Scriptwriter Lee Kyung Hee (The One Behind That Melodrama)

Sebelumnya: Looking Trough Kwon Ki Young Dramas (A Little)

It's about how the writer mention her actors and the otherwise...

Penulis yang terkenal dalem banget bikin karakter di dramanya sampai penonton bisa ikut terhanyut dan jadi melo. Sayangnya penulis juga terkenal tidak terlalu detail dalam menggambarkan profesi karakternya. Saya bisa ngerasain ini di Uncontrollably Fond, bagaimana penggambaran karakter Suzy sebagai sutradara project dokumenter belum begitu ngena ke penonton atau kurang gregetnya karakter Kim Woo Bin sebagai aktor terkenal. Tak ada penguntit yang selalu ingin mencari beritanya hingga berita mengenai penyakitnya saja terkesan terlambat. Padahal musuhnya sendiri tahu fakta ini hanya dari seorang agen sewaan.


Begitulah. Menurut saya penulis akan lebih fokus pada pembangunan cerita dan emosi yang membuat dramanya punya kekuatan tersendiri. Terbukti, tak sedikit artis yang ingin bergabung dalam dramanya. Kim Woo Bin, Rain, Go Soo, Song Joong Ki adalah nama-nama yang mengaku tak ragu menerima tawarannya. Song Joong Ki bahkan terharu penulis mengajaknya berperan sebagai pemeran utama. Kalau tidak salah, itu memang pertama kali buat Joong Ki. Sebelumnya ia bermain bersama pemeran utama pria lain, tidak sendiri. Dan Lee Kyung Hee kabarnya benar memikirkannya saat menulis drama Nice Guy.

Thank You, dramanya yang tidak terlalu romantis, juga mendapat apresiasi yang sangat baik dari kritikus dan penonton karena mengangkat tema AIDS. Sensitif dan mengena. Penulis bercerita datangnya ide menulis Thank You berasal dari kritikan yang cukup besar terhadap dramanya sebelum itu, A Love to Kill. Sebenarnya ia maklum akan hal ini, tapi  ia hanya merasa mengapa orang-orang tidak bisa lebih halus dalam menyemangati. Ia sampai sempat ingin berhenti menulis naskah drama , sesuatu yang sangat ia sukai (hihihi, ternyata penulis ini sensitif juga rupanya). Penulis pun kemudian menyebutkan bagaimana ia bisa melewatinya berkat kepercayaan dari orang-orang sekitarnya, termasuk Jung Ji Hoon/Rain, pemeran utama di A Love to Kill. 

Teman ini (Rain), mungkin sangat terluka  karena drama A Love to Kill. Dia mungkin sangat lelah juga, tapi pada saya yang bukanlah penulis yang sangat baik, dia berkata bahwa saya yang terbaik. "Jika penulis bersikeras, kami tak ragu sama sekali itulah yang terbaik." Dia setuju membintangi drama tersebut hanya karena percaya pada saya. padahal saya sering merlihat artis yang menyalahkan penulis karena kegagalan sebuah drama, tapi ketika saya melihatnya sekarang, saya akan berpikir bahwa saya adalah penulis yang beruntung. Sebab di setiap kejadian, kepercayaan yang demikian yang membuat saya berterimakasih dan mampu berdiri lagi. Dari kepercayaan itulah, saya ingin menulis cerita tentang kepercayaan dan syukur (Thank You). 
Drama yang sangat membuat penulis puas di masa lampau adalah The Story Behind Sang Doo (cerita tentang seorang ayah yang menjadi gigolo demi menghidupi putrinya?) yang dibintangi Rain. Ia sangat ingin Rain bermain dan bekerja keras untuk dramanya itu. Dan akhirnya ia malah mendapat bagaimana karakter Sang Doo dari interpretasi Rain sendiri. Rain membuat karakter yang ia tulis begitu hidup. Ia melakukannya dengan baik. 

