Review Korean Drama My Golden Life Episode 9 (Part 1)

Maybe you didnt expected this episode will be this sweet although theres still painful scene hehe. I like how Dad and Ji Soo talking, Do Kyung and Ji An, Ji Soo and Hyuk, Ji Tae and Soo Ah too. They 're just adorable. But the anticipation is decreased. Rating stuck in around 25%.

Sebelumnya: My Golden Life Episode 8 Part 1 dan Part 2

Ibu dan Ji An ini sama. Sering membayangkan yang mau dikatakan. Senggaknya itu yang ditunjukkan drama ini. Ibu membayangkan mau mengatakan yang sebenarnya pada Ji Soo, kalau foto yang ia tangisi memang Ji Soo (bukan Ji An yang pergi). Dan ia meminta maaf telah mengirim Ji An kepada keluarga kandung Ji Soo. Ia menukar mereka. 


Nyatanya yang terjadi adalah Ibu bilang ke Ji Soo, mungkin ia salah dengar Ibu mengatakan foto itu fotonya Ji An pada Hee Ja. Hee Ja hanya menebak. Ibu tidak mengatakan apa-apa. Saya sendiri sampe nonton ulang akhir episode 8 dan Ibu memang nggak bilang apa-apa. Ibu beralasan hanya sensitif saja seperti orang menopause lain. Bisa tiba-tiba menangis. Ji Soo memeluk ibunya, ia tahu ibunya menangis diam-diam karena merindukan putrinya. Ji Soo menenangkan ibunya kalau kakaknya sangat lebih baik. Lihat bagaimana ia datang ke rumah terakhir kali. 

Ji Soo masih menebak ibunya menangisinya yang sedih karena ditinggal Ji An. Ibu tidak membiarkan perbincangan ini berlangsung lama. Ia mengingatkan Ji Soo yang harus pergi kerja sebelum pelanggan datang. Pertanyaan soal siapa Ji Soo di foto ultah si kembar pun tak ia jawab. Ia tak ingin Ji Soo terlambat. 

Beralih ke keluarga Choi yang sedang sarapan bersama. Saya terdistraksi sama cantiknya Seo Hyun haha. Tuan Choi menanyai jadwal Ji An hari itu. Ia ingin mengajak Ji An makan malam selesai belajar, namun Nyonya No tidak membuat Ji An longgar nanti malam. Kamera menyorot ke ekspresi Seo Hyun yang kaget(?) Apa orang tuanya tak pernah romantis dengannya? Saat ia mendengar Nyonya No yang menemani Ji An tidur, ia juga kaget. Meski sudah banyak belajar, Ji An masih belum mengerti menurutnya. Nyonya No menyebut bagaimana Ji An sempat ngeles kalau dia bisa bicara dalam bahasa Inggris. Ji An seperti tidak sepakat untuk belajar bahasa Inggris lagi. 

Tuan Choi mengingatkan kalau memang tidak mudah mengubah kebiasaan hanya dengan mempelajarinya. Butuh waktu. Nyonya No setuju. Ia kemudian membicarakan soal Ji An yang akan bekerja sebagai pegawai tetap di tim pemasaran Haesung. Tim yang berada di bawah pengawasan Do Kyung. Tuan Choi berasa didahului. Bukankah mereka setuju untuk menanyakannya dulu pada Ji An? Nyonya No menjawab Ketua No (ckckck nyebut ayah sendiri juga begini) sudah memutuskannya. Tuan Choi mengerti. Ia menceritakan alasannya pada Ji An, kalau pemberitahuan yang tiba-tiba ke publik soal Ji An sebagai putri kandung mereka jelas akan membuat gosip bagi perusahaan. Karena itu sampai saat ultah perusahaan di mana mereka mengumumkan hal ini, Ji An harus berusaha untuk membuktikan ia bisa dikenal sebagai salah satu dari mereka, keluarga Haesung Group. Ji An yang semula kaget akhirnya paham. Maklum, ia kan pernah dikeluarkan dari tim tersebut. Eaaaaa, bakal ketemu lagi sama Ha Jung nih.

Ji An mengetuk pintu kamar Seo Hyun dan langsung masuk saat adiknya itu sedang ganti baju. Jelas Seo Hyun kaget. Ia memberitahu eonninya kalau ayah dan ibu mereka saja menunggu balasannya sebelum masuk. Bukankah itu alasan Ji An mengetuk pintu dulu? Ji An sungguh belajar banyak di keluarga ini. Tak banyak bicara, ia mengutarakan keinginannya meminta kembali kalung Do Kyung pada Seo Hyun. Ji An mengaku merasa bersalah memberikan hadiah oppanya ke orang lain. Tak lupa, Ji An meminta maaf dan berterima kasih.

