Kim Nam Gil's Movie that I've ever Watched: Like a Pandora

Masih tentang Kim Nam Gil karena ini hari terakhir Living Up to Your Name tayang haha. Nggak ada hubungannya, jadi dilanjut aja deh. Sambil nunggu project atau interviewnya. Wrap Up Partynya udah mulai?

SPOILER ENDING FILM. Jangan membaca jika tidak ingin tahu ending ceritanya. Meski saya menceritakan ini seinget saya aja sih 😁 Beberapa film Nam Gil memang seperti kotak pandora. Siap-siap dengan resikonya kalo nonton.


.The Pirates
Film Kim Nam Gil yang pertama kali saya download dan tonton. Dramanya komedi dan saya suka bisa liat Nam Gil dengan genre gini sama Yoo Hae Jin, aktor yang saya suka sejak ngeliat dia di Three Meals A Daynya PD Na. Film ini nggak meninggalkan kesan tersendiri buat saya selain aktingnya Nam Gil yang kocak dan ceritanya yang belum menarik buat saya. Perompak yang mau ngambil stempel kerajaan dari paus? CMIIW. Hihihihi.

Namun terlepas dari itu, film ini cukup mendapat apresiasi. Kalau nggak salah lumayan gede keuntungan film ini. Bisa bersaing meski di posisi kedua (selama 17 hari sebelum jatuh ke peringkat ketiga) dengan Roaring Currents, salah satu film terlaris Korea. Filmnya sendiri ditayangkan di Busan International Film Festival dan dapet Best Technical Award di Blue Dragon Award. Yoo Hae Jin menang sebagai aktor pendukung terbaik versi Baeksang dan Daejong Film Award, sedangkan Son Ye Jin memenangkan aktris terbaik untuk Daejong Film juga. Kapan sih Kim Nam Gil dapet? Wkwk Bahkan untuk The 1st Seoul Drama Awards, Kim Ah Joong aja yang dapet dari Living Up to Your Name. Persaingan akor lebih ketat mungkin.

.Pandora
Katanya film ini adalah film korea pertama yang pre-sold ke Netflix, salah satu 'channel' yang memungkinkan banyak orang bisa menontonnya kapanpun dan dimanapun di kurang lebih 190 negara. Woah. Film ini cukup populer. Makanya waktu itu saya penasaran sih apalagi teasernya yang lumayan bombastis haha. Ya iyalah bombastis karena film ini menceritakan soal ledakan pembangkit nuklir. 

Sayangnya saya mendownload dengan pemikiran film ini adalah tentang gempa bumi biasa. Mulai nonton dengan sedikit ketegangan, saya akhirnya berakhir gemes lagi sama Nam Gil. LOL. Karakter Nam Gil di sini jadi pekerja di pembangkit nuklir tersebut. Sudah jelas banyak kontranya di daerah itu, tapi Nam Gil mau kerja apa lagi. Ibunya juga sebal karena ayah Nam Gil sama mantunya juga meninggal di sana kalau nggak salah. Awal film sangat hangat sekali. Nam Gil adalah cowok satu-satunya di rumah. Ia punya ipar dan ponakan yang masih kecil. Ah, dan pacar yang satu tempat kerja dengannya.

Tapi jangan kira sang pacar ikut bekerja kasar dengannya. Pacarnya ini semacam operator yang biasanya ngumumin di pabrik. Nam Gil sendiri sudah terkenal sih kalau punya riwayat menyedihkan dengan tempat kerjanya, namun ia masih tetap bekerja. Ia sudah berusaha mencari kerja atau usaha yang lain, malangnya belum bisa membuahkan hasil. Sementara ia masih harus menghidupi keluarga kecilnya.

Singkat cerita sebuah gempa bumi terjadi dan rusaklah pembangkit nuklir tersebut. Materialnya meluap, meluas, dan membawa efek buruk untuk masyarakat sekitar. Terpaksa, keluarga pun meninggalkan rumah. tak termasuk Nam Gil yang masih terjebak di dalam, berusaha menyelamatkan rekannya yang terkurung. 

Duh, nonton film-film kayak gini horor banget haha. Pengalaman pertama sih cuma nonton Train to Busan. Eh kok malah kejebak nonton ini. Nam Gil diperlihatkan terluka parah. Semua korban di dalam muntah darah dan tak bisa terselamatkan. Kulitnya terbakar mengenaskan. Hanya tinggal menunggu waktu sampai mereka meninggal. Nam Gil yang melihat mereka jelas merinding. Tapi saat ia tahu pemerintah belum bisa menyelesaikan masalah pembangkit nuklir yang terus mengeluarkan material membahayakannya, ia pun menawarkan diri sebagai salah satu anggota tim yang masuk lagi ke sana.

Karakter Nam Gil di sini memang terkenal pintar mengotak-atik mesin. Sebelum ia berangkat, ia tak lupa menelepon keluarganya, menyampaikan pesan agar tetap sehat dan tak mengkhawatirkannya. Pacarnya juga ikut bersama keluarganya. Di sini terharu banget pokokya. Haha kalau udah melo bisa nangis terus. Sudah tahu lah ya kenapa saya gemes sama Nam Gil. Endingnya bikin nyesek. Dia nawarin diri untuk yang sendirian memperbaiki alat yang rusak di sana dan ia tidak ingin teman-temannya ikut bersamanya. Dia tahu hanya dia yang bisa. 

