Review Korean Drama My Golden Life Episode 5 (Part 1)

We arrived in clearer episode than last week. This episode has many answer about what you are wondered yesterday. Is Ji An is the true lost daughter of Choi family? If she isnt, why eomma lied then?

As expected, My Golden Life rating for Saturday increased from previous Saturday. Its around 2 or  3 point? 25% this time...

My Golden Life Episode 4 Part 1 dan Part 2

Dari kabar yang dibawa Ji An soal kepindahannya ke keluarga Choi, pemilik Haesung Corporation,  hanya Ji Soo yang seolah tak terima. Ji Ho yang sebelumnya melihat Ji An sampai berlutut di hadapan pelanggan sama sekali tak mempermasalahkan kakaknya itu pergi. Toh, mereka tetaplah keluarga bagaimanapun. Sama dengan Ji Tae yang tak merasa mereka tak akan pernah bertemu lagi. Saya beneran nggak tega ngeliat Ji Soo di sini. Dia nangis terus TT.TT Mungkin yang nggak nonton nggak akan tahu bagaimana ekspresinya Eun Soo di sini. Kontras jauh karena dia selalu diperlihatkan ceria. Saya sampai nggak kebayang gimana kalau fakta sebenarnya terungkap. Ngeliat Ji Soo broken heart lagi rasanya saya mungkin bakal ngebendung air mata.


Bentar...Ji Tae umur berapa waktu Ji Soo meninggal? (Saya nyebut Ji Soo di sini karena episode ini udah nyebut kebohongan Ibu) Dia masih nggak inget ya?

Ibu menelepon Nyonya No memberitakan kabar serupa. Nyonya No yang mengangkatnya di meja makan saat mereka masih sarapan, jadi membuat berita tersebar ke keluarga yang lain. Tuan Choi sebenarnya nggak ngarep lebih karena tahu Ji An mungkin butuh waktu. Seo Hyun sama sekali tak mengira Ji An mau pindah. Dia cenderung belum bisa nerima ada orang asing tiba-tiba masuk menjadi bagian keluarga mereka. Sementara Do Kyung sudah nebak Ji An mau pindah melihat kondisi keluarganya yang nggak begitu mampu haha. As always, urri Do Kyung selalu pinter nganalisis orang.

Tuan Choi jadi tersedak dan pergi ke kamar mandi. Dia menangis terharu. Beneran nggak nyangka ayah yang ini segitu melonya juga. Tapi ia menyangkal ke istrinya kalau dia menangis. Dia pun Cuma bercerita punya masalah pencernaan saja ke Do Kyung. Do Kyung sampai ngeh kalau udah lama nggak liat ayahnya senyum sedemikian cerah. Saya udah bisa bayangin gimana dia bakal ngobrol ke Ji An dengan hangat nanti. Keluarga Choi bakal sayang banget sama Ji An sampai suatu saat sebuah kenyataan lain menghantam mereka.

 Ji An sudah hendak membayarkan hutangnya ke Do Kyung. Ia sadar ibu barunya bisa memberi uang banyak secepat ia memberi uang receh. Ia memilih baju paling bagus yang ia punya. Sebelumnya, ia juga berniat mengembalikan jaket milik Hyuk.

Ji Soo telat tak seperti biasanya. Bos Kang heran. Ji Soo mengaku dia habis melewati sesuatu yang baru. Awwww, why are you so fragile Ji Soo-ya...

Ji Tae yang bertanya siapa keluarga kandung Ji An, langsung browsing mengenai mereka. Ia seperti minder melihat Do Kyung sebagai kakak Ji An yang seusia dengannya justru punya posisi yang tinggi sebagai senior manager. Iya, si Do Kyung yang lagi keliling di salah satu toko baju perusahaannya. Toko itu sudah memajang banyak baju musim gugur meski Do Kyung merasa merasa masih panas cuacanya haha. Menurutnya sekarang masih musim transisi. Nggak umum tapi kayaknya ada istilahnya di kamus. Pramuniaga yang di sana cuma bisa iya-iya aja sambl mandangin sekretaris Yoo heran, nggak tahu nyatet apa aja di bukunya wkwk. 

Do Kyung orang yang tahu selera pelanggan juga, karena begitu ia mengambil outer untuk dipajang di display, seorang pelanggan yang melihatnya terkesan tertarik. Dan apa yang Do Kyung bilang, mengapa anda hanya ingin melihatnya, ini untuk dipakai? Hihihi sekretaris Yoo bangga banget sama bosnya. Ngasih jempol.  Saya juga :)

Ji An menelepon. Ngeh nggak sih? Do Kyung itu ngangkat nelpon tanpa menggeser atau menyentuh apapun di layar ponselnya. Kayak lagi nelpon mainan. Bisa ya gitu? Alasannya Do Kyung sih karena dia nggak ngeliat siapa yang nelpon. Jadi main bilang 'halo' aja, menjawab yang di seberang telpon. Ji An sendiri lagi di bank, mau ngambil uang di rekeningnya. "Mau ambil dengan bentuk cek kah?" tanya tellernya.

