Review Korean Drama My Golden Life Episode 5 (Part 2)

This isnt the right place for you who are looking for details of each dramas episode. And sorry I cant upload the picture. Not yet.

Im so happy Im not alone have this kind of comment about this drama. If you read this and have the same thought with me, then willing to share to the others, please be free to mention me or let me know.  Maybe we can chat together then^^ Happy reading.  



Ayah bertanya apa Ibu tidak merasa bersalah pada Ji Soo? Ibu lantas menjawab bahwa JI Soo bahagia bersama mereka, sedangkan Ji An tidak. Ayah tertegun. Saya tersadar. Benar. Justru anak mereka sendiri yang merasa lelah. Ji An lebih merasa bertanggung jawab sebagai kakak. Saya tidak membayangkan kalau anak kandung mereka Ji An justru di posisi adik. Apakah dia masih akan bekerja keras seperti sekarang? Apakah Ji Soo akan seperti Ji An? Makanya lebih gampang naruh Ji An sebagai anak tertua. Sama seperti Seo Young yang meski dia cewek, tetep ngerasa tanggung jawab biayain adeknya yang cowok sekalipun. 

Ayah kemudian nyeletuk, apa Ibu adalah wanita yang ia kenal? Yang sudah ia nikahi selama 35 tahun? Ia sama sekali tak mengenal istrinya yang bisa bertindak sejauh ini. Ibu meninggalkan Ayah. Ibu ternyata menemui Nyonya No yang telah berpisah dengan suaminya. Tuan Choi sendiri sedang mengambil hadiah untuk putrinya yang hilang. Hadiah yang sudah ia perispakan untuk ultah ke-20 tahun (?). Sebuah pena edisi terbatas yang terukir nama Choi Eun Sook. Istimewa. Saya kepikiran Ji Soo TT.TT

Eun Sook alias Ji An akhirnya merasa bebas. Ia bisa berjalan-jalan santai di bawah sinar matahari, menikmati permainan pemusik pinggir jalan. Terpancar kebahagiaan. Ji An makan es krimnya dengan senang sambil melihat pemandangan sekitar yang selalu ia hiraukan begitu saja. 

Sebuah telepon masuk menginterupsi keasyikannya. Myung Shin, temannya yang masih berjuang dengan ujian cpnsnya, khawatir karena Ji An lama tak menelponnya. Ia tahu Ji An tak jadi pegawai tetap. Ji An yang mendengarnya sama sekali tak mempermasalahkannya. Ia balik cerita penemuannya soal tempat favorit mereka dulu, atau bagaimana langit hari ini. Myung Shin tambah cemas haha. Ia khawatir dengan keanehan Ji An yang bahkan tak seperti biasanya, bukannya mondar-mandir ke sana kemari, ia malah memikirkan apa yang mau ia lakukan hari ini, berjalan-jalan. Seperti orang kaya yang tak punya kecemasan saja. Ji An tersenyum. Mereka berdua berencana akan ke pernikahan teman mereka, Yeon Hee.

Saya kayaknya nggak akan bisa konsentrasi ke Ji An lagi. Saya pindah ke tim Ji Soo hahahahaha. Karena nggak tahu kenapa, saya nggak punya simpati ke dia. Beda soal Seo Young yang saya bisa liat ketakutannya kalau berbohong, ketakutannya jika mimpi indahnya berakhir. Ji An nggak punya itu karena bukan dia yang berbohong. Ji An benar-benar merasa seperti orang kaya. Di episode berikutnya akan demikian. Saya akui kalau SWnim sukses bikin Ji An bisa tidak disukai penonton kali ini.

Khayalan Do Kyung makin menjadi saudara-saudara wkwkwkwk. Saya nggak ngira karakternya bisa jadi segini gokilnya. Mirip sama Scheduler di 49 Days. Kali ini ia membayangkan Ji An cap jempol surat persetujuan pinjaman sama rentenir. Mbayangin Ji An narik bosnya di club malama dengan dance super kaku. Dan mbayangin Ji An menjual organ dalamnya. LOOOOOOOL. Mana dapet banget akting Ji An di semua khayalan Do Kyung. Cocok deh Hye Sun ini main romcom :) Do Kyung lemes mikirnya. 

Setelah membayangkan dan merasa semuanya tak mungkin, ia bertanya pada sekretaris Yoo, bagaimana kalau sekretaris Yoo yang mengalaminya. Sekretaris Yoo bilang semua yang bisa ia lakukan, termasuk meminta pada keluarganya dan mungkin melayani di bar? Hehe. Zaman sekarang, 1 wanita bisa diberi 10.000 dollar. Jadi kalau butuh 20.000 dollar? Do Kyung lagi-lagi bayangin Ji Soo bantu Ji An ngelayani para pria hidung belang. Menuangkan minum mereka. Gubrak. Kapan berhentinya nih cowok ngayal siang bolong.

Persiapan kamar Eun Sook sudah hampir selesai. Seo Hyun yang pamit pada ibunya pun tak begitu diperhatikan. Nyonya No sedang sibuk membicarakan ini itu dengan penata kamar Eun Sook. 

