Review Korean Drama Just Between Lovers/Rain or Shine Episode 5

Not allowed to copy and repost these Little Thing's (ndyra.blogspot.com) posts to other site



Kejam. Kenangan menyedihkan yang datang itu kenapa begitu kerasnya menarik Kang Doo seperti benar-benar kembali ke masa lalu? Kang Doo sedang berpatroli di malam hujan deras saat melihat ada sepatu di bagian bawah pondasi bangunan (?). Dalam kepalanya masih tergambar jelas dulu ia juga menemukan sepatu dan sepotong kaki yang memakainya dalam reruntuhan bangunan. Ia sangat terkejut.

Kang Doo yang juga terpancing pegawai project yang bercerita pernah mendapati banyak mayat di suatu lokasi pembangunan pula, langsung turun ke bawah, berusaha mencari tahu ada apa dengan sepatu di bawah sana. Menjebol pondasinya. Benarkan ada mayat yang masih belum ditemukan?


“Tolong keluarkan aku dari sini! Aku tak mau mati...aku tak mau mati!” teriakan Kang Doo sungguh menyayat hati. Apakah ia membayangkan pemilik sepatu itu berteriak sama seperti dirinya? 

Tujuh hari ia baru dikeluarkan dari dalam sana sebagai korban terakhir yang selamat (Joo Won akhirnya tahu hal ini. Termasuk tahu Moon Soo ditemukan di hari ketiga. Ia tertunduk tak percaya?), saya tak membayangkan berapa banyak hal mengejutkan yang ia lihat.  Betapa sakitnya ia... Kang Doo-ya😭😭😭 Siapa yang nggak ngeri Sung Jae oppa yang ia lihat malah memegangi kakinya saat meninggal. Dan di sana bersamanya entah sampai kapan. Pantas ia selalu terhantui... (bahkan tak mau lagi sendiri sampai berniat memanggil pemilik penginapan yang tertidur, mencari-cari Sang Man di rooftop. Ingatan menakutkannya bangkit kembali setelah melihat jenazah yang merupakan ibu salah satu korban 10 tahun lalu tergeletak tak bernyawa ia temukan (bunuh diri (?))

Tak berapa lama, efek hantu itu membuat Kang Doo dan Moon Soo hampir terjebak robohnya pondasi kalau tak ada orang yang ke sana menemukan mereka. Hampir saja terulang. Hampir saja...

Oh ya, drama ini juga menceritakan bagaimana Wan Jin eonni menerima banyak kritikan online. Penonton diberitahu bagaimana komentar-komentar itu saja bisa membuatnya lesu sekali. Ia sampai percaya akan hidup sampai usia 10.000 tahun. Candaan Korea? Apalagi ada komentar yang mengatainya akan berada di kursi roda seumur hidup jika berhadapan dengannya nanti di jalan. Saking gemesnya dengan cerita eonni yang menurutnya nggak bermutu, ia ingin memukulinya? Hey! Kenapa bisa tepat sekali! Eonni tertusuk nih...

Merk bir yang diminum diburamkan ya? Bukan sponsor kayaknya.

Dan awwwww saya suka pertemanan Ibu dan ahjumma^^ Ahjumma sabar banget menghadapin Ibu yang ceplas-ceplos kalau ngomong. Kadang nggak sadar dia beruntung punya Moon Soo sehingga sering memarahinya. Padahal mah dia cuma khawatir berlebihan😊 Namanya juga Ibu.

Mmmm ada yang tahu sebenernya halmae lagi ngapain kaki Kang Doo di episode ini? Naruh semacang logam seukuran kancing di atas lukanya? Untuk apa?

Hahaha semacam sugesti kali ya? Lha obat yang dikasih ke Kang Doo aja sebenernya cuma vitamin bukan obat tapi Kang Doo terima-terima aja tuh selama halmeoni nggak ngomong yang sebenernya😁Baru setelah Ma Ri investigasi, halmeoni cerita. Aiiiiiiiiiiiiih, suka banget deh sama mereka berdua yang sayang Kang Doo. Penasaran dulu pertama kali ketemu Kang Doo gimana sih sampe segininya. 

Kata halmeoni, dulu Kang Doo mau menangis atau apa saja untuk minta uang (sangat banyak darinya) darinya. Da Reum-aaaaaaaaaaaaah, kamu gede bakal kayak gimana sih dek! Sekarang aja udah cool tapi cute begini😎Dia kagum aja sama remaja seperti Kang Doo yang dulu dengan tongkatnya datang ke kantor, jujur berkata ia tak akan bisa membayarnya sekarang tapi tak akan mati pula sementara hutangnya belum terbayar. Halmeoni juga kagum pada Kang Doo yang selalu membayar tepat waktu dengan bunganya. Pria yang merasa akan mati tapi selalu berteriak-teriak dan berusaha keras hingga tak mati. Ia yang selalu bertahan sendirian seperti itu sangat mengesankan baginya😏

Nah...Ma Ri ini yang belum cerita. Saya belum nonton episode berikutnya dengan cermat. 

Jadi Kang Doo akhirnya ngomong jujur ke Moon Soo, sementara Moon Soo menutupinya dengan alasan yang ia buat tentang kondisi tanah yang lemah sehingga pondasi bisa rubuh saat hujan. Kang Doo terus terang bicara soal kemungkinan masih ada potongan-potongan mayat di sana. Masa iya mau terkubur begitu saja. Namun Joo Won tak bisa lantas menghentikan pekerjaan mereka. Ia masih butuh bukti. Bawa kepadanya bila ada dan dengan dukungannya mungkin Kang Doo akan bisa mewujudkan apa yang ia inginkan mengenai penghentian pembangunan (sementara?).

