Review Korean Drama Just Between Lovers/Rain or Shine Episode 4

Not allowed to copy and repost these Little Thing's (ndyra.blogspot.com) posts to other site


Just Between Lovers/Rain or Shine Episode 4

Seperti Nice Guy lagi. Ada juga bagian di mana si cewek seperti kehilangan ingatannya. Ingatan masa lalu yang pahit. Sementara si cowok mengingat semuanya dengan jelas. Bahkan kesakitannya saat itu. Drama ini memang tentang luka para korban yang masih menghantui kehidupan mereka meski bertahun-tahun telah berlalu.

Saya suka cara Kang Doo memainkan pentungannya mengatur lalu lintas truk keluar masuk lokasi proyek. Pinter kayak udah biasa wkwk.

Di awal episode ini Moon Soo ngerasa bersalah karena Kang Doo mengatainya tak peduli dengan luka orang lain dan terus bertanya hanya karena penasaran. Awww...perasa. Hubungan mereka belum jauh. Kelihatan sekali masih permulaan. Beda dengan episode-episode selanjutnya atau bahkan ending episode ini.
Apa gunanya mengingat masa gelap itu.
Mmmm...untuk bersyukur eonni? Meski ada rasa bersalah yang sangat menusuk hati, jadi punya alasan untuk terus bersyukur diberi waktu memperbaiki diri.

Btw ini pemain rdtk episode 1 juga ada di drama ini haha. Si dokter tunangan dan senior Yoon Seo Jung (Seo Hyun Jin) yang menegurnya soal operasi pasien tanpa persetujuannya. Reuni lagi mereka di proyek...
Dia bukanlah seorang yang buruk. Masalahnya adalah posisi yang ia miliki terlalu berlebihan untuknya.
Makanya Direktur tuh marah-marah terus hehe. Terlihat menyedihkan bahkan bagi Ma Ri. Sebab menunjukakan keminderannya di depan Ma Ri ketika ia justru punya segalanya.

Dan saya heran sih sama pertanyaannya Joo Won tentang alasan Moon Soo menemui Kang Doo. Bener kata Kang Doo, apa harus ia ceritakan masalah pribadinya juga pada Joo Won. Intinya nggak perlu mah. Bukan masalah kerjaan juga. Apa pentingnya bagi Joo Won pula? Kecuali Joo Won khawatir soal sesuatu antara Kang Doo dan Moon Soo ecie.

Ada yang perhatiin ketika So Mi berkata itu salep untuk luka bakar, tangan Moon Soo segera menutupi tangannya yang lain yang terkena luka bakar. Menariknya pelan. Ckck detail buat saya.

Oh ya, kenapa ya Kang Doo ngasih alamat Ma Ri club. Bukannya bukan di tempat itu ia tinggal?
Bagaimana aku bisa berpura-pura tidak melihat setelah aku melihatnya?
Bener. Apalagi udah kepergok. Sebenernya ini juga bisa berlaku untuk kasus lain. Harusnya nggak bisa pura-pura nggak tahu kalau udah ngeliat sendiri. Meski dari luar terlihat bisa menyembunyikannya tapi diri jelas tak mampu menyangkal apa yang ia telah ketahui.

Aaaaaaaa saya bener-bener suka rambut Ma Ri yang begitu... Pas banget makin cantik^^

Drama ini punya landscape awan gelap yang cantik banget di menit 20 an ketika Kang Doo berjalan sendirian setelah keluar klub. Awannya terasa sangat dekat dengan tanah. Seakan bisa digapai mudah.

Awww ternyata itu seperti menggambarkan mendungnya hati Kang Doo melihat anak-anak remaja bermain bola di lapangan. Mimpinya dulu.