Do Kyung cemas sebab Ji An sudah tahu dirinya merupakan salah satu anggota N-Gaon. Padahal Do Kyung nggak pernah ngomong apapun tentangnya, tapi Ji An bahkan tahu Do Kyung lagi di luar. Nggak di kantor maksudnya. Do Kyung ngeri. Terpikir perkataan ayahnya soal orang-orang yang menggosipkan keluarga konglomerat. Ia tentu tak mau kena masalah. 

Mereka berdua bertemu di pinggir jalan. Do Kyung sengaja masang kacamata hitam hahaha. Iaba  enggan keluar dari mobil. Bilangnya ke Ji An ada urusan penting, jadi langsung pergi saat Ji An selesai. padahal ia celingukan, khawatir ada orang yang melihatnya. Namun, begitu JI An memberinya keresek yang berisik uang, ia tak bisa diam di mobil dan melepas kacamata hitamnya. Menatap Ji An kesal, darimana Ji An dapat uang sebanyak itu?

Mereka berdebat mengenai bagaimana Ji An ditekan Do Kyung soal pembayaran itu dan Do Kyung malah menolak uangnya sekarang. Do Kyung tak terima, ia jelas tak percaya Ji An bisa mendapat uang itu dalam semalam. Ia berulang kali mengatakan ia sudah tak menghiraukan masalah ini. Tapi Ji An merasa tak suka apalagi dengan sikap Do Kyung yang marah-marah kepadanya setelah apa yang dia alami di Yangpyeong. Ji An balas membentak. ngeliat mereka berdua berdebat selalu menyenangnkan buat saya. Apalagi ini suasananya lucu kayak anak kecil marahan.

Singkat cerita Do Kyung kalah karena Ji An melempar kereseknya di depan mobil Do Kyung dan ia sendiri kabur dengan taksi yang segera ia pesan. Telak. 1-1 Do Kyung-Ji An. Ji An menghapus kontak 'korban' dari ponselnya. Tersenyum puas. Makin lucu dua orang ini di episode berikutnya. Hiburan drama ini mah mereka berdua. Romcomnya di sini aja nggak tahu sampai episode berapa sebelum ganti genre jadi melodrama romance :P

Ibu menelepon Ayah saat jam makan siang. Ibu berkata sedang berada di Daejeon. Ia mengajak Ayah makan. Ayah senang sekali, apa Ibu lagi puber lagi atau bagaimana? Ayah tak segan memesan restoran untuk tempat mereka makan berdua dengan makanan kesukaan Ibu. Doenjang? Masakan kepiting? Sayangnya, Ibu tampak tak selera makan. Ayah tahu Ibu ingin mengatakan sesuatu.

Ibu mengaku ia sudah melakukan kesalahan besar. Ia mengatakan yang bukan putrinya adalah Ji An, bukan Ji Soo. Padahal kenyataannya Ji Soo diculik untuk diambil perhiasannya dan bukan sengaja ditinggalkan. Ayah tentu tak percaya. Kenapa sampai Ibu mengatakan putri mereka Ji An?

Mulut Ibu begitu licin meluncurkan nama Ji An saat mereka terus mendesak Ibu, bertanya siapa putri mereka yang hilang. Rupanya Ibu sempat dihubungi Ha Jung saat Ji An di kantor polisi. Ketika itu Ji An tak mau melakukan kesepakatan sehingga tak mau mengangkat telepon Ibu. Ha Jung kemudian berinisiatif mengabari Ibu terkait hal ini. Ia minta Ibu datang, melapor Ji An melakukan kekerasan. Bagaimana bisa Ha Jung tahu nomor Ibu? Ha Jung dan Ji An sedekat itu? Saya awalnya sudah curiga waktu Ha Jung melihat Ji An tak mau mengangkat telepon dan dia terlihat seperti menghadap ke arah lain. Gemas. Ternyata ia menghubungi Ibu.

Saya sangat nggak tega Ibu sampai membuntuti anaknya dari belakang. Tahu mengenai Ji An yang tak diterima sebagai pegawa kontrak karena temannya yang terpilih berkat koneksi. Aiiiiiiiiih, this drama really...why you make this mom stalking her own daughter and look at her sadness silently t.t Ibu sampai menyembunyikan diri agar tak terlihat. Ia menangis sendiri. Memegangi pohon di dekatnya, tak sanggup berdiri. 

Putrinya begitu keras membiayai biaya sekolahnya sendiri, bekerja magang dan kontrak. Awalnya Ibu menganggapnya wajar. Semua anak-anak (Korsel) melakukan itu. Tapi melihat hidup Ji An yang sedemikian memilukan, hati Ibu tak mampu. Dan akhirnya nama itu keluar saat Nyonya No bertanya. Ibu sendiri kekeuh tak akan mengakui yang sebenarnya. Anggap saja mereka menukar anak mereka. Toh ia sudah membesarkan anak mereka sampai sekarang seperti anaknya sendiri.