Ayah tak fokus bekerja. Ia sempat jatuh terduduk, menjatuhkan potongan-potongan kayu yang dibawanya. Ibu baru tahu soal pekerjaan Ayah ini dari Nyonya No. Nyonya No mengatakan bahwa pekerjaan Ayah sebagai karyawan konstruksi tidaklah akan cukup membiayai keluarga mereka. Ia menawari bisnisnya yang sedang buka cabang di tempat lain. Ia tidak ingin Ji An kepikiran.

Ibu terkejut. Ia bersikeras suaminya bekerja sebagai manager distributor. Tapi Nyonya No yang menanyakan balik, apa itu yang dikatakan Ayah, membuat Ibu terdiam. Nyonya di depannya punya kemampuan untuk menyelidiki keluarganya, bagaimana ia bisa salah. Ibuuuuuuu. Meski awalnya enggan, akhirnya dokumen tawaran kepemilikan cabang bisnis Nyonya No ia simpan di lacinya. 

Ji Soo yang nangis lagi setelah pelanggan pergi di depannya, membuat galau Bos Kang wkwkwkwk. I love their relationship so much. Bos Kang nanya, apa oran tua Ji Soo yang meninggal? Atau pria bersepeda menolaknya? Kalau tidak berarti pergi saja ke dokter karena matanya mungkin sakit. Atau pergi saja ke psikiater. Bagaimana bisa ia seperti itu terus? Hanya berhenti menangis saat ada pelanggan. Bahkan kembali tersenyum menawari Nenek tempat duduk untuk berisitirahat karena kakinya yang lemah. Haha. Bos Kang cie. Natapin Ji Soo heran.  

Merasa tak mengerti dengan Ji An, Do Kyung curhat ke temannya. Sama kayak Woo Jae di My Daughter Seo Young, punya temen curhat. Bisa sampe nikah nih curhatnya. Teman yang saya lupa namanya ini, mengungkap semua kemungkinan. Dari membayar untuk harga diri yang telah disinggung Do Kyung, balas dendam atas perbuatan Do Kyung dan melaporkannya ke reporter,... Do Kyung keingetan, dia nggak sengaja narik bagian leher baju Ji An wkwk. Ia langusng melepeon Ji An.

Sayangnya momennya lagi nggak tepat. Ji Soo lagi membujuk Ji An untuk tetap tinggal. Keadaan nanti tidak sama buatnya karena ia tidak bisa melihat kakaknya itu setiap hari. Ini nggak sama seperti saat Ji An menikah nanti. Sungguh berbeda. Ji Soo kesal. Ia menangis dan Ji An menenangkannya.

Do Kyung yang mengaku sebagai korban saat Ji An mengangkat teleponnya (aw, Do Kyung bahkan tahu nama kontaknya di hp Ji An haha), tak bisa bicara lebih lanjut. Ji An langsung menutupnya. Ketika Do Kyung menelepon lagi, Ji An memblokir nomernya. Teman Do Kyung bisa menebak hal itu. Do Kyung jadi tambah yakin, tak mungkin orang yang mau mengancamnya, memblokir nomernya. Sepertinya Do Kyung makin penasaran dengan Ji An.  

Ji An berakhir tidur sambil memeluk adiknya. Ibu yang melihat mereka berdua menangis. 

Di tempat lain, pasangan cute, Soo Ah mempelihatkan tanda-tanda kebelet nikah. Mereka mau berciuman tapi ada Pemilik lewat. Mau melakukan hal lain jelas tak boleh. Mau pindah tempat persembunyian lain kan bahaya pula. Apa yang mau mereka lakukan? Menikah diam-diam? Mereka harus punya alasan untuk tetap pacaran. Satu saja salah langkah, mereka akan terjebak tanggung jawab yang tak pernah mereka sepakati.

Soo Ah ini manis banget di sini. Padahal saya nggak suka bagnet dia di Tomorrow With You haha. Waktu lihat posternya pun saya biasa aja sama dia. Tapi setelah diliat-liat, dia cocok sama Ji tae. Episode berikutnya makin bikin saya suka sama dia. 

Soo Ah ngajak Ji Tae ke nikahan cinta pertamanya. Mereka sepakat untuk nggak dateng ke acara publik tapi karena keadaan ini, Ji Tae setuju. Ia tak mau membuat pacarnya ngerasa minder di hadapan cinta pertama yang pernah nolak dan dia malah nikah duluan.

Ayah pulang ke rumah untuk bicara dengan Ji An. Ia tak akan pernah kehilangan putrinya. Ia sendiri yang akan memastikan putrinya tidak sedih. Ia tak percaya Ji An akan meninggalkan mereka karena uang. Ibu sendiri yang menakut-nakutinya bahwa keluarga mereka tak akan aman jika Ji An tak ingin pindah. Keluarga baru Ji An akan mengganggu mereka. Ayah memutuskan menemui Ji An.