Kayaknya saya tahu kenapa So Mi salah paham ngira Kang Doo udah tua banget sampai ia panggil ahjussi. Kang Doo kebanyakan persoalan hidup kali ya? Kebanyakan make urat pula hihihi. Dan apa alasannya ngajuin Moon Soo menjadi orang yang menemaninya dalam tugas pembuatan kembali memorial itu dalah untuk mengingatkannya soal masa lalu? Nggak kan? Dia Cuma mau lebih dekat dengan Moon Soo yang juga punya luka yang sama dengannya...dan mulai ia sukai...

Trus saya nggak inget tuh kapan Moon Soo ngasih Joo Won kotak makan sebelumnya wkwk. Joo Won modus?
Kalau kau menyukainya setelah tak menyukainya, tak akan ada obat untuk itu.
Ehem. Eonni yang ahli romance seperti biasa deh. Hai-hati ini beneran terbukti di drama.

Ini Kang Doo nggak suka makan sup gitu ceritanya? Atau apa sih maksudnya dia diajak makan selalu jarang makannya kalau bareng Moon Soo.

Rupanya saya pun baru tahu kalau manager proyek yang bermasalah tuh iparnya keluarga Jung hahahaha. Direktur aja gemes banget sama pekerjaan mereka mengurus kontrak tanah bekas S Mall kepunyaan halmae (!!!! Ketika Direktur bertanya siapa pemilik tanahnya sebenarnya kenapa ia sampai tak bisa dapat ttd sampai sekarang, adegan beralih ke halmae dan Kang Doo) yang kurang beres sampai ia nggak bisa melawan Yoo Jin, adiknya sendiri. Tapi ya, mereka tuh iparnya.

Sementara Kang Doo sayang sekali sama halmae. Ia menyuruh halmae berhenti merokok dan berkata akan mengunjungi halmae setiap hari mengecek kondisinya. So sweet. Kang Doo di episode lalu juga nggak Cuma sayang halmae, ia mudah tersentuh dengan hal-hal kecil seperti pemilik penginapan, ibunya Sang Man yang memberinya sebungkus nasi sebelum berangkat kerja pagi-pagi sekali. Ibu Sang Man perhatian pula padanya, walau dalam keadaan mengantuk begitu. Kang Doo membalas dengan tersenyum manis sekali.
Kau tahu bagaimana sebagian orang bilang tahu adalah kekuatan sedangkan yang lain berkata ketidaktahuan/ketidakpedulian adalah kebahagiaan?
Ah...ini yang dikatakan di highlight teaser, Kang Doo minta pendapat halmae soal Moon Soo, apakah harus diberitahu atau tidak. Merujuk pada perkataannya di atas. Menurut halmae biarkan saja. Mengetahui ketidaktahuan adalah kebahagiaan, di sanalah kekuatannya. Hiks. Padahal sebelumnya, Kang Doo ngeliat Moon Soo yang ceria tuh sampai kebayang dia dalam reruntuhan dulu. Seperti dihantui masa lalu, “Kamu pasti senang dengan hidup?” Ngeri. Kang Doo merasa tak adil. Halmae menanggapinya dengan bijak kemudian.
Tak berarti seseorang berada dalam kesakitan yang besar hanya karena ia menangis keras. Kau tidak tahu apa yang orang lain rasakan sebenarnya 😊
Masa lalu Ma Ri belum diceritain ya. Terasa ada kisah dirinya dalam apa yang ia ucapkan untuk Direktur
Jika kau mengganggu orang yang tak punya apa-apa, mereka akan melawanmu hingga akhir.

Sampai episode ini Kang Doo belum bilang kenapa dirinya juga lewat tangga untuk turun. Dan setiap Moon Soo ingin tahu tentangnya, ia bertanya apa Moon Soo menyukainya? Tertarik padanya? Saya jadi ngayal Moon Soo nanti beneran bilang suka padanya duluan.
Kau membacanya (komik)? Apakah menyenangkan? Bukankah mereka mengatakan hal yang sama semuanya?
 Tentu aku membacanya karena menyenangkan. Justru itulah sisi menyenangkannya. Bahkan jika kau dihianati, selalu ada seorang teman yang mempercayaimu. Apa yang dikatakan guru selalu benar, jadi kau hanya tinggal mengikutinya. Kalau kau bekerja keras, hasilnya akan mengikuti... Orang-orang jahat akan dapat hukumannya...
 Itu jelas dan sederhana.
Karena itu makanya bagus. Dunia jadi menyebalkan karena tak bisa berjalan apa yang jelas dan sederhana.
Lucu sih liat Kang Doo senyum-senyum mandangin Moon Soo yang polos, mempraktekkan yang di dalam komik.

