sebenarnya milik Kim Min Chul ahjussi. Ia beralasan tak punya uang membelinya.

Petugas Paeng jelas geram. Ia tahu hal sebenarnya. Malam itu, ketika Kim Min Chul ahjussi mendapat hukumannya, ia sengaja memberi Min Chul ahjussi mie cup kesukaannya untuk makan malam.😭😭😭 Yang mengharukan lagi adalah temen-temen penjara yang menanti Min Chul ahjussi kembali dari sel hukumannya. Dong Cheol ahjussi mengaku tak mau tidur dengan Joo Young, Go ahjussi menyiapkan tempat tidur Min Chul ahjussi, dan Han Yang bahkan ngintip dari jendela. Pleaseeeeeeee. Anak ini nyebelin tapi kenapa baik sih haha. Jae Hyuk juga nggak disangka lho sampai mendatangi kepala penjara untuk mengisyaratkan pembatala tambahan hukuman untuk Min Chul ahjussi.

Yap. Sampai malam saat Min Chul ahjussi hendak tidur, ia berkata pada Joo Young yang memilih duduk di dekat dinding memisahkan diri, untuk jangan licik...meski hanya tersisa satu hari dalam hidup (Joo Young waktu tertangkap dengan jam tangannya itu juga sangat dekat dengan waktu pembebasannya), hiduplah sebaik-baiknya dan jangan sampai ke penjara lagi. Joo Young membalas dengan masih memanggil abeoji pada Min Chul ahjussi, kalau dia pasti akan bekerja dan menghasilkan banyak uang agar bisa memberi teman satu selnya yang sekarang banyak barang. 

Oh ya? Saya ragu. Karena tak lama setelahnya, tepat saat Joo Young bebas, ia malah langsung pergi ke terminal dengan uang di rekeningnya yang cukup banyak. Dari mana?

Min Chul ahjussi yang mengantar kepergian Joo Young hanya dengan pandangannya dari lantai atas bersama petugas Paeng berujar...tak ada yang pernah mengunjunginya setelah berpisah dan ia tetap senang. Bagaimanalah ia tidak senang jika mereka (yang meninggalkannya di penjara) menjalani kehidupan yang baik. MELTED.

Min Chul ahjussi di flashback diceritakan bukanlah seorang pembunuh seperti yang Joon Ho tahu atau dikabarkan ke penonton. Ia hanya anggota gangster yang waktu kejadian pembunuhan tepat berada di lokasi dan bahkan tak menyangka akan ada pembunuhan yang dilakukan oleh seorang pemuda (diperankan orang yang sama dengan pemeran Joo Young. Haha sampai ketipu, saya kira dia Joo Young, tapi kok namanya beda😂) yang ingin ikut dengannya. Setelah putusan eksekusi mati pemuda tersebut dibacakan, Min Chul ahjussi tak berhenti menyalahkan dirinya sendiri dan menjalankan tugas di penjara dengan sungguh-sungguh. Ia pun menangis sejadi-jadinya di gereja dengan kitab terbuka di depannya. Ia mengaku sangat bersalah membawa pemuda tersebut ikut bersamanya dalam gangster dulu. Padahal pemuda itu masih memiliki kesempatan besar di depannya. Ia masih muda...

Sebenarnya ada kisah lain dari pabrik furniture. Ketua Yeom, mandor para napi di sana (yang berbuat nggak pantas ke Jae Hyuk sampai memukulkan kayu berpaku ke kepalanya) yang sangat bangga dengan kedekatannya dengan petugas Lee, berakhir dihianati oleh orang kebanggannya itu. Petugas Lee selama ini bisa jadi nggak diperlihatkan jengah dengan ketua Yeom yang semena-mena padanya, berlagak paling tegas, menyuap ini itu. Tapi tak ada yang tahu petugas Lee bisa melakukan hal yang tak terduga. Ia sengaja mentransferkan uang hasil pemenang lomba pembuatan perabot ke rekening ketua Yeom saat tahu kalau pemenangnya adalah seorang napi (yang saya sebut di atas, terampil membuat perabotan) yang gila sekali dengan uang-masuk penjara akibat menghajar rekannya yang tak membayarkan sejumlah kecil uang saja.

Rencana petugas Lee berhasil. Napi tersebut tersulut emosinya saat tahu hadiahnya tak masuk ke rekening dan memprovokasi diadakan penggeledahan pada ketua Yeom. Begitulah bagaimana ketua Yeom diseret untuk dihukum. Walau terlihat keren di mata Joon Ho yang menyaksikan bagaimana petugas Lee bisa tahu di mana letak uang transferan itu, ternyata petugas Lee hanya orang seperti ini.  Kan ia sendiri yang mentransfer ke rekening pribadi ketua Yeom. Makanya ia bisa tahu kalau uang hadiah bukan masuk ke rekening tahanan, tapi rekening pribadi. Mengerikan melihat tersenyum meremehkan ketua Yeom di depan cermin kamar mandi.

Drama ini nggak hanya menceritakan bagaimana baiknya orang-orang penjara, tapi bagaimana mereka juga bisa tampak sangat mengerikan. 

Ah...ada kata-kata Jae Hyuk yang sengaja ia tulis untuk orang-orang yang lelah. Haha sampai kaget yang nerima. Dikiranya Jae Hyuk orang yang positif dan bersemangat...

"Menyerah juga butuh keberanian. Kau sudah bekerja keras selama ini."

Jae Hyuk-ah...lets meet you in a positive way, okay?^^

Selanjutnya: Wise Prison Life Episode 6

Artikel terkait

Comments