Aigu...ada yang bisa lihat senyum tipisnya Joon Ho? Pinter deh!

Team leader ini ternyata nggak sediem yang saya pikir. Dia cukup vokal juga untuk bilang Seowon  (tempatnya bekerja) dan Chengryu sseperti keluarga. Hehe, cuma insting... Sama seperti insting ke putra salah satu korban yang menolak dibikinin memorial itu. Kok ada di lokasi proyek? (episode 6)

Tapi kasihan dia. Kayak beneran bilang kakinya kadang nggak bisa nurutin dia. Huhuuuuu. Trauma itu sampai bikin Kang Doo nggak bisa nyetir? Paling sedih juga waktu ngeliat Kang Doo nggak bisa masang dasi😭😭😭😭 Ia nggak pernah sempet make dan nggak ada pula yang ngajarin...cuma Sang Man di depannya T.T

Memorial bagi Kang Doo: tak perlu yang sulit bahasanya hingga siapapun bisa mengerti. Tak perlu di tempat jauh pula yang sulit dijangkau. Sungguh ya drama ini! SWnim, will you go detail like this?

"Bagus. Tentu bagus kau masih bisa malu. Aku jadi sangat terkoyak begini...tak punya lagi rasa malu. Tak ada yang di pihakku. Tak ada satupun!!!" 

Ahhhhh, Direktur juga nggak mau punya orang tanpa malu begitu, Yoo Jin-ah.
Karena mereka menusia. Orang-orang harus melakukannya.
Ini waktu Kang Doo dan Sang Man lagi nonton acara penyelamatan hewan gitu. Kang Doo bersikukuh itu untuk pertunjukkan saja, tapi Sang Man mengatakan hal di atas. How sweet. Siapalagi yang menyelamatkan para hewan itu kalau bukan manusia? Simple ya? Tapi itu udah cukup bikin penonton dan Kang Doo tahu, Sang Man pantas juga jadi kakak 😉 Lebih dewasa kadang dari Sang Man.

Bentar...adegan ini terus bisa nyambung ke adegan berikutnya. Kang Doo mendatangi Moon Soo untuk mencari tahu seperti apa para korban, apa mereka anak-anak, apa mereka orang tua, di mana mereka tinggal dan apa yang mereka lakukan, berapa usia mereka. Mari tak hanya menunjukkan pada orang lain, tapi lakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Woaaaaaaaa gimana bisa kepikiran begitu cuma habis nonton acara tadi??? (Sang Man bilang, karena mreka manusia jadi mereka harus melakukannya-nyambung ke perkataan Kang Doo kalau mereka harus melakukan yang seharusnya) Dengan ini ia bisa menyentuh yang ngeliat memorialnya sih...mengingat kembali mereka yang pernah terkubur di sana.

Nggak nyangka ni drama dari yang awalnya ngerusak memorial sampai bisa bikin mereka mengenal hidup para korban dan memaknainya. Ckck. Speechless. Dalam. Meski ya, orang-orang tulus dan pintar seperti mereka di drama ini nggak gampang ditemukan. 

"Ayahku menyuruhku untuk tak mengatakan pada siapapun soal perjuanganku karena jika aku berusaha keras, 99 dari 100 orang akan senang (karenanya. Mengetahui ia lelah, mengetahui ia berpayah-payah)."

"Siapa yang peduli soal 99 orang itu? Ada banyak hal yang harus kau lakukan untuk hidup dengan 1 orang yang tersisa."

Dari sini, Direktur akhirnya punya teman yang bisa ia percaya. Apalagi Ma Ri mau melakukannya demi uang (dan ia punya itu).

Tentang Jae Yong...andai dia tahu seperti apa kakaknya di depan halmeoni. Andai ia tahu seperti apa kakaknya sebenarnya.

Btw ini Lia my-eternalstory.com udah mulai bikin sinop plus komentarnya untuk drama ini. Saya sih rekomendasiin yang di sana daripada di blog lain. Haha bias. Karena itu saya mikir untuk berhenti nulis ini dan komentar di sana aja (lebih enak baca soalnya lebih cepet. Nonton ini seperti nonton ToL. Dialognya lumayan alias nggak bisa dianggap lalu kayak percakapan biasa yang nggak bermakna banyak). Tapi lihat nanti sih. Saya belum baca sinopnya juga, cuma baca komen aja. Kalau pas saya belum nonton dan Lia udah bikin sinopnya, mungkin readers bisa ketemu komen saya di sana. Sementara ini saya ngomongin komentar saya di sini dan di sana kalau pendapat kita beda...

Selanjutnya: Just Between Lovers/Rain or Shine Episode 6

Artikel terkait

Comments

  1. Dramanya bagus dira? Kok ada mayat2 gitu? Ga ada hantu kan? Lol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sarat pesan mbak tp emang alurnya lambat. Lia aja belain ngejar nyinop hehe.
      Maklum mbak, dia dulu pernah liat mayat soalnya jd kadang masih kayak parno gitu. Bayangan masa lalu yg ia lihat muncul seperti hantu...

      Delete

Post a Comment

I talked about my thought the most because I dont know the other's mind^^ You can share your own here.

thank you very much for your comment. :)
Hope you can come back!!!