Seo Hyun nggak percaya Ji An bisa kayak gitu. Ngasih terus diminta lagi. 

Sementara di tempat lain Ibu sudah berniat membakar foto Ji Soo kecil. Sayangnya ada telepon masuk menginterupsinya. Ia mereject telepon itu dan tidak meneruskan niatnya. Ibu, bukankah itu foto Ji Soo kecil yang tersisa? Ibu bahkan menyimpannya dengan baik di sebuah kotak. Foto yang lain sepertinya hilang. 

Bos Kang tahu ini waktunya Ji Soo mengantar roti ke tempat Noona. Ia menyuruh Ji Soo ke sana. Ia bisa mengurus toko sendiri sementara Ji Soo pergi. Ji Soo cerita kalau dia akan melihat sisa rotinya lebih dulu karena kemarin adalah hari pertama mereka menjual roti. Setelah itu baru dia akan kembali membawakan roti. Haha, Bos Kang nyeletuk Ji Soo ingin melihat pria sepeda (Hyuk) dua kali. Ji Soo pun mengatakan yang sebenarnya, setidaknya sampai ia tahu kapan Hyuk di sana. Terakhir kali ia ke sana soalnya Hyuk pas nggak ada. Bos Kang senyum sekilas melihat langkah ringan Ji Soo keluar toko. Wkwkwk. Sering-sering dong senyum, Bos. Dua orang manis gini di toko, pantes lah rotinya enak. Nggak ada hubungannya 😂

Yap. Ji Soo datang ke toko untuk melihat sisa roti kemarin. Nggak ada. Tapi ia ketemu Hyuk di sana.  Hyuk yang melihatnya nggak percaya roti yang dijual kakaknya ternyata dari toko tempat Ji Soo bekerja. Sedangkan Ji Soo yang melihat roti kemarin sudah habis, balik ke toko rotinya untuk membawakan roti. 

Noona ngeles ke Hyuk, rotinya enak kok. Pembeli juga minta makanan. Hyuk kemudian menanyakan harga kursinya yang waktu itu dibeli Ji Soo. Berapa Ji Soo bayar? LOL. Hyuk menyusul Ji Soo ke toko. Bagaimana bisa Ji Soo membayar mahal sekali untuk kursinya. Ia menanyakan langsung pada Bos Kang tentang uang yang diberi ke Ji Soo untuk beli kursi. Dan uang yang dikasih cuma sepersepuluh dari yang dibayar Ji Soo. Ha. Hyuk langsung memberi Ji Soo kembalian dan  mengambil sendiri roti yang hendak Ji Soo antar. Bos Kang gemes sama Ji Soo. Tapi Ji Soo malah keluar lagi nyusul Hyuk yang kesal. Aih, anak ini...

Hyuk masih di depan toko. Ia tahu Ji Soo mau mengatakan sesuatu, tapi ia melarang Ji Soo mengatakannya. Hyuk memilih berkata kalau dia menyukai orang lain. Hyuk pun pergi. Bos Kang yang udah di belakang Ji Soo nyeletuk, menawarkan Ji Soo hari libur. Ia tak suka melihat orang menangis, sehingga lebih baik Ji Soo cuti. Awwww, kalian tuh cocok banget deh. Bos Kang dan Ji Soo. Ji Soo menahan tangisnya, menengadah. Ia sudah tahu Hyuk akan menolak sebab punya cewek yang ia sukai. Tapi kenapa dia tahu kalau Ji Soo akan menyatakan perasaannya? Ia belum siap untuk menerima penolakan secepat ini kayaknya. 

Adegan setelah ini potongan-potongannya cepet banget. Sedikit tapi langsung gonta ganti. Oke. Jadi Nyonya No sudah melihat hasil kerja Ji An selama bekerja sebagai pegawai magang. Bagus dan memang cocok diangkat jadi pegawai tetap. Do Kyung yang melihat hasil tersebut juga mengakuinya. Pekerja keras sekali Ji An. Nyonya No bilang ia tidak bisa menunggu lama lagi sebab khawatir Ji An nanti nggak terbiasa. Do Kyung bisa paham. Ia juga mengaku sedikit lebih keras ke Ji An untuk melatihnya. Nyonya No jadi maklum.

Ji An mengembalikan lagi barang-barang yang ia beli untuk keluarganya yang lama dan meminta refund. Ia menyerahkan uang itu pada ibunya dan dengan jujur mengatakan keluarganya menolaknya. Nyonya No tersenyum menerimanya.

Ayah kepikiran pertengkaran Ji Tae dan Soo Ah yang dilihatnya tempo itu. Saya masih bingung di sini karena Ayah seperti diperlihatkan hanya memandang punggung Ji tae. Nggak tahu dia sempat melihat wajah Ji Tae atau nggak. Ia jadi tidak konsentrasi kerja dan jatuh. Tangannya terbentur dan ia dilarang bekerja selama 2 minggu. Bos Ayah juga tak mengizinkannya bekerja. Ayah kemudian pulang ke rumah.