Rain begitu pekerja keras. Dia harus bermain di setting masa lalu dan masa kini, sehingga ia harus selalu berganti gaya rambut sampai 6 kali sehari. Itulah mengapa ia akhirnya mengalami kerontokan rambut.
Adegan saat karakter Rain berada dalam penjara dan berbicara dengan karakter Gong Hyo Jin dengan ceria adalah sesuatu yang saya rencakan dengan baik. Saya ingin menunjukkan bahwa meski ditahan, ia tidak lelah dan tidak mengasihani dirinya karena dia selalu punya yang ia cintai di hatinya sehingga hidupnya tidak begitu tragis. Tapi saat syuting, Rain selalu menangis. Naskah yang saya tulis sangat detail dan saya tidak memintanya menangis. Namun Rain sangat mendalami perannya dan ia menagis tanpa henti sampai tidak sanggup melanjutkan aktingnya. Dari sana, saya tahu dia melakukan hal yang benar. Karena Rain sudah menjadi karakternya.
Wuih, kebayang gimana ekstrimnya naskah penulis ini? Pemainnya aja ngerasa, apalagi penontonnya. Setiap saya nonton dramanya penulis saya kayaknya nggak pernah nggak mewek juga LOL. Siapin ember deh kalau penulis mau bikin project baru lagi tahun ini. Walau sampai sekarang belum kedengeran sih. Biasanya aktornya top top soalnya...  

Untuk drama itu, ia rupanya menginginkan karakter utama meninggal dengan bahagia (ini kayak udah jadi trend penulis melodrama wkwkwk). Tapi saat penulis menulis naskah episode 15, Gong Hyo Jin (pasangan Rain di drama) mengiriminya pesan untuk tidak melanjutkan niatannya. Menurut Rain yang ia telepon setelahnya, karakternya memang akan sangat menyedihkan jika begitu akhirnya. Memangnya apa yang sudah ia lakukan sehingga ia harus meninggal sendirian? Penulis sempat agak sebal awalnya, namun ia mengerti. Karakter Gong Hyo Jin dan Rain di drama memang tidak boleh terpisahkan.  

Ngomong-ngomong soal pasangan yang tak boleh terpisah, ada pasangan yang diciptakan penulis yang justru tidak beruntung sekali. SPOILER. Ini tentang Will It Snow for Christmas? Seperti judulnya, drama ini seakan mengajak penonton untuk menebak akankah salju yang seromantis cinta pertama akan turun dan menjadi nyata? Sutradara drama ini membujuk penulis untuk membuat drama tentang cinta manusia, bukan tentan profesi atau hal lainnya. Oleh sebab itu, Will It Snow for Christmas terlihat lebih sentimental di emosi dan bukan karakter atau ceritanya. Romansanya mungkin sama dengan drama lain, tapi di awal cerita penulis berusaha meyakinkan penonton dengan pembawaan emosional tiap karakter. Ia menuangkannya dalam kisah cinta karakter remajanya dengan detail sebanyak mungkin. 

Mmmm saya mungkin bakal cerita sedikit soal episode awalnya nanti. Kebetulan Nam Ji Hyun yang main dan saya paling suka peran Kim Soo Hyun di sana. Kemarin kangen habis nonton potongan drama ini di youtube dan berakhir download episode 1 - 3 nya haha. Mereka berdua sebagai awal tonggak cerita, bener-bener baik mendalami perannya. Duh, saya aja ngeliat karakter dewasa di drama itu masih seperti ngeliat karakter Nam Ji Hyun dan Kim Soo Hyun. Meski buat saya karakter Kim Soo Hyun dewasa agak berubah, beda sama karakter Nam Ji Hyun dewasa :P Ya itu karena perubahan karakter Kim Soo Hyun remaja nggak terlalu diperlihatkan. Keburu dewasa dulu. Kalau karakter Nam Ji Hyun masih sama karena dia punya luka masa lalu...

Saya meminta pada manager saya untuk mengambil drama ini apapun yang terjadi. Saya menangis saat pertama kali membaca naskahnya. Sangat menghibur tapi menyedihkan dan punya banyak line yang bagus. -Song Jong Ho


Oke, kalau dicari dari interview after dramanya satu per satu mungkin ada yang lebih dari ini tentang Lee Kyung Hee writernim. Jadi monggo yang punya sumber lain bisa dishare di kolom komentar :)

Sekian. Mau lanjut ke penulis lain dulu ^^ 

Sumber: cloudUSA, asiae.co.kr

Selanjutnya: Scriptwriter So Hyun Kyung

Artikel terkait

Comments