My Daughter Seo Young Episode 36 - 42: Two Moms


Credit Image: KBS

Two Moms
Eomma - Sung Jae - Sekretaris Yun

Episode 36
Sung Jae akhirnya pulang. Semua orang rumah merindukannya. 
Bahkan Ayah meminta maaf padanya o.O
Happy Birthday Sung Jae-ah! Happy Back to Home!!!

Sung Jae dan ibu kandungnya. Kasihan, ia tidak pernah mendengar Sung Jae memanggilnya eomma. Jika Sung Jae benar-benar ingin kembali ke keluarganya, maka dia seperti tidak hidup tanpa bisa melihat putranya lagi.
Smile!
Sekretaris Yun mengajak Sung Jae ketemuan. Mereka lagi-lagi minum kopi dengan angle yang sama hahaha.

Sekretaris Yun cemas sama Sung Jae. Bagaimana dia bisa hidup di rumah itu? Ia takut Sung Jae jadi gak nyaman (dengan eomma), karena terlalu sulit melupakan penghianatan. Sung Jae bilang kalo ia akan menerimanya. Toh itulah yang bisa ia lakukan. Ibunya sudah dibohongi selama bertahun-tahun, bagaimana ia tidak merasa marah dan dibodohi?
Sekretaris Yun menghapus air matanya, “Aku hidup selama ini hanya untuk melihatmu. Aku bahkan belum pernah mendengarmu memanggilku Ibu sekalipun. Aku tidak dapat memegang tanganmu sekalipun.”  :(
“Tapi saya tidak pernah menginginkannya dari anda.”
“Aku ingin kau tumbuh sebagai putra ayahmu. Aku ingin kau memiliki semuanya. Kau tidak tahu bagaimana bahagianya aku setiap saat melihatmu tumbuh. Itulah sebabnya aku selalu mengatakan pada diriku sendiri, ‘Kau melakukan yang benar. Jika dia tumbuh dengan seorang ibu yang tidak menikah, dia tidak akan tumbuh dengan baik. Inilah yang terbaik untuk Sung Jae.’”
“Lalu mengapa anda melakukan itu?”
“Aku tidak akan melakukannya jika aku tahu akan seperti ini.” Maka Sekretaris Yun meminta Sung Jae untuk tetap saling melihat satu sama lain mulai sekarang meski dia tidak menerimanya sebagai Ibu. Alasan apalagi yang dia punya untuk tetap hidup (jika bukan Sung Jae)?
Sung Jae ikut audisi (hehe judulnya itu lho gak nguatin^^). Karena skripnya ngewakilin perasaannya sekarang, dia jadi sangat menghayati dan dipuji juri :D
Episode 38
Sung Jae bertemu dengan Eun Soo dan hanya bertanya, “Bagaimana perasaanmu setelah balas dendam padaku?” hihihi, tidak ada yang menyenangkan dari balas dendam, hanya “biasa”.
Episode 39
Sung Jae ingin cerita sama eomma kalo dia terpilih untuk casting, tapi eomma ingin pergi. Eomma bosan di rumah terus dengan segera masalah yang belakangan muncul t.t
Episode 40
Sung Jae dimarahi sutradara karena bicaranya masih seperti orang yang membaca, bukan akting. Menurut saya dia pun kurang menghayati perannya hehe. Gak kok, Sung Jae cuma nervous :P
Setelah itu, dia dikejutkan oleh kedatangan Sekretaris Yun ke tempat syutingnya.
Namun Sung Jae berusaha menghindar. Ia tidak tahu bagaimana Sekretaris Yun bisa menemukannya di sana.
“Karena kau tidak menjawab teleponmu, aku menghubungi agensimu.”
Namanya juga ibu, siapa yang betah gak ketemu putranya setelah sekian lama. 
Btw, ada eomma yang ngeliat mereka! Dan cemburu itu gak buat orang pacaran aja lho, orang tua juga bisa. 
Apalagi seorang Ibu :P
Oke, oke. Akhirnya Sung Jae mau diajak makan bareng. Tanya kabar, tanya perasaan, dan setelah tahu Sung Jae bahagia di rumah itu dia tidak akan memaksa lagi Sung Jae tinggal bersamanya.
“Tetapi tolong temui aku sesekali.”
“Aku tidak ingin menemuimu.”
 
Hiks, padahal setiap sekali sebulan sejak Sung Jae SD, Sekretaris Yun menyiapkan menu untuk kesehatannya.  Ia pun mengambil jurusan kesekretariatan karena tahu Sung Jae akan mengelola  perusahaan bersama Woo Jae. Ia melakukan yang terbaik dalam membantu Ayah pula. Sekretaris Yun benar-benar hidup hanya untuk Sung Jae.
“Aku adalah ibumu. Tetapi aku mengundurkan diri dari perusahaan dan tidak dapat melihatmu lagi. Padahal aku tidak dapat hidup tanpa melihatmu.”
Sekretaris Yun tidak meminta Sung Jae memanggilnya eomma. Sung Jae cukup memperlihatkan wajahnya saja setidaknya sekali sebulan :(
Eomma yang galau pergi ke kursus drumnya. Lalu dia diajak untuk melihat pertunjukkan bagi kelas itu. Pertunjukkan sulap yang sangat mengena bagi eomma.
“Kita teringat orang-orang yang kita temui di musim dingin saat itu bersalju.”
Si pesulap, Baek ahjussi memasukkan tissue ke dalam gelas berisi air. Ia mengambil, meniupnya DAN tisu basah itu menjadi  sobekan-sobekan kertas kecil yang kering. Ia mengumpamakannya sebagai salju palsu.
“Itu tadi adalah salju palsu, seperti hubungan lemah yang ada di antara kita. Tetapi seperti salju, beberapa hubungan itu indah.”
 