Ji Tae dan Soo Ah yang sudah lama pacaran, terbukti punya selera yang sama. Siang itu mereka sama-sama ngidam makanan pedas. Mereka ini kerja di satu gedung yang sama. Cuma sepertinya Ji Tae kerja di bagian perkreditan sedangkan Soo Ah di bagian pajaknya. Mereka berpapasan di jalan menuju tempat yang berbeda untuk makan siang, tapi mereka tak saling sapa. Saling buang muka. Salah satu teman Soo Ah sadar kalau keduanya mungkin sedang bertengkar. Teman Soo Ah saja yang tahu sepertinya soal status pacaran mereka. Teman Ji Tae nggak ngomong apa-apa tuh.  Soo Ah hanya menanggapi sekedarnya sebelum mengusulkan makanan lain. Hmmmm jangan-jangan makanan yang ia usulkan tadi adalah makanan kesukaan Ji Tae. 

Ah ya, Soo Ah ditunjukin lagi belajar online. Sepertinya mahal untuk ukuran pegawai sepertinya. Ia tampak mengupload tugasnya(?). Nggak tahu sih belajar apa, tapi kayaknya bakal dibahas selanjutnya. Pelajaran pre-nikah?

Ibu juga lagi belajar btw. Belajar bisnis barunya tentang kafe. Sepulang belanja, ia melihat suaminya di depan gerbang dengan tangan diperban. Ia cemas. Ayah sendiri teralih dengan amplop besar yang Ibu bawa. Amplop bisnisnya dari Haesung Group. Ayah gemas sekali dengan Ibu yang masih melanjutkan rencananya untuk membuka cabang bisnis. Bukannya ia telah membuka perjanjian dan pergi setelahnya? Ia kira Ibu mengerti dan punya malu. Itu seperti uang sogokan.

Ibu tak mempermasalahkannya. Kalau bukan karena mereka yang menyelamatkan Ji Soo dulu, mungkin Ji Soo sudah mati kelaparan. Ia akan menerima ini untuk Ji Soo sehingga ia bisa mengirimnya ke luar negeri, belajar membuat roti. Uang gaji Ayah sudah sangat sulit untuk anak-anak mereka, meski Ayah bekerja keras bagaimanapun. Apalagi Ji Ho sudah mau masuk kuliah. Apa Ayah bisa membiayainya? Apa Ayah mau meminta dari Ji Tae lagi? Dang. Ji Tae kebetulan baru pulang dan tak sengaja mendengarnya. Ia terdiam sebentar sebelum mengabarkan kedatangannya.   

Namun sebelum ia kembali ke kamarnya, ia beralasan pergi lagi mengambil barangnya yang tertinggal. Ia yang tahu fakta ayahnya terluka dan tak lagi bisa bekerja, seperti sadar untuk memutuskan Soo Ae baik-baik. 

Mereka berdua berbincang di taman bermain. Duduk di ayunan bersebelahan. Ji Tae tidak lupa bilang pada Soo Ah untuk membawa jasnya jika belum ia buang. Ia juga membawakan Soo Ah minuman kaleng, berkata kalau di luar dingin akhir-akhir ini. Dan ia ingin tetap Soo Ah hangat dengan jasnya juga? Ji Tae-ya...makanya kamu bisa lama pacaran sama Soo Ah. Soo Ah aja masih tersentuh sama omongannya ini. Eh, Soo Ah sudah membersihkan kulkas pemberian Ji Tae, tapi kayaknya nggak dibalikin. Atau lupa?

Ji Tae meminta maaf karena telah mempermalukan Soo Ah. Ia harusnya bicara setelah Soo Ah berpisah dengan cowok itu. Tapi ia kadung meledak karena kelaparan. Jujur banget T.T Soo Ah bilang kalau cowok itu bukan tipenya dan Ji Tae tetap melanjutkan maksudnya mengajak Soo Ah ngobrol. Ia mengajak Soo Ah putus. Ia ingin putus baik-baik, jadi meski mereka sudah mengatakannya hari itu, ia ingin bicara lagi hari ini. 

Ji Tae harap Soo Ah bisa menemukan pria baik. Bukan pria kemarin yang dari senyumnya saja seperti playboy. Sepertinya pekerjaan pria itu dan Ji Tae sama, jadi Ji Tae merasa lebih buruk. Mereka kemudian bersalaman. Soo Ah mengatakan senang bersama dengan Ji Tae selama ini. Ji Tae juga. Soo Ah bilang kalau dia hanya ingin Ji Tae sehat. Ia tidak isa bilang yang lain karena Ji Tae tidak ingin menikah. Mereka berdua berpisah dengan pedih. Ji Tae langsung merebahkan tubuh di kasur tanpa melepas pakaiannya.