Ea...ada The Package yang ditonton eomma.
Bagus ya, kalau kita bisa mengganti channel (seperti channel tv) begini dalam hidup kapanpun keadaan jadi membosankan? 
Apa yang akan kau lakukan kemudian? Kau tetap berakhir di channel pertama yang kau lihat sebelum menggantinya.
Mengganti-ganti itu hanya pengalih rasa bosan. Walau sebenarnya di situlah letak kenyamanannya. Channel pertama. Ibarat nyari yang lain tapi nggak ketemu. Mereka di sini pas lagi ngomongin pasangan ahjumma yang selalu bikin masalah tapi ahjumma tetap nggak pindah rumah. Sama seperti eomma? Walau appa begitu dingin padanya, ia masih mencintainya...

Meski kita keluarga, kita tak bisa merasakan emosi yang sama. Sehingga aku hanya dapat membayangkan kesedihan bila aku kehilangan adikku tak lebih menyedihkan dari kesedihan seorang ibu yang kehilangan anaknya. Karena itu yang bisa aku lakukan Cuma...
Moon Soo memeluk ibunya. Beralasan seperti apa yang Sang Man bilang sewaktu meletakkan kedua telapak tangannya di punggung Moon Soo: transfer energi.
Memorial (nisan) itu dibuat agar mereka yang melihatnya bisa merasakan bagaimana kesedihan kerabat almarhum yang ditinggalkan...bahwa mereka tak melupakan alamarhum. Itulah yang ingin disampaikan lewat sebongkah batu ini.
Lucu di adegan ini. Penjual batu berujar apalah kesulitan besar yang mereka hadapi di usia muda ini sampai tampak merendahkan makna batu yang hanya bertuliskan nama almarhum. Nggak tahu kalau mereka hanya tak ingin kembali mengingat hal itu lewat batu itu. Batu itu tak cukup menggambarkan kesedihan yang mereka alami. Si penjual batu juga nggak lebih tahu dari mereka, perasaan korban yang sebenarnya.
Kau tahu tangan orang itu? Tangannya keras. Orang-orang yang hanya fokus pada 1 hal di kehidupan mereka, apa yang mereka katakan biasanya memang benar.
Kang Doo dasar dewasa banget. Ia juga berkata, 
tak akan ada habisnya mengatakan ‘seandainya’
YOU GOT IT RIGHT, MAN!!! Karena Cuma khayalan. Percuma. Membicarakan seandainya untuk masa yang terlewati takkan pernah kembali. Itu akan terus bertambah panjang...menyalahkan keputusan yang telah diambil untuk banyak hal. Nggak hanya 1. Jika aku tak ke sana, jika aku tak menghancurkannya.

Won Jin Ah pinter nyanyi ya kayaknya.  

Saya suka bagian Kang Doo yang awalnya nggak bisa pindah dari tempat peledakan itu. Terpaku, seakan ada yang menariknya. Menggambarkan ada rahasia juga yang belum terbongkar bahkan sampai episode 6. “Kau takut? Itu yang aku katakan. Akan bagus kalau kau mati juga dulu.”


Ending drama ini, awal baru perasaan Moon Soo untuk Kang Doo? Khawatir. Moon Soo mengkhawatirkan Kang Doo yang masih bekerja di kala hujan, waktu-waktu beresiko para pekerja proyek. 

Selanjutnya: Just Between Lovers/Rain or Shine Episode 5

Artikel terkait

Comments