Review Korean Drama Wise Prison Life Episode 14

Not allowed to copy and repost these Little Thing's (ndyra.blogspot.com) posts to other site. Take out info or link from this site with credit. 



Credit: tvN

Review Wise Prison Life Episode 14

Tiga episode menjelang ending ini mengisahkan kisah yang lebih dalam dari sebelumnya. Satu lagi penghuni sel 2B6 meninggalkan sel (sebelumnya Soji juga nggak ada sejak dia kena alergi dan ditempatkan di bagian kesehatan, terus berakhir dicurigai penghuni sel dan menghilang setelah ia menukar obat Jae Hyuk dengan steroid). Terasa sekali kosongnya. Jadi mungkin review kali ini nggak akan begitu panjang seperti episode 13. Episode genap yang sungguh berbeda hahahahaha. Feelnya lebih mirip saat saya nonton episode 1 *endingspoiler.

Jadi di episode ini Jae Hyuk diceritakan mengalami kelainan Steve Blass. Diambil dari nama pemain baseball yang mengalami hal serupa, kehilangan keahliannya melempar strike. Nggak tahu bagaimana, Han Yang yang pagi itu pergi lagi ke lapangan setelah ia tahu Jung Woo tak suka (mengerti) dengannya, seorang gay, menyadari hal itu pertama kali. Sigh. Mungkin Jae Hyuk terlalu stress dan tertekan karena akan kembali ke klub. Apalagi tanpa kunjungan Ji Ho yang lagi sibuk belajar dan bekerja (mau pindah jurusan atau kuliah lagi kayaknya. Kali ini ia nggak dapet beasiswa untuk itu) hehe.

Sebagai sahabat, Joon Ho seperti biasa mencari segala cara untuk membuat kepercayaan diri Jae Hyuk bangkit. Ia terlebih dahulu meminta pengamanan dari petugas Paeng agar Wakil Na tak tahu. Dan waktu ia mejelaskan kondisi Jae Hyuk ini tuh mereka nggak bisa akur hahahaha. Petugas Paeng kan nggak begitu ngerti masalah itu, jadi Joon Ho berulang kali mengatakannya. Masalah psikologi juga sih, jadi emang nggak segampang penyakit lain mengatakannya. Dibilang kelainan melempar strike, kan tinggal melempar? Haha. Saya juga paham kenapa nggak langsung ngerti. 

Mereka tuh dari awalnya mengobrol duduk berdampingan menghadap ke arah yang sama, terus Joon Ho mengolok petugas Paeng yang bodoh, mereka berdiri berjauhan. Petugas Shim datang memperingatkan mereka yang berisik, mereka baru duduk berdampingan kembali tapi udah saling membelakangi. Hahahaha. Saya udah liat ending drama ini dan tersentuh banget sama kelanjutan kedua orang ini. 

Oke. Langkah pertama Joon Ho adalah mendatangkan hipnoterapis yang akan memberikan sugesti postif untuk Jae Hyuk. Sayang, ketika ia coba menghipnotis Jae Hyuk, Jae Hyuk malah berpura-pura terhipnotis. Buktinya, dicoba meminum kecap asin dengan sugesti itu adalah minuman terenak, Jae Hyuk malah langsung menyemburkannya balik ke arah hipnoterapis yang duduk di hadapannya. LOL. Kedua penonton di sisi sebelah kanan Jae Hyuk, petugas Song dan Joon Ho udah shocked (eskpresinya ciamik wkwkwk) waktu Jae Hyuk tampak tertidur dan mau disuruh meminum kecap tersebut, tapi endingnya nggak ngenakin banget. Wkwkwk. Walhasil tuh kecap dipakai petugas Song buat cocolan siomaynya, yang dua buah di antaranya udah dilahap Jae Hyuk sebagai usaha menangani rasa asin di lidahnya.

Joon Ho tak menyerah. Cara kedua, ia mendatangkan psikiater. Jae Hyuk diminta menggambar grafiknya dari tahun ke tahun. Bagaimana Jae Hyuk yang dari awal biasa saja bisa populer dan menjadi bintang lapangan. Benar memang. Jae Hyuk menggambarnya dari garis datar, terus langsung naik vertikal, kembali datar lagi sampai matanya tertambat pada angka 2016 di sumbu x grafiknya. Itu saat ia masuk penjara dan jatuh seperti sekarang. Ia gambarkan garis vertikal ke bawah menembus sumbu x tersebut sampai menembus batas bawah kertas...meja....lantai...pokoknya sampai titik terbawah yang bisa ia gambarkan. Ia berkata pada Joon Ho yang melihatnya memasukkan spidol kecil ke bawah lantai, kalau memang inilah yang ia rasakan. Jatuh ke titik terendah. Hahahahahaha. Seharusnya nggak boleh ketawa di sini πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… 

Ketiga masih lucu. Joon Ho mau mempertontonkan kembali waktu Jae Hyuk mencetak rekor lemparan terbaiknya (lewat video yang merekam permainannya di lapangan). Namun belum sempat mengeklik tombol play, Jae Hyuk memegang tangan Joon Ho dan mengatakan kalau itu bertepatan dengan hari ia putus dengan Ji Ho. WKWKWKWK. Jae Hyuk jadi teringan masa itu dan ia menutup wajahnya. Joon Ho ikutan stres dan ikut-ikutan menutup wajahnya hahahahahaha. 