Akhirnya bisa ngeliat kamar Ji Ho dan Ji Tae. Ji Ho lagi searching kamar gosiwon. Sebelumnya di toko sepatu ada yang ngasih Ji Ho semacam rapot palsu? Rapot buatan? Duh, waktu scene ini pas sama Ibu yang bilang ke Ayah, apa Ayah tahu seberapa kerasnya Ji Ho belajar. Kebayang nggak sih, Ji Ho sampai berpikir sejauh ini ketika orang tua sangat mempercayainya? Ia ingin membangun bisnis sendiri, dengan terus bekerja mengumpulkan modal tanpe memberitahu keduanya. Semoga ia tidak terus begini dan saya salah soal rapot palsu itu. 

Ji Soo pulang dan mendapati ayahnya di rumah. Ia sangat senang dan memeluknya dari belakang. Meski ya semua bisa tahu dari air mata Ji Soo yang menggenang dan suara getirnya. Ia sedang sedih. Ayah lalu mengajaknya makan mie di pojangmacha. 

Ayah heran Ji Soo suka sekali makan makanan dari tepung. Ji Soo bilang ia menuruni ayahnya yang suka makan sujebi meski Ibu melarangnya. Dia bener-bener yakin dia anak kandung Ayah sampai mengungkit ini. Ayah bertanya apa Ji Soo mau bikin toko roti? Nggak. Dia nggak punya uang dan kalaupun dia punya dia nggak kepikiran. Dia cuma mau bikin roti. 

Ayah tanya lagi, apa Ji Soo mau belajar keluar negeri buat bikin roti. Ji Soo juga menyangkalnya. Ia hanya perlu belajar caranya dari Bos Kang, biar bisa membuat roti sepertinya. Jadi penerus nih ceritanya. Sederhana sekali ya. Ayah jadi minder bilang kalau Ji Soo begini karena orang uanya miskin. Kalau orang tuanya kaya mungkin Ji Soo berubah pikiran. Ji Soo nggak sependapat dan cerita ia bahkan menghentikan Ji An pindah ke orang tuanya yang kaya.

Ji Soo bilang nggak akan meninggalkan ayahnya. Nggak akan pernah. Kenapa? Karena dia suka makanan yang ia makan sekarang, terlebih lagi ia suka roti. Ia nggak perlu uang banyak. Toh ia juga pernah baca keluarga adalah tempat kau berbagi makanan. Sekarang...adopsi...tinggal serumah...orang-orang seperti ini bisa jadi keluarga. Lalu mau pindah rumah hanya karena sedarah? Ji Soo belum bisa menerimanya. Ayah yang mendengar hal ini tampak tenang. Ia menawarkan Ji Soo makan makanannya kalau Ji Soo mau tambah. Tapi ia seperti punya pemikiran lain. Iya, putri orang lain sekarang ia rawat. Putri ini tak pernah menuntut apa-apa dan bahagia dengan keadaannya. Namun sebagai Ayah, ia tidak bisa diam saja. Keesokan harinya Ayah terlihat di kafe internet, mencari mengenai perekonomian Vietnam. Dari deskripsi cerita sih kayaknya Ayah memang pisah sama keluarganya lagi dan hidup sendiri. 


Review yang ini lebih detail ya. Lagi mood hahahaha. Padahal ya nggak segitu padat ceritanya. Bisa diskip.

Ji Soo ini manis banget. Bener. Cute sekali waktu dia makan dan ngobrol sama Ayah. Apalagi saat nyeruput mienya. Tapi mengingat kenyataan kalau dia putri keluarga Choi rasanya nggak mungkin hahahaha. Ke Ji An yang lebih dewasa dari Ji Soo saja mereka demikian ketatnya, Saya nggak tahu bagaimana kalau Ji Soo masuk keluarga konglomerat itu. Satu plot yang terpikir adalah sebelum masuk kekeluarga mereka, masing-masing anggota ini sudah tertarik sama Ji Soo. Hal itu akan lebih mudah dan membuat kepribadian gadis ini nggak ilang. Sudah disukai keluarga soalnya.

Nggak tahu sampai episode berapa Ji An bakal pisah sama Hyuk. Ji An sudah nggak punya nomer Hyuk di ponsel barunya.

Artikel terkait

Comments

  1. Seneng banget ada ulasan episode-episode dari drama ini, walau pun sudah menontonnya. 😀

    ReplyDelete

Post a Comment

I talked about my thought the most because I dont know the other's mind^^ You can share your own here.

thank you very much for your comment. :)
Hope you can come back!!!