Review Korean Drama My Golden Life Episode 6 (Part 1)

Thanks to all my readers. I always get courage from you to write something. And to my partner linking this site into your web, Im sorry I cant give anything back to you. 

And please aware this My Golden Life readers. Seems the more episode we go, the more heartbreaking scene we get. Are you ready to see the change start this week? We havent reach that stage yet (by my review here), but it think it will come soon. The rating climbed slightly from 28% to 29% last week. Just 1 point, but I can feel the difference they serve this time. Tears all the way. 

Sebelumnya: My Golden Life Episode 5 Part 1 dan Part 2


Ji An berkata ingin pergi. Dalam bayangannya ia bisa saja bilang ke Ayah kalau dia tidak ingin pergi karena ini rumahnya, tapi Ji An memilih perkataan itu yang ia ucapkan ke Ayah. Kenapa Ji An tidak boleh pergi sementara orang tuanya orang kaya? Ayah mendongak ke arahnya. Ayah yang menunduk saat Ji An menyebutkan semua kelelahannya selama ini. Tak bisa bekerja sebagai pegawai tetap karena koneksi keluarga, karena dunia memang demikian adanya. Tak bisa dapat nilai bagus seperti orang-orang yang mengikuti les dan pergi ke luar negeri sehingga ia harus berusaha keras untuk dapat pekerjaan, menatap putrinya yang agak kesal karena ayahnya tak memikirkan perasaanya sebelum meminta tetap tinggal di rumah mereka. Keberuntungan seperti ini, bagaimana bisa ia lepaskan?

Bahkan putrinya mengatakan hal yang sama dengan istrinya. Like daughter like mom. Permintaan maaf Ji An sebelum pergi justru memaku Ayah di tempat selama hampir kurang lebih satu jam. Anak-anak di sekitar tempat bermain itu, jadi takut padanya. Ayah...someone just give him hug TT.TT

Ji An menangis setelah menghadapi Ayah. Ia memang mengatakan yang sebenarnya tapi hatinya jelas tak bisa bohong. Sakit melukai ayahnya sendiri. Lalu Ji Soo muncul dan kembali mengonfrontasinya. Ji An sempat mencemaskan Ji Soo yang pulang cepat. Apa Ji Soo nggak enak badan? Sigh.

Ji Soo cerita kalau ia akhirnya sadar ia menangis bukan karena mau ditinggal Ji An, lebih dikarenakan dengan demikian Ji An akan membuat kedua orang tuanya merasa menyedihkan. Tak kompeten dan disalahkan akibat tak cukup membantu putrinya meraih kesuksesan. Kenapa Ji An mau pindah demi uang?

Mendengarnya Ji An tak terima. Apalagi Ji Soo yang mengatakannya. Kembaran yang ia perlakukan sebagai adik, yang bisa makan dan tidur enak sementara dia pontang-panting mencari pekerjaan. Ji Soo tersinggung. Ji An menyalahkannya yang makan banyak? Haha. Ji An sampai tertawa kecil. Adiknya ini sangat polos. Sayangnya Ji Soo nggak bisa paham langsung. Maksud kata-kata Ji An bukan itu. Sayangnya Ji An nggak bisa lagi berdebat dengan Ji Soo. Sudah cukup berat buatnya. Ia pun sudah memutuskan. 

Ji Soo memutus hubungan kakak-adik dari sini.

Hmmm, soal Ji Soo-ya. Ternyata yang nyulik emang yang meras kemarin haha. Saya nggak tahu kenapa dia bohong dan baru bilang sekarang ya. Pas Ji Soo udah gede. Dulu Ji Soo tidur di mobil dan Nyonya No terpaksa meninggalkannya di parkiran sebentar. Mobilnya kayaknya dikunci deh. Tapi Nyonya No baru sadar Eun Sook aka Ji Soo nggak ada di tengah jalan. Ia terburu-buru karena adiknya, Jin Hee, mengabari ada suaminya yang membuntutinya. Entah apa yang dimaksud dengan jatuhnya reputasi, yang jelas Nyonya No waktu itu menuruti adiknya untuk meninggalkan Eun Sook di rumah nenek mereka. Oke. Saya nggak punya clue soal masalah masa lalu mereka. Kenapa suami sendiri mau membuntuti istrinya dan menjatuhkan reputasi keluarga? Dan sepenting itu menitipkan Eun Sook di rumah orang lain?

Ngomong-ngomong, Nyonya No ternyata memang nggak begitu mengenal suaminya. Menurutnya Tuan Choi sedang bermain golf bersama pengusaha yang tergabung kelompok Universitas Seoul. Tapi tidak. Tuan Choi sedang mengambil sebuah kotak abu milik Eun SOok yang justru berisi mainan dan beberapa ucapan selamat ulang tahun. Dari Tuan Choi sendiri? Jujur saya agak bosen untuk adegan Tuan Choi yang begini begini terus. Dikasih selama 2 episode berurutan, apa nggak ada adegan lain untuknya? Iya sih, Tuan Choi jadi lebih terlihat sayangnya ke Eun Sook tapi buat saya cukup berlebihan hehe. Lebih enak kalau dikombinasi dengan scene lain. 