Singkat cerita Joon Ho meminta solusi dari Jae Hyuk dan caranya cukup simple ternyata. Bagi Jae Hyuk yang sederhana, perlu cara sederhana pula untuk mengatasi masalahnya. Minta saja Jae Hyuk  fokus melempar ke arah X di sarung tangan baseball penangkap bolanya/catcher. Dan yeap! Berhasil. Saya juga nggak nyangka Jae Hyuk bisa kembali secepat itu haha. Tapi ya, emang Ji Ho lebih tahu atau Jae Hyuk emang lebih cocok dengan cara semudah itu untuk dibalikin seperti semula.

Ada masalah Jae Hyuk, ada masalah Jung Woo. Ia kali ini dapat surat dari kakaknya plus coklat dari petuga Song yang mengantar suratnya. Surat tersebut memberitakan kondisi kakak Jung Woo yang ternyata sudah dipecat dari pekerjaannya. Giliran Jung Woo yang jadi pemurung sepanjang hari. Ia memikirkan bagaimana jika ia nanti bertemu dengan kakaknya. Menyuruh kakaknya tak melanjutkan kasusnya pun dan lebih fokus pada pekerjaan saja, ia sendiri yang akan tak nyaman. Siapa yang mau kasusnya tak dilanjutkan? Ia dilema. Jae Hyuk sampai berulang kali menepuk-nepuk punggungnya untuk sekedar meminta Jung Woo mengenyahkan pikiran itu, atau mengajak Jung Woo tidur. Awww.

Jung Woo baru mendapat pencerahan setelah ia menanyai Han Yang, yang sempat ia selamatkan dari  tahanan lain yang ingin mencekokinya obat dan membuatnya jadi tersangka pembeli obat-obatan terlarang. (Bagian ini so sweet banget pokoknya! Dan rapi sih cara menjebak Han Yang itu. Ckck. Untung Jung Woo langsung cepat sadar Han Yang dalam bahaya saat tahu Han Yang sendirian di klinik bersama dengan para penjual obat tersebut. Petugas Paeng hanya kalah cepat darinya karena ia berada di lapangan baseball Jae Hyuk mengantar ayam. Aiiiiiiiiiiiih!!! Wajar kalau Ddolman langsung mencium petugas Paeng. baik banget dah meski manggilnya pakai gong kecil pemberian Joon Ho yang dipukul Jae Hyuk. LOL 😎) 

Han Yang memberi nasihat, Jung Woo itu sebenarnya orangnya sederhana, sesederhana kesukaannya dengan biskuit dan cokelat. Tapi ia tak mau jujur dengan perasaannya pada kakaknya. Cukup katakan kalau ia butuh kakaknya di sampingnya dan kakaknya pasti akan mengerti. Karena memang itulah keinginan kakaknya pula. Ingin membantu Jung Woo sebisa mungkin. 😊 Hihihi Han Yang udah nunggu Jung Woo bertanya ini padanya. harusnya kau tanyakan dari dulu^^. 

Oh ya, ngomong-ngomong soal Han Yang... kayaknya sih Ji Won juga mau membuat Han yang 'sembuh'. Dia mau bekerja sama dengan ibunya Han Yang untuk melaporkan Han Yang ke polisi kan? Dan saat ia mau dipegang tangannya oleh Han Yang, ia menarik tangannya. Makanya saya berpikiran positif untuk Han Yang sekeluarnya dari penjara nanti. Tapi yah...semua udah tahu sih endingnya.

Btw Han Yang di sini masih suka nyari gara-gara. Haha. Nggak ada Kaist Jung, ia juga nggak behenti menggoda Min Chul ahjussi mengatainya menakutkan (dan orang yang tak merasakan itu mungkin matanya bermasalah hahahaha) dan memakan snack Jung Woo tanpa izin (saya suka waktu lumeran coklatnya sengaja nggak ia hapus dari mulutnya, terus waktu dia membantu nyembunyiin barbel Jae Hyuk di balik selimutnya gegara kedatangan wakil NaπŸ˜† yang lebih seperti saudaranya Han Yang tuh Jae Hyuk wkwkwkwk). Ia bahkan menggigit tangan Ddolman yang mengoloknya jelek (bentukannya?). Elah...anak kecil ini :P

Di sini Joon Ho masih belum cerita soal Jae Hee ke Jae Hyuk. Padahal udah sering telponan tuh mereka berdua sampai Joon Ho bela-belain dengan Joon Dol memesan restoran yang susah banget dapet reservasinya. Harus pakai empat laptop dan empat mousenya untuk mengklik pemesanan dengan super cepat. Hahahahaha. Tapi secara nggak sadar sih Joon Ho udah super manis ke Jae Hyuk, sampai menggandeng tangannya dan mengelus kepalanya. WKWKWKWK.

Terakhir dari Ddolman yang masih setia dengan Jae Hyuk dan hanya mendengar perintahnya. Sampai diteriakin Bbeobja  buat minggir saja rasanya nggak kedengeran. Hahahaha. Saya paling suka bagian dia saat membawakan kopi untuk semua yang ada di lapangan dengan karton dalam kardus sebagai nampannya. Waiter favorit dah >.< Lengkap dengan wajah datarnya. Hihi. Khusus untuk Min Chul ahjussi yang memegang barbel dengan tangan kanan (Jung Woo sama Jae Hyuk pakai tangan kiri, sehingga bisa menerima kopinya dengan tangan kanan), ia letakkan gelasnya di atas bagian barbel yang datar. Bisa aja deh.

Selanjutnya: Wise Prison Life Episode 15

Artikel terkait

Comments