Baek ahjussi kali ini memasukkan tisu yang lain ke dalam gelas, kemudian menggoyang-goyangkan gelasnya. Tisu tadi tercampur rata. Kalo saya liat sih seperti kocokan putih telur yang kaku dalam gelas wkwkwkwk.
Eomma sendiri jadi teringat baby Sung Jae yang subhanallah lucu banget >.< (really precious watching MDSY that has 2 little cute baby)
“Namun terkadang, orang-orang membuat hubungan yang indah menjadi sebuah obsesi yang harus mereka genggam. Mereka lupa bahwa salju akan meleleh jika digenggam. Jika hubungan itu indah, jangan mencoba untuk memiliki orangnya. Terkadang kamu hanya perlu membiarkannya pergi untuk membuat sebuah hubungan yang indah. Apa artinya kita bagi satu sama lain?”

Sebagai penutupnya, ia mengeluarkan campuran tisu tadi yang ternyata menjadi serbuk mirip salju dan mengayunkan tongkatnya ke arah serbuk tersebut. DAN muncullah burung merpati putih yang dia lepaskan terbang.
Aih, ini beneran ada di skrip juga??? What a sweet magic show xD
Eomma terharu.
Sekembalinya dari rumah, ia berbicara pada Sung Jae. “Darah lebih kental dari air. Kamu dapat melakukan apa yang kamu sukai. Tidak diragukan lagi kamu putraku, tetapi kamu bisa punya dua ibu. Kamu adalah yang bungsu dan memiliki hati yang sangat lembut. Aku tidak ingin kamu berhati-hati (takut/canggung) di sekitarku. Itu membuatku merasa tidak enak. Aku ingin kamu nyaman lagi. Aku ingin kamu seperti biasanya.”
What a sweet couple too^^
Episode 41
Sung Jae menemui Sekretaris Yun setelah meneleponnya dan mengatakan apa yang dia rasakan.
Sebenarnya dia juga menyadari betapa sayangnya Sekretaris Yun padanya. Namun dia belum bisa memanggilnya Ibu. Dia hanya menganggap sekretaris Yun adalah sekretaris ayahnya dan dia anggap ibu adalah eomma yang selama ini merawatnya.
“Jika Bibi menginginkan yang terbaik untukku, jika Bibi benar-benar mencintaiku…
tolong pergilah.” OMO SUNG JAE-AH TT.TT
“Eomma menyuruhku untuk menemuimu. Tetapi ketika aku memikirkan dari sudut pandangnya, sangat sulit baginya (melepaskan Sung Jae). Dan… sulit bagiku untuk menemuinya seperti itu (setelah berada di sisi Sekretaris Yun). Ahjumma, aku minta maaf. Aku mengasihanimu. Bagaimana kau bisa hidup seperti itu? Mengapa kau hanya hidup dengan mengawasi putramu saja?”
“Namun, karena melahirkanku, aku berterima kasih… Suatu hari saat aku tumbuh dewasa, aku akan datang dan mencarimu.”
Episode 42
Sekretaris Yun meminta Sung Jae mau melakukan beberapa hal bersamanya sekali saja.
 
Pertama, mereka nonton film bareng sambil makan popcorn dan minum cola.
 
 Makan sup rumput laut dan jajan buatannya.
“Aku dulu hidup di panti asuhan tanpa tahu siapa orang tuaku. Aku merasa sangat kosong. Jadi aku ingin kamu mengelola perusahaan ayahmu. Aku ingin kamu hidup nyaman dan berkecukupan. Itulah kenapa aku melakukannya. Mulai sekarang, aku juga mencoba hidup bahagia.”
Finally sampai di episode ini^^ Finally Sung Jae dan Sekretaris Yun bisa berdamai dengan hati mereka masing-masing. What a relief…
Rupanya cukup panjang ceritanya Sung Jae sampai saya harus membaginya menjadi 2 bagian. Bagian 1 (My Son, Sung Jae) tentang bagaimana eomma bisa berdamai dengan Sung Jae dan bagian 2 (Two Moms) ini tentang Sekretaris Yun yang bisa berdamai dengan Sung Jae.
Hangat sekali merasakan perasaan cinta mereka berdua. Ibu yang mau melakukan apapun demi putra tercinta satu-satunya. Plus seorang anak yang mengerti perasaannya sendiri dan orang-orang di sampingnya :D
Dua jempol buat Jung Shin. Terjunnya dia dalam peran ini, serta totalitas dalam memainkannya benar-benar saya suka. Semoga project berikutnya (selain Blade and Petal) bisa membuat saya begini lagi.
Oh ya, perlu diketahui hanya beberapa scene Sung Jae yang saya ambil karena keterbatasan saya. Mianhae…

Artikel terkait

Comments