Ayah bergegas keluar, ingin mengatakan sebenarnya pada mereka dan Ji An. Namun Ibu menjawab sudah terlambat. Ji An sudah memilih keluarga itu. Jelas kan kalau ia sudah tak punya tenaga melanjutkan hidup seperti ini? Ayah juga mungkin kehilangan dua putri karena Ji Soo tahu Ibu mengirim Ji An bukannya ia yang putri kandung keluarga mereka. Ibu berbohong sebab lebih menyayangi Ji An. Apa Ji Soo akan berada di pihak mereka? Tidak.

Ayah marah. Bagaimana bisa semua orang tahu dan Ibu baru memberitahunya sekarang. Ibu tahu Ayah tak akan mengizinkannya melakukan ini. Meski karena siapa pula Ji An hidup seperti sekarang? Jika Ayah tidak bangkrut...jika mereka masih kaya... 

Biar bila nanti mereka akhirnya tahu. Bukan Ji An yang salah, tapi dirinya. Saya jadi inget waktu Ibu bilang ke Ji An, apa dia bisa membohongi mereka? Sebab Ji An sangat tak percaya dengan apa yang dikatakan Ibu soal orang tua kandungnya. Saya merinding mendengarnya. Ibu benar-benar bisa menipu mereka. Ibu sangat mengerikan. Kekuatan seorang Ibu memang nggak terbantahkan. Ibu tak peduli soal nanti. Yang penting Ji An akan hidup enak mulai sekarang. Bisa keluar negeri meraih mimpinya. Ji Soo juga tak akan merasa ada yang berubah. Selama ia menjadi putri mereka, ia bahkan lebih bahagia dari Ji An. Cenderung bebas dan tak tertekan. Ibu menganggap demikian, menutupi rasa bersalahnya.

Di tempat lain Tuan Choi bertanya apa Ayah yang menculiknya? Sigh, how can you have that thought?!! Ia berpikir untuk memberi keluarga itu imbalan dan 'pelajaran'. Tapi ia tak ingin Eun Sook (oke, saya sebut Eun Sook untuk mereka yang mengira Eun Sook) tahu. Karena itu ia ingin istrinya memberi imbalan dengan halus. Tuan Choi tak lupa mengungkapkan pujiannya untuk istrinya yang bisa menemukan Eun Sook dengan usahanya sendiri. Ia merasa sangat bersalah pada istri dan putrinya, menganggap Eun Sook sudah meninggal. Tuan Choi cerah sekali, terlihat bangga. "Terimakasih. Aku berhutang padamu."

Hati Nyonya No tersentuh.

Bersambung ke My Golden Life Episode 5 (Part 2)

Ayah. Hampir semua drama SWnim menyinggung tentang Ayah dan perjuangannya. Meski tokoh utama drama ini adalah Ji An, saya lebih dapet karakter Ayah yang ditonjolkan. Ayah yang tak pernah membedakan anak-anaknya. Ayah yang sangat menyayangi istri dan keluarganya. Ayah yang selalu tersenyum meski lelah. Ayah...

Kata-kata Ibu untuk Ayah yang mengungkit soal kegagalan Ayah di masa lalu sangat menohok. Namun Ayah tak memasukkan begitu dalam di episode ini. Belum. Di pikiran Ayah hanya ada anak-anaknya kini. Masa depan mereka. Bagaimana ia akan terpisah dengan Ji An. Ji Soo juga akan terpisah dengan orang tuanya. Keluarganya tak lagi seperti dulu.

Berkebalikan dengan kondisi Ayah dan Ibu yang berdebat hinggak akhir di episode ini, suami istri Tuan Choi dan Nyonya No justru terlihat lebih baik. Nyonya No melihat kesulitan yang diaami Tuan Choi pula saat kehilangan Eun Sook. Begitu pula Tuan Choi yang mengapresiasi istrinya. Bisa jadi mereka kembali harmonis. 

Dan kapan kita akan melihat kedua keluarga ini bahagia bersama? Di ending harusnya wkwkwkwk. Yang sabar ngikutin drama ini. Yang nonton My Daughter Seo Young punya pengalaman sih. Di drama tersebut malah Seo Young sendiri yang mutusin hubungan dengan keluarga dan Ayah sangat paham hal ini. Tapi seiring berjalannya waktu, Seo Young akan mengundang banyak air mata tumpah dari sisi penonton saat melihat satu demi satu kebaikan Ayah yang tak ia ketahui dan terlupakan karena kebencian.

Drama ini bener-bener makjang. Buat yang nggak suka sebaiknya diakhiri saja dan ngeliat endingnya kalau hanya ingin tahu itu. Drama ini juga seolah ngasih referensi baru kalau nuker anak nggak cuma melulu terjadi saat anak itu kecil. Ibu bahkan bersedia menukar anak mereka saat mereka dewasa meski kita nggak tahu berapa besar efek bom yang akan meledak nantinya. Cukup menarik.

Artikel terkait

Comments