Ji Tae dan Soo Ah rupanya datang ke pernikahan teman Ji An juga. Mereka ini punya panggilan sayang deh, si cantik Mi Sook? Tokoh apa nih? Atau saya salah dengar? Soo Ah yang pertama kali unjuk pacar di depan teman-temannya, menatap Myung Shin (yang tak mereka ketahui adalah teman Ji An) yang sedang memperhatikan mereka. Berkata padanya apakah ia iri? Wkwk. Ji Tae langsung minta maaf. Myung Shin memuji Ji Tae yang lebih baik dari pacarnya. Iya dong, kan oppanya Ji An...

Ji An bertemu teman-temannya termasuk Ha Jung di dalam gedung. Mereka semua sudah tahu kalau Ha Jung akan berada di posisi Ji An waktu itu, tapi nggak sempat bilang karena Ji An bergegas pergi. Ji An tak mempermasalahkannya lagi, ia bahkan tetap memberikan uang damai untuk perawatan Ha Jung meski tak sebanyak yang ia perkirakan. Teman-teman Ji An gemes banget sama Ha Jung yang sudah 'melempar' temannya dari pekerjaan begitu, masih saja minta uang damai. Ha Jung kesal dan bilang nggak akan minta ayahnya buat mbantu Myung Shin dapetin pekerjaan. LOL. Habis bilang gini, dia malah terbentur pintu kaca karena tidak fokus. 

Ji Tae akhirnya melihat adiknya dari kejauhan. Soo Ah juga melihatnya, tapi Ji Tae tak bermaksud menyapa adiknya tersebut. Soo Ah mengerti, menghela nafas berjalan cepat keluar gedung. Di dalam tadi saat ditanya Jae Rok, cinta pertama Soo Ah, kapan Ji Tae dan Soo Ah akan menikah, Ji Tae menjawab ia tak percaya pernikahan. Teman Soo Ah juga tahu mereka tidak mau menikah. Soo Ah terlihat sedih tapi tetap tersenyum. Ji Tae itu saat melihat cahaya mata Soo Ah yang melihat pengantin wanita digandeng calon suaminya menuju altar. 

Ji Tae beralasan tak perlu memperkenalkan Soo Ah pada adiknya karena mereka hanya berpacaran. Pernikahanlah yang membuat mereka berurusan dengan masing-masing keluarga. Soo Ah berkaca-kaca, bertanya sungguh-sungguh apakah Ji Tae tak akan menikah. Ia mau diperkenalkan dengan teman ibunya di luar negeri. Jika ia suka, ia bisa menikah dengannya. Ji Tae tak menampakkan rasa cemburu dan malah bertanya kapan. Soo Ah jadi kesal. Setidaknya kalau Ji Tae tak mau menikahinya, cemburulah. Haha. Soo Ah😭 Saya lebih khawatir sama pasangan ini. Sampai kapan mereka bisa bertahan. Bomnya pasti sangat besar untuk memisahkan keduanya. 

Do Kyung di gym masih kepikiran uang Ji An haha. Ada berita mengenai gadis 20 tahun yang bunuh diri karena hutang, dia sampai nggak konsen, terpeleset dari treadmill dan terluka. Akhirnya dia memutuskan ke rumah Ji An, berkata akan mengembalikan uang Ji An ke orang tuanya. Ji An yang saat itu mau beres-beres untuk kepindahannya dari rumahnya (dia mengepak buku panduan toeic dan buku lain untuk persiapan pencari kerja), kaget, jatuh terduduk melihat si chaebol di depan rumah. Do Kyung cuma ngasih pengantar sebentar dan langsung ngasih uang ke Ji An. Ia lantas melarikan diri. Do Kyung kayak udah lama nggak lari. Kok seneng sih. Pasangan yang ini  masih kayak anak kecil...😔

Sementara Ji Soo kita akhirnya berbicara meski sebentar sama Hyuk. Misinya beli kursi untuk toko mengantarkannya pada perbincangan singkat itu. Ia tak bisa menyembunyikan kegugupannya. Hyuk cool banget deh kalau sama Ji Soo hahaha. Saya termasuk yang nggak sabar ngeliat Ji Soo melepas kepangan rambutnya. Mungkin pas udah di keluarga kayanya kali ya. Mungkin waktu itu Hyuk baru tertarik sama cewek ini.
Ah...Ibu nggak lupa minta ke Ji An pula untuk segera pergi ke luar negeri saat pindah nanti. Raih mimpinya, desak orang tuanya nanti untuk mengabulkannya. Ketahuan banget Ibu memperhitungkan mengenai kemungkinan terbongkarnya rahasia ini. Udah kayak sinetron aja ya nanti. Main tebak-tebakan akan ada insiden yang bikin semua sadar Ji An bukan keluarga kandung mereka. Donor darah? Heheee


Saya nggak tahu apa di Korea memang strict begitu tapi di sini, negara sendiri, mau serendah apapun pendidikan dan nilainya, tak begitu berpengaruh besar untuk kesuksesan seseorang. Mereka bisa tetap jadi besar. Di sini sisi yang tidak bisa dihubungkan dengan drama. Sebagai penonton hanya bisa membayangkan.  

Buat yang nungguin adegan Seo Hyun sama Ji Ho, untuk sementara kita nggak bisa lihat dulu. Just for your information hehe. 


Artikel terkait

Comments