Ia lalu memperbaiki pesan itu sambil menelepon pacarnya apa ya. Pokoknya pesannya bisa terdengar juga ke presiden dan pimpinan tim. Ia sampai mengaku takut mati coba. Huwaaaaaaaaa rasanya makjleb banget. Nam Gil nangis tapi dia bisa gimana lagi. Efek nuklir di tubuhnya nggak akan membaik dan alat yang ia betulkan tetap akan mengakibatkan pengeluaran gas beracun. 

Nam Gil berakhir mendapat penghargaan yang tinggi untuk jasanya ini. Sigh. Cukup. Saya kemudian lanjut ke film yang mungkin membuat saya move on sama karakter menyedihkannya. One Day.

.One Day
Tayang April lalu, saya pikir saya bisa dapet feel musim semi yang hanya seperti kata knetz yang menonton drama ini. Apalagi judulnya itu lho yang manis banget. Nyatanya nggak! Habis nonton film ini saya malah makin nyesek. Lebih nyesek dibanding nonton Pandora yang endingnya begitu. Padahal karakter Nam Gil nggak mati. Beneran...so sweet banget malah! Saya bertahan mengikuti detail filmnya tapi apa daya, saya nggak bisa nonton film ini lagi karena feelnya yang susah ilang. Wkwkwk. Kenapa Nam Gil main film begini sih?

Dari sinop singkatnya, saya nggak dapet firasat apa-apa. Seorang petugas asuransi yang ingin membantu klien untuk menghentikan hukuman yang mungkin dijatuhkan karena korban. Korbannya diperankan Chun Woo Hee dan karena Woo Hee itu koma, jadi Nam Gil berusaha mencari keluarganya. Kalau Woo Hee meninggal, kliennya sih tinggal bayar ganti rugi. Pokoknya lebih mudah daripada Woo Hee koma dan nggak sadar seperti sekarang yang bisa membuat klien dituntut. 

Melihat keadaan Woo Hee begini dan bisa melihat roh Woo Hee berjalan-jalan di sekitar rumah sakit, ia teringat istrinya yang dulu juga sakit-sakitan. Bisa nangkep cluenya? Jadi dulu istrinya itu sampai mau mati aja daripada ngeliat suaminya yang menderita dan dirinya sendiri sudah lelah minum obat serta menjalani semua perawatan yang nggak mudah. Tapi apa? Entahlah, kita seperti melihat istrinya menyerah. Nam Gil jatuh terpuruk.

Karena itu saat Woo Hee bilang ingin Nam Gil membantunya menyerah, sebab hanya Nam Gil yang tahu apa yang diinginkannya, Nam Gil mulanya menolak. Di tahap ini, saya nggak tahu ending terbaik untuk drama ini. Sampai kita diperlihatkan karakter Woo Hee kesakitan. Ia masih terbangun, muntah darah lagi. Kritis lagi. Di suatu sore Nam Gil teringat istrinya. Di tempat kenangan mereka berdua, bersama dengan roh Woo Hee, ia menangis tersedu. Maafkan aku...maafkan aku...

Nam Gil dan Woo Hee ini pokoknya dapet banget chemistrynya. Meski hanya roh dan manusia biasa (Nam Gil lucu banget waktu pertama ketemu Woo Hee. Siapa yang nggak merinding ketemu hantu haha). Woo Hee buta sejak kecil, trus jadi bisa melihat sejak jadi roh, minta dianterin jalan-jalan. Woo Hee juga ngasih tahu arti sentuhan yang berarti sekali untuk orang buta. Ah, Nam Gil emang paling cocok main beginian >.< Mereka lalu jadi teman yang saling berbagi cerita. Lebih tepatnya Woo Hee sih yang curhat banyak. Dari situ Nam Gil juga belajar banyak. 

Termasuk mengerti perasaan seorang yang sakit saat melihat keluarganya begitu keras merawat mereka. Woo Hee yang terpisah dari ibunya sejak kecil hingga dibantu Nam Gil bertemu ibunya, sampai ibunya mau merawatnya, akhirnya sadar ia nggak sanggup melihat ibunya seperti itu terus. Mengkhawtirkannya yang selalu bisa kapanpun jatuh kritis, membiayai perawatan yang mahal untuk waktu yang nggak diketahui pasti. Intinya Woo Hee ingn melepas beban itu dan Nam Gil akhirnya mengerti.

End. Saya nggak kuat ngeliat Woo Hee menangis saat Nam Gil di sisinya, mengabulkan permintaannya untuk pergi. Mereka kejam banget bikin karakter Nam Gil begini. Haha. Heroik sih  untuk Woo Hee cuma masih nyesek...Saya nggak bisa terima sampai sekarang😅 Tapi emang diperlihatkan bagaimana karakter keduanya berkembang seiring waktu. Heartwarming.

Btw saya suka karakter Woo Hee yang ceria di sini. Kapan ya mereka bisa main bareng lagi? Saya suka. Padahal selisih usianya lumayan ya.

Sumber: wikipedia, asianwiki

Artikel terkait

Comments