Review Korean Drama Wise Prison Life Episode 15

Not allowed to copy and repost these Little Thing's (ndyra. blogspot.com) posts to other site. Take out info and link with credit.


Credit: tvN

Wise Prison Life Episode 15

Menceritakan satu episode menjelang tamat ini, saya terlebih dulu sudah menonton episode terakhirnya haha. Nggak sengaja yang kedownload duluan soalnya episode terakhir. Jadi mohon maaf kalau ada spoiler ending yang terikut di review ini. 

Yang jelas keduanya sama-sama bikin mewek. Dan saya bahkan mendengar ada bgm baru untuk episode 15 haha. Nggak tahu beneran atau nggak... Episode kali ini yang meninggalkan sel 2B6 adalah Han Yang. Jadi kebayang bagaimana suasanya sel tanpa dia di episode 16? Untungnya di sini masih bisa ketawa lihat tingkahnya sebelum bebas. 

Episode dibuka dengan adegan Joon Ho dan Jae Hee yang makan malam berdua di sebuah restoran. Kayaknya ini restoran yang sama dengan yang tempo hari dipesan Joon Ho dengan susah payah? Btw itu restoran mie bukan? Wkwk. Ini resto risotto. Beda?

Private sekali tempat makan mereka berdua sampai ada pelayan khusus menjaga di sana(?). Mereka makan dengan senyum merekah di wajahnya hingga Jae Hee pamit ke kamar mandi dan kebetulan Joon Ho melihat sebuah dokumen mengenai gugatan dalam map transparan di tas Jae Hee yang terbuka. 

Ternyata Jae Hee hanya tak ingin menceritakan hal ini pada Joon Ho. Ia tak ingin Joon Ho mencemaskannya. Jae Hee digugat oleh pelanggan restonya atas kesalahan yang tak ia lakukan (pelanggan sudah diperingatkan tak memegang pot makanan yang masih panas. Namun pelanggan tersebut malah memegangnya dan menyalahkan Jae Hee karena itu). Saya suka bagaimana Joon Ho menanyakan apa yang terjadi pada Jae Hee. Bagaimana ia terima saat Jae Hee berkata tak ada apa-apa.

Ia bahkan menasihati Jae Hee dengan lembut setelah diceritakan masalah Jae Hee sebenarnya oleh bos Jae Hee langsung (bos Jae Hee di sini ngira Joon Ho udah tahu, tapi si bos mah suka ngomong atau memang dia juga tahu Jae Hee nggak cerita ke Joon Ho ngeliat dari sifatnya^^ jadi sengaja cerita agak detail). Awwww halte first poppo here. 

Selanjutnya ada kisah dari Min Chul ahjussi yang kemarin telah mengajukan permohonan remisi, pengurangan masa tahanannya. Keputusan atasan ternyata belum memberi izin untuk saat ini. Min Chul ahjussi yang pagi itu sampai gemetaran menunggu putusan, sampai diraih oleh Jung Woo untuk ia genggam dan yakinkan. πŸ’•πŸ’•πŸ’• 

Sementara di sebelah Jung Woo, Han Yang tengah mengemasi barang-barangnya. Lucu banget waktu ngeliat dia mainin celana pendek di lehernya, dijadiin serbet sebentar hihi. Kalau Ddolman atau Dong Ho di sini seperti biasa bersih-bersih pagi. Hihi saya suka banget sama dia. Rajin ya?

Han Yang sempat berkata bahwa Min Chul ahjussi akan keluar lebih cepat darinya, tapi ketika ia tahu Min Chul ahjussi kembali ke sel dengan menerima keputusan pahit, ia memeluk Min Chul ahjussi hangat. Hati siapa yang tak mencelos setelah berharap sekian lama untuk keluar namun tak dikabulkan. 22 tahun lho! Kakinya seketika lemas, ia melorot jatuh di samping Jae Hyuk dan Joon Ho yang turut menunggu di luar ruangan kepala. Petugas Paeng sudah pergi duluan, tak sanggup pula menerima kenyataan-bahkan sempat memaki bodoh pada wakil Na yang minta maaf pada Min Chul ahjussi. Manis banget deh.

Btw saya mupeng banget waktu mereka bertiga, Joon Ho, petugas Song, dan Min Chul ahjussi makan jjangmyeon untuk malam itu. Cemilan pendampingnya yang menggiurkan banget, krispy kriuk kriuk  bisa dicocol ke sausnya. Nyam nyam... Sayang Min Chul ahjussi jelas nggak selera makan.

Petugas Paeng langsung menemui kepala penjara btw, meminta kejelasan. Ia bahkan menutup wajahnya saat kepala penjara berkata mereka mungkin akan memberikan remisi khusus Natal. Hihi berasa ketipu ya, petugas Paeng ini? Kepala penjara sampai menyindirnya, menangis nih? Dikira beneran nggak akan dapet remisi, tapi ternyata ditunda. Saya suka saat kepala penjara berkata ia juga mencari tahu alasannya dan bertanya pada siapapun. Sebab ia tahu Min Chul ahjussi sangat pantas dapat remisi itu. Makanya, ia menasihati petugas Paeng untuk menjaga omongannya. Tadi kan sempat marah-marah sama wakil Na. (hahahahaha baru sadar namanyamirip dengan nama pd  lain rekannya pdnim: Na pdnim πŸ˜‚ Bedanya di sini Na Hyeong Soo, bukan Na Yeong Sook wkwk)

Wakil Na itu teratur banget orangnya. Kalau lihat lemarinya di ruang ganti wuhuuuuu... rapiiiii. Iri deh😐 Waktu ngeliat ada petugas yang dasinya nggak bener terpasang, kartu identitasnya nggak dikalungin, dengan tegas ia suruh benarkan. Petugas Song curiga di masa lalu wakil Na ada sesuatu yang terjadi. LOL. Saya mikirnya gitu dan drama ini emang sesuatu wkwkwk. Jawaban di episode 16.

Wakil Na malam itu pulang setelah mengambil ponselnya dari lemari dan memasang headset padanya. Ia mendengar playlist dari ponselnya yang setelah itu kita lalu mendengar lagu Han Yang haha. Lupa sama judulnya. Kali ini versi lengkap. Diputar dari awal lagu sebelum masuk reff makanya pertamanya saya nggak ngenalin, saya kira lagu baru wkwk. Bagus, dasarπŸ˜†

Tapi miris sih, karena seriring lagu itu berjalan, Min Chul ahjussi yang terbangun di tengah malam, memandangi dus berisi barang-barangnya yang sudah siap ia kemas kemarin (sebelum Han Yang mengemas sepertinya. Nggak diperlihatkan di episode ini, tapi dusnya berada di bawah dus Han Yang).

Yang lucu adalah sebelum adegan Min Chul ahjussi terbangun, penonton diperlihatkan Han Yang yang kedinginan dan masuk ke selimut Jung Woo di sebelahnya. Tumben, Jung Woo sempat memeluk balik Han Yang sebelum ia membuka selimut dan tahu Han Yang yang ia peluk. Hahahahaha. Han Yang menarik selimut Ddolman setelah itu dan malah terkejut plus menampar Ddolman yang tiba-tiba berbalik menghadap ke arahnya. LOL.

Esok hari adalah hari kunjungan Ji Won. Han Yang senang sekali sampai menggambar hati di atas uap nafasnya di jendela. Ia juga menepuk pantat petugas Paeng, berpesan agar jangan nakal sepeninggalnya. Petugas Paeng itu menurutnya sangat mengganggu seperti bom waktu. Hahahahahaha, nyerocos nggak jelas, petugas Paeng malah membalasnya dengan berkata kunjungan untuk Han Yang dibatalkan karena telah menghina petugas. Han Yang segera menutup mulut petugas Paeng dan berpura-pura terlempar ke dinding dan lantai. Berteriak dengna suara kecilnya bahwa petugas Paeng telah menghajarnya. Wkwkwkwkwkwk. Tapi ia segera berjalan cepat setelah petugas Song datang dan mengatakan Ji Won sudah menunggunya. Ecie.

Ddolman mengatai Han Yang sudah gila, sedangkan Jae Hyuk menganggap Han Yang hanya suka menambah koleksi pukulan (?). Haha.

Oh ya, singkat cerita Han Yang diberitahu Ji Won kalau akan ada hadiah yang menunggu Han Yang sekeluarnya Han Yang dari penjara nanti. Ekspresi Han Yang yang ingin tahu cute banget. Waktu pun pas habis dan Ji Won tentu tak mau mengatakannya sebagai kejutan. Di sebelah bilik kunjungan Han yang ada Min Chul ahjussi. Ia tersenyum mendengar teriakan cute Han Yang yang memanggil-manggil Ji Won.

Min Chul ahjussi hari itu sadar, mahasiswi yang berkata akan mewawancarainya untuk sebuah penelitian rupanya putri kandungnya sendiri. Ia di episode sebelumnya pernah berkata sudah menikah. namun banyak yang nggak percaya hahaha. Dan di episode ini penonton baru diberitahu di hari Min Chul ahjussi pergi dari rumah dan tak pernah kembali, tepat sebelum hari kacau gangsternya, sudah ada sepatu bayi yang di sudut ruangan yang tak sempat diberitakan istrinya.

Putri itu besar tanpa mengetahui ayahnya masih hidup. Ia baru mengetahui kebenarannya setelah ia minta diprintkan daftar keluarga di kantor pemerintahan untuk keperluan beasiswa (wah, gitu ya!). Tak perlu waktu lama, ia pun mengonfirmasi pada sang ibu sekaligus menanyakan cerita lengkapnya. Ia tahu ayahnya sedang di penjara sehingga ia menelepon pihak penjara hari itu juga.

Entah berselang berapa lama dari info itu sampai padanya, ia memberanikan diri menemui ayahnya tanpa menyebutkan identitas aslinya sebagai putri Min Chul ahjussi. Cincin pemberian Min Chul ahjussi pada ibunya yang jadi kalung penghias lehernya, ia sembunyikan saat pertama bertemu. Dan yap! Kalung itu tersingkap di hari ini. Begitulah Min Chul ahjussi tahu dan menangis.

Ia setelah kunjungan, pergi ke gereja dan curhat. Ia selama ini memohon agar istrinya bisa melupakannya dan hidup dengan pria yang lebih baik darinya. Namun kini ia malah dipertemukan dengan putri mereka yang sudah dewasa. Buat saya yang mendengar curhatan Min Chul ahjussi ini, mengharukan. Ia mungkin berpikir permohonannya tak dikabulkan, tapi sebagai gantinya ia diberi yang lain. Ia tak akan menyalahkan siapapun mulai sekarang. Min Chul ahjussi lalu berkata, ia tak apa hidup di penjara selamanya, asalkan ia bisa selalu bertemu dengan putrinya.

Siapa sangka berikutnya, acara tv sungguh-sungguh menayangkan siapa penerima remisi Natal yang memanglah Min Chul ahjussi yang disebutkan. Petugas Paeng sudah sempat menutup matanya (yang berair? πŸ˜‰) dengan kepalan tangannya saat menceritakan ini ke Min Chul ahjussi (ia bertanya kenapa Min Chul ahjussi sering sekali berdoa). Dan ketika mereka, petugas Song, petugas Paeng, dan Joon Ho, serta penghuni satu sel minus Han Yang yang sudah keluar, menontonnya bersama, mereka berteriak kesenangan.

Lucu Jae Hyuk dan Joon Ho sama-sama menutup mulutnya. Joon Ho bahkan nggak membukanya karena mungkin malu juga teriak-teriak di sana haha. Kalau Jae Hyuk, melihat Min Chul ahjussi menangis bahagia, balik memeluknya dengan menangis pula. Huhu satu per satu mereka benar-benar pergi.

Ah iya, ada kejadian lucu di lapangan latihan. Bbeobja menawarkan diri mencoba menggantikan Ddolman untuk menangkap bola lemparan Jae Hyuk. Dia merasa bisa. Dan bener sih, emang bisa.  Joon Ho tersenyum sambil menghitung mundur. Ternyata Bbeobja malah berteriak kesakitan setelahnya hahaha. Joon Ho udah tahu lah ya kekuatan bola lemparan Jae Hyuk😎

Ia juga sudah tahu apa yang akan membuat Jae Hyuk istirahat, tak menggunakan bahunya secara over hari itu. Cukup bertanya kapan Ji Ho akan datang, Jae Hyuk udah lemes, menjatuhkan bola di tangannya. LOOOOOOOOL. Joo Ho high five dengan Bbeobja yang sebelumnya sudah bilang mengkhawatirkan bahu hyungnya, Jae Hyuk. Joon Ho pinter euy!

Masih banyak yang belum saya ceritain termasuk Ddolman yang malam itu tersenyum setelah memberi Min Chul ahjussi sepotong lauknya. AWWWW!!! Biasanya tuh Ddolman perlu dikode dulu, termasuk ngasih minum untuk Min Chul ahjussi yang makannya kecepeten. Tapi di sini dia kayak mikir buat ngasih lauknya juga tuh. Seperti sebuah kesadaran ia juga ingin melakukan sesuatu yang ia pikir akan menyenangkan orang lain. Dan itu membuatnya senang mendengar Min Chul ahjussi berterimakasih padanya, atas apa yang ia lakukan inisiatif sendiri >.< Beautiful.

Han Yang juga masih sempet menggoda Jung Woo dengan pura-pura mencari sesuatu di dalam bajunya sebelum mengeluarkan tangannya di sebelah pipi Jung Woo, dan menamparnya dengan punggung tangan. WKWKWKWK. Beneran nggak ketebak! Cepet banget gerakan menampar itu. Saya kira dia emang ngasih apa ke Jung Woo buat dipukulin ke wajahnya haha. Ternyata tangannya sendiri.

Min Chul ahjussi, Jae Hyuk, dan Ddolman kemudian melihat perseteruan Jung Woo dan Han Yang yang terakhir. han Yang sigap bersembunyi di kamar mandi, melarikan diri dari pukulan Jung Woo. Ketika Jung Woo hendak memukul lewat jendela, Han Yang malah menarik rambutnya. Jung Woo berakhir masuk kamar mandi dan dihalangi jalan keluarnya oleh Han Yang. Elah...

Ironis ketika makan malam ini, Min Chul ahjussi mengingatkan Han Yang untuk tak kembali ke penjara. Ia sudah tahu betapa sulitnya seorang pecandu untuk sembuh, tak akan kembali mengonsumsi itu lagi. Han Yang sudah sehat kembali selepas pengaruh obat itu hilang akhir-akhir ini, jadi ia harap Han Yang bisa terus membaik sekeluarnya dari penjara.

Pagi tiba. Ibu, Ji Won, dan Ayah sudah menunggu Han Yang di resto seperti yang diminta Han Yang. Ibu sampai menutup restonya dan menempel pengumuman, berkata itu hari keluarnya putranya dari penjara. Ia dan suaminya akan mengajarinya jadi anak yang lebih baik mulai sekarang. TT.TT

Han Yang keluar dari penjara tanpa disambut siapapun. Ia tak lupa memberi finger heart dan tersenyum pada petugas Paeng dan petugas Song yang mengantarnya di pintu keluar. Petugas Paeng ngantuk banget, rambutnya acak-acakan haha. Sengaja nganter Han Yang?^^

Masuk adegan berikutnya saya beneran nggak paham. Saya nggak tahu apa yang mengejutkan Han Yang di luar penjara. Ia lalu diperlihatkan berada di sebuah mobil, ditawari seorang pria di sampingnya sebuah suntikan. APA?! Narkoba lagi? Ji Won bahkan sudah siap dengan cincin di tangannya...

Malang, yang ditunggu Ji Won tak akan pernah datang. Han Yang juga sangat ingin keluar mobil tapi ia berakhir menyuntikkan isi suntikan itu ke tubuhnya. Polisi tak berapa lama datang mengetuk jendela mobil. Berterimakasih pada pria di sebelah Han Yang. Eeeeeeeeeee

Siapa sebenarnya pria ini? Tahu pasti kapan Han Yang keluar penjara dan sengaja menunggunya hanya untuk menjebaknya? Apa dia dulu pernah masuk penjara juga karena laporan ibu Han Yang? Kenapa dia tega memasukkan Han Yang kembali ke penjara secepat ini!!!

Saya nggak masalah dengan ending Han Yang yang seperti ini, tapi merasa nggak pas bagnet sama timingnya. Kayak terburu-buru. Dan curiga juga pria ini bakal jadi pemeran berikutnya di Wise Prison Life season berikutnya haha. Ngayal. 

Saya belum cerita kalau sejak akhir episode lalu ada ketua Yeom Sang Jae, kepala pabrik dulu yang dihukum di penjara lain, tapi sekarang dihukum di penjara yang sama dengan Jae Hyuk. Penjara Seobu. Di Seobu, ketua Yeom bertemu dengan atasannya dulu lagi yang juga mengusulkan memeras Jae Hyuk agar bisa dapat uang banyak lagi seperti dulu. Ketua Yeom berbakat. Penonton sudah tahu kelicikannya dulu.

Ancaman ketua Yeom kali ini kalau tidak dikirimin uang, bakal mengungkap lapangan latihan baseball yang dibuatkan kepala penjara dan membocorkannya pada reporter. Jae Hyuk mendapat perlakuan khusus.

Jae Hyuk jadi cemas, ia bertanya pada Ji Ho yang mengunjunginya mengenai solusi masalah ini. Saya paling suka Ji Ho kalau udah ngasih saran. Pinter. Dia bilang pada Jae Hyuk kalau Jae Hyuk tinggal menghilangkan buktinya. Hilangkan saja lapangan latihannya. Ia hanya punya waktu 2 bulan sebelum bebas, tak berarti meski ia tak latihan selama 2 bulan itu, ia akan mati. Yang penting ia kembali ke lapangan. Tak perlu langsung jadi hebat :)

Saya juga suka saat Jae Hyuk lebih memilih Dong Ho yang mendapatkan uang transferannya dibanding ketua Yeom. Jae Hyuk berkata itu adalah upah jadi partner latihannya selama ini.😁 Jae Hyuk bisa bilang ke ketua Yeom kalau ia tidak punya uang, tapi ia akan membantu siapapun yang butuh bantuannya.

Kakak Jung Woo juga memukul Sersan Oh di episode ini. Ia dan pengacaranya sengaja membocorkan ke media mengenai perlakuan ketua Oh terhadap kopral Park dulu. Walhasil ibu kopral Park mendatangi ketua Oh dan memukul-mukulnya. Untungnya saat ibu terjatuh didorong ketua Oh, kakak Jung Woo sudah ada di sana pula, memukulnya. Ia sudah lama ingin melakukan ini. Kali ini tak hanya untuk Jung Woo tapi juga ibu kopral Park yang telah didorongnya.

Tahu kan ibu kopral Park yang dulu sakit dan Jung Woo mengizinkan kopral Park mengunjunginya sampai telat masuk camp? Jung Woo juga memafkan keterlambatannya ini dan meminjamkan teleponnya untuk kopral Park agar bisa menanyakan kabar ibunya. Kebaikan berbalas kebaikan masih lanjut di episode 16.

Saya jarang membicarakan pesan di drama ini karena saya membuat review setelah menontonnya full. Beda dengan review lain yang saya membuatnya sambil menonton. Jadi lebih rinci. Lagipula drama ini menyampaikan pesan dengan sederhana. Sangat mudah diterima. Tak perlu banyak kata menjelaskannya😊

Selanjutnya: Final Wise Prison Life Episode 16

Artikel terkait

Comments