Ji An masih bersama Hyuk saat ditelepon Ayah. Ji An datang ke kafe kakaknya meski Hyuk sama sekali tak mengatakan itu kakaknya. Ji An bermaksud mengembalikan jaket Hyuk tempo itu setelah mentraktirnya daging sesuai janji. 

Hyuk membalasnya dengan ajakan sering mampir. Ia pastikan Ji An tak perlu bayar di sana. Aih, mengapa Hyuk begitu baik padanya? Mereka sekelas hanya di kelas kerajinan kayu dan itupun hanya 1 tahun. Dulu Hyuk buat Ji An tak seperti sekarang. Hyuk lantas bercerita saat ia pertama kali melihat Ji An dulu dengan entengnya menggergaji kayu. Iya. Seorang cewek SMA tak risih mengangkat kaki guna manahan kayu yang akan ia potong. Ji An menginspirasinya menyukai kerajinan kayu sejak saat itu. Padahal Hyuk mulanya, sebagai anak yang dipindah dari sekolah lama karena digosipkan membully, masuk kelas itu gara-gara suruhan ayahnya. Menyuruhnya menjadi pedagang sebab yakin Hyuk bisa kuliah. 

Ji An merasa tersanjung. Rupanya ia punya andil di masa lalu Hyuk, seorang pengusaha cukup sukses di bidang ini. Hyuk bahkan menyampaikan kekagumannya pada Ji An yang seperti musim semi. Selalu pemberani dan periang. Ia juga baik pada Hyuk. Ji An maklum Hyuk pernah mengatakan ada yang berbeda dari dirinya. O.ow. Ji An sadar itu!!! Ia bertanya apa mereka bisa tetap jadi teman karena sepertinya ia punya pemikiran yang berbeda sekarang. Ji An-ah...dont make me dislike you more. Seems that you really have different thought about life? Is it all because of money?

Noona menghampiri mereka. Ia lebih luwes bicara dengan cinta pertama adiknya itu. "Tidak ada yang mempengaruhiku seperti dia," aku Hyuk saat ditanya apakah perasaannya pada Ji An masih sama sepeninggal cewek itu. Di poster keluarga Hyuk dan Ji Soo tidak berdekatan. Tapi ada poster lain yang memperlihatkan Hyuk dan Ji Soo duduk bersebelahan. Apakah nanti Ji Soo akan mempengaruhi kehiupan Hyuk? Toh Ji An seolah tak punya perasaan apa-apa padanya. 

Ji Soo yang disuruh Bos Kang membeli kursi di dekat sana melihat Hyuk mengantar seorang cewek ke taksi. Itu Ji An, tapi ia tak melihat wajahnya. Ji Soo langsung berniat mengabari kakaknya, tapi Ji An yang mengingat perdebatan mereka semalam soal kepergian Ji An, memutuskan tak mengangkat panggilan adiknya. Oke, saya mulai kesal wkwkwk. Ji Soo izin cepat pulang. Ia punya firasat? 


*semua drama yang saya mention di sini adalah karya SWnim juga. Ada sedikit kesamaan di sana-sini^^ 

Episode ini diakhiri dengan permintaan Ayah agar Ji An tak jadi pindah. Ayah belum mengatakan alasannya. Yang jelas, Ji An kembali menohok hati Ji Soo di episode berikutnya. Berakhir sudah hubungan kakak-adik yang manis. Ji An akan tetap pindah. Meski Ayah memandangi rumah JI An yang baru dan mengatakan pada dirinya sendiri kalau dia masih percaya pada putrinya.

Sebelum semua teaser drama ini tayang dan plot mengenai rahasia kelahiran terungkap, saya hanya tahu ini cerita tentang perjuangan wanita yang ingin naik derajat di masyarakat tapi jatuh dan malah menemui kebahagiaannya. Saya waktu itu tidak terpikir ceritanya akan bagaimana. Saya kira dia memang akan jadi pegawai tetap lalu jatuh lagi tapi merasa bahagia. Dari saat ayahnya masih kaya dan jatuh miskin namun tetap baik-baik saja. Menemui arti kebahagiaan yang sesungguhnya. 

Namun plot tentang rahasia kelahiran itu muncul dan saya tidak mengingat lagi apa yang disajikan di awal. Rahasia kelahiran itu terlalu menyita perhatian sampai saya lupa kalau intinya bukan itu. Rahasia kelahiran hanya kendaraan penyampaian pesan yang dimaksud. Seperti apa yang disampaikan, Ji An yang nanti akan jatuh setelah tahu ia bukanlah keluarga kaya, akan tetap menemukan kebahagiannya bersama keluarganya yang dulu. 

Sampai saat itu tiba, karakter Ji An harus belajar banyak. Melewati banyak hal lagi. Dengan demikian akan tertempa menajdi lebih cerah. Saya punya tebakan, temannya Hyuk bakal bantu banyak. Ia sudah membuat Ji An ingat soal masa lalu saat Ji An bisa tersenyum tanpa beban. Ke depannya semoga ia tak akan meninggalkan Ji An. Seperti di poster. Tangannya memegang bahu JI An. Sangat menenangkan.

Artikel